1.Makanan Takjil

 

Segala jenis makanan yang disajikan pada saat berbuka puasa atau biasa disebut dengan takjil selalu menjadi incaran. Berbagai jenis makanan, seperti risol, bakwan, tempe goreng, tahu goreng, pisang goreng, kroket, pastel, martabak, asinan, kolak, dan bubur sum-sum menjadi incaran orang-orang yang ingin berbuka puasa.

Tidak hanya makanan kecil saja yang berani dijajakan, tetapi juga makanan berat, seperti ayam goreng, pepesan tahu, pepesan ikan, gudeg, daging serundeng, sayur singkong, telur balado, orek tempe, sampai mie goreng juga disajikan para penjual dadakan.

Fenomena bulan puasa di setiap tahun memang selalu mengejutkan masyarakat dengan banyaknya para penjual dadakan mulai dari yang menggelar meja di depan rumah sampai membuka lapak di sekitar lahan yang strategis, sehingga terkadang membuat kemacetan jalan yang dipenuhi orang-orang yang sedang ngabuburit  mencari bukaan puasa.

Larisnya dagangan makanan berbuka puasa tersebut menjadi incaran karena harga yang ditawarkan pada berbagai jenis makanan tersebut masih dapat terjangkau masyarakat, mulai dari Rp 500-15.000 tergantung pada jenis makanannya.

Berdasarkan pengakuan dari beberapa para penjual makanan tersebut, terutama yang mendadak baru berjualan di bulan puasa ini mereka bisa mengambil keuntungan dua kali lipat atau lebih. Kebanyakan para penjual adalah ibu-ibu yang langsung turun tangan memasak sekaligus berjualan dengan modal yang bervariasi sekitar Rp 300.000- 1 juta.

 

2. Minuman Berbuka Puasa

 

Ramainya jalanan menjelang berbuka puasa juga dikeliling oleh penjual minuman. Berbagai jenis minuman, seperti es teh, es kelapa, es campur, es buah, sop buah, es pisang ijo, segala macam jus buah juga menjadi buruan orang-orang yang akan berbuka puasa.

Penjual minuman ini selalu saja bisa ditemukan di sepanjang jalan dengan bermodalkan gerobak dan hampir selalu ramai dikerubuti orang-orang yang mengincar minuman. Harga yang ditawarkan juga masih terbilang cukup murah, mulai dari Rp 2.000-8.000 per gelas atau per bungkusnya.

Para penjual minuman ini memang merupakan penjual yang sudah biasa berjualan minuman jauh sebelum datangnya bulan puasa. Modal yang dikumpulkan untuk menjual dagangan minumannya pun tidak terlalu besar, mulai dari Rp 200.000-750.000. Seperti halnya makanan, para penjual minuman pun biasanya juga bisa meraup keuntungan dua kali lipat atau lebih dari besarnya modal.

 

3. Kue Lebaran

 

Memasuki bulan suci ramadan, masyarakat tentunya juga menunggu datangnya hari kemenangan di Hari Raya Idul Fitri. Di hari kemenangan tersebut, masyarakat menyiapkan segala hidangan yang akan disajikan kepada para tamu yang akan berkunjung ke rumahnya.

Salah satu sajian yang wajib disajikan di setiap rumah adalah kue lebaran. Beberapa jenis kue yang biasa disajikan seperti kue kacang, kue nastar, kue keju kastengel, kue satu, kue sagon, kue putri salju, kue kumis kucing, dan beberapa kue khas asal daerah masing-masing pemilik rumahnya.

Bagi ibu-ibu yang gemar membuat kue, hal ini tentunya bisa menjadi keuntungan bagi mereka karena tidak semua orang bisa membuat kue yang enak untuk disajikan di rumahnya. Hobi membuat kue ini bisa memberikan keuntungan karena biasanya mereka bisa mendapatkan keuntungan kurang lebih dua kali lipat dari modal yang telah dikeluarkan untuk membeli bahan-bahannya.

Modal yang biasanya dikeluarkan oleh ibu-ibu yang gemar membuat kue ini tergantung dari jumlah pesenan kue kepada mereka. Berdasarkan perkiraan mereka, biasanya modal yang dikeluarkan berkisar antara Rp 1-1,5 juta.

Berdasarkan modal tersebut, mereka memberikan harga kue sesuai dengan jenis kue dan ukuran toplesnya dari ukuran ¼ kg – ½  kg. Harga untuk kue berukuran toples ¼ kg biasanya berkisar antara Rp 25.000-35.000, sedangkan untuk ukuran toples ½ kg harganya antara Rp 50.000-80.000.

 

 

4. Busana Muslim

 

Dimulai dari bulan suci ramadan, seringkali terlihat jelas dari tampilan para wanita yang tiba-tiba tergerak untuk mengenakan busana muslim atau biasa disebut dengan hijab. Bagi muslimah yang saat ini berani tampil fashionable sejalan dengan perkembangan mode kini bisa hadir dengan berbagai tampilan, seperti kerudung, jilbab, bergo, inner ninja, asesoris bros, shawl, kaftan, kimono dress, victorian dress, half batwing dress, hareem pants, dan berbagai model busana tertutup lainnya.

Muslimah yang saat ini berani tampil gaya mengikuti perkembangan mode menjadi semakin kreatif untuk merancang busana muslim yang tetap terlihat catchy, namun tetap tidak melanggar kaidah agamanya. Mereka juga memanfaatkan bulan suci ini untuk mengajak wanita untuk berhijab dengan menawarkan busana-busana muslim yang memiliki style, tapi tetap terjangkau harganya.

Harga yang dipasang untuk busana muslim yang berani tampil gaya ini mulai dari harga Rp 30.000-70.000 pada berbagai jenis kerudung serta Rp 150.000-250.000 untuk model-model busana muslim. Modal yang harus dikeluarkan oleh pebisnis busana muslim ini sekitar Rp 10-20 juta sesuai dengan jumlah pesanan atau barang dagangan yang berani mereka tawarkan.

Dari modal tersebut, biasanya mereka bisa meraup keuntungan Rp 3-7 juta tergantung pada ramainya penjualan yang biasanya menggunakan sistem ready stock dan pre-order.

 

5. Perlengkapan Ibadah Salat

 

Gencarnya umat muslim yang sedang menjalankan ibadah sebanyak-banyaknya di bulan suci ramadan ini membuat mereka mempersiapkan perlengkapan sholat agar ibadah yang mereka semakin giat menjalankan ibadahnya. Beberapa perlengkapan ibadah ini, antara lain mukena, kain sarung, sajadah, tasbih, dan al-Qur’an,

Harga masing-masing perlengkapan sholat ini juga bervariasi, biasanya berkisar antara Rp 50.000-200.000 untuk mukena, Rp 25.000-100.000 untuk kain sarung, Rp 50.000-150.000 untuk sajadah, Rp 20.000-75.000 untuk tasbih, dan Rp 30.000-100.000 untuk al-Qur’an.

Modal yang biasanya dikeluarkan untuk membuka bisnis perlengkapan ibadah sholat ini tergantung pada besar kecilnya barang-barang yang ditawarkan. Biasanya bisa bermodal antara Rp 5-15 juta. Keuntungan yang bisa terkumpul dengan berbisnis macam-macam perlengkapan ibadah salat ini bisa sampai Rp 2-5 juta.

 

 

6. Buah-buahan

 

Selain makanan yang sebelumnya telah disebutkan, buah-buahan ternyata juga tetap laris selama bulan puasa. Buah-buahan ini tetap dicari oleh masyarakat pada saat berbuka puasa karena mengandung berbagai vitamin yang diperlukan tubuh agar tetap fit. Ada beberapa jenis buah yang laris menjelang buka puasa, yaitu timun suri, blewah, kolang-kaling, dan kurma.

Harga buah-buahan tersebut pada saat bulan puasa menjadi meningkat karena banyak orang yang mencari buah-buahan tersebut. Harga buah-buahan yang naik di pasaran saat bulan puasa sekarang ini, misalnya  timun suri menjadi Rp 5.000, buah blewah sekitar Rp 8.000, kolang kaling per kilogram menjadi Rp 10.000, dan kurma per kilogramnya senesar Rp 50.000.

Buah-buahan tersebut biasanya dinikmati saat berbuka puasa secara langsung atau dijadikan ke dalam minuman. Modal yang harus dikeluarkan untuk usaha buah-buah tidak cukup besar karena kebanyakan para pedagang langsung mengambil dari sumbernya, yaitu pemilik lahan buah-buahan.

7. Ketupat

 

Makanan pada saat bulan puasa hingga menjelang hari raya lebaran memang menjadi kebutuhan utama yang selalu laris untuk dijadikan peluang usaha. Jenis makanan berikutnya adalah ketupat yang biasa identik dengan ciri khas hari lebaran.

Ketupat yang menjadi simbol hari lebaran akan hadir menghiasi pasar-pasar maupun di berbagai pusat perbelanjaan. Bagi bisnis ketupat itu sendiri di pasaran dimulai sejak akhir bulan ramadan. Ibu-ibu yang sibuk mempersiapkan ketupat sebagai hidangan utama di hari Lebaran biasanya banyak yang tidak sempat membuat ketupat sendiri karena sibuk mempersiapkan hidangan lauk lainnya. Ini yang menjadi keuntungan para pembuat ketupat yang mendapat pesanan ketupat dalam jumlah yang baik.

Untuk modal dalam membuat ketupat itu sendiri disesuaikan dengan harga besar yang naik di pasaran mulai bulan Ramadhan. Oleh karena itu, harga ketupat menjadi naik sekitar dua kali lipat, dari harga Rp 1.000 per ketupat menjadi Rp 2.000.

 

 

8. Kembang Api

 

Bulan ramadan memang membawa berkah bagi setiap umat muslim dan memberikan keceriaan bagi yang merayakannya. Keceriaan pada malam-malam bulan puasa biasanya diwarnai oleh kembang api.

Perayaan kembang api ini juga akan semakin meriah pada saat malam takbiran, sehari sebelum Hari raya Lebaran, meskipun terkadang membawa musibah kebakaran apabila tidak berhati-hari memainkannya.

Perayaan kembang api ini dijadikan peluang oleh para pedagang-pedagang yang menjual berbagai jenis kembang api, mulai dari air mancur, petasan penyu, petasan kumbang, petasan kura-kura, dan petasan banting.

Harga yang ditawarkan oleh pedagang kembang api ini disesuaikan dengan jenis dan ukuran kembang api tersebut. Harganya berkisar antara Rp 5.000-50.000 per lusinnya.

Menurut pedagang kembang api, modal untuk membeli dagangan kembang api ini cukup besar bisa sekitar belasan juta. Kembang api ini biasa diambil langsung dari Kota yang kemudian akan dijual kembali di beberapa wilayah.

 

9. Parsel

 

Barang yang biasanya ditunggu-tunggu saat menjelang hari raya lebaran adalah kiriman parsel dari rekan-rekan. Parsel ini menjanjikan peluang yang cukup besar di hari raya, termasuk di hari lebaran. Meskipun, saat ini ada peraturan untuk menolak kiriman parsel yang diidentikan sebagai bentuk suap.

Bentuk parsel saat ini hadir dengan berbagai hiasan dan ini yang juga telah dirancang sedemikian rupa hingga menarik untuk dilihat. Saat ini parsel tidak hanya berisi makanan-makanan, tetapi juga bisa peralatan makan, perlengkapan sholat, hingga perhiasan.

Harga yang dipatok untuk berbagai macam parsel ini tentunya disesuaikan dengan ukuran dan isi parsel yang ada di dalamnya. Harga dimulai dari Rp 200.000 yang berisi makanan-makanan dengan ukuran yang kecil sampai dengan Rp 700.000 yang berukuran besar.

Sementara parsel yang berisi perlengkapan makan bisa dipatok dengan harga Rp 750.000-1,5 juta. Parsel yang memuat perlengkapan salat bisa lebih mahal lagi, yaitu berkisar lebih dari Rp 1 juta.

 

10. Rental Mobil

 

Tujuan dari merayakan hari raya kemenangan setelah bulan puasa bagi kaum urban adalah bisa bertemu kembali dengan seluruh kerabat-kerabatnya. Inilah saat yang ditunggu-tunggu oleh seluruh masyarakat untuk bisa bertemu dengan keluarga tercinta.

Ada banyak alternatif yang ingin kembali ke kampung halamannya, yaitu dengan pesawat terbang, kereta api, kapal laut, bis umum, motor, dan mobil. Kendaraan mobil inilah yang diminati masyarakat untuk bisa mengendarai kendaraan ini ke kampung halamannya dengan rasa bangga dan bisa memuat anggota keluarganya dalam jumlah yang banyak.

Namun, sayangnya tidak semua orang yang ingin pulang ke kampung memiliki kendaraan pribadi. Jasa penyewaan rental mobil inilah yang menjadi solusi mereka yang tidak memiliki kendaraan pribadi untuk tetap bisa membawa anggota keluarganya ke kampung.

Mobil yang disewakan oleh perusahaan jasa rental ini juga ada berbagai macam tipe, seperti Avanza, Inova, Alphard, dan Camry yang biasanya paling banyak diminati. Pada liburan hari raya lebaran ini biasanya orang-orang akan menyewa mobil tersebut selama beberapa hari.

Harga penyewaan mobil tersebut per harinya biasanya sekitar Rp 300.000, akan tetapi untuk hari raya lebaran ini bisa melonjak menjadi Rp 500.000 per harinya. Keuntungan yang didapatkan oleh perusahaan rental mobil ini biasanya bisa dibilang cukup besar, meskipun modal yang dikeluarkan juga tentunya sangat besar.