Program mahasiswa Wirausaha di Universitas Brawijaya mengalami pasang surut peminat dan anggaran yang disediakan untuk kegiatan kewirausahaan mahasiswa , sejak program mahasiswa wirausaha digulirkan tahun 2009 peminat mahasisawa wirausaha mencapai 100 proposal usaha yang terbagi dalam kelompok dan perorangan .Hasil seleksi proposal  yang berhasil lolos didanai 67 proposal usaha dengan dana hibah sebesar Rp. 700.000.000., yang terbagi dalam usaha souvenir, makanan dan minuman , jasa dan agrokomplek.

Pada tahun 2010 jumlah yang mengajukan usaha lewat Program Mahasiswa Wirausaha mengalami kenaikan yang sangat signifikan yaitu sebesar 249 proposal usaha memperubutkan dana hibah sebesar Rp. 1.50.000.000 , dari hasil seleksi dapat meloloskan 94 proposal usaha  dari berbagai Fakultas dilingkungan UB  baik usaha kelompok maupun perorangan.

Pada tahun 2011 jumlah peminat Program Mahasiswa Wirausaha tidak banyak mengalami perubahan  yaitu 250 proposal  dana yang diperebutkan sebesar Rp. 600.000.000mengalami penurunan disbanding tahun 2009 dan 2010, tahun 2011 jumlah anggaran yang diajukan maximal Rp. 8.000.000 baik untuk kelompok maupun perorangan. Beda tahun 2009 dan 2010 anggaran untuk perorangan maximal Rp. 8000.000 dan kelompok dapat mencapai Rp. 40.000.000. Minimnya dana membuat pihak Rektorat membuat kebijaksanaan dengan menambah dana yang bersumber dari PNBP Rp. 200.000.000 sehingga dana yang dihibahkan ke mahasiswa mencapai Rp. 800.000.000. Hasil seleksi menghasilkan 101 proposal yang didanai dari APBN dan 42 yang didanai PNBP  sehingga total yang didanai mencapai 143 proposal .

Pada tahun 2012 ini dana yang dikucurkan untuk Program Mahasiswa Wirausaha mengalami penurunan dan pada tahun 2012 ini dananya bukan hibah lagi tetapi merupakan dana bergulir  yang harus dikembalikan oleh mahasiswa dalam waktu tertentu, bentuk usaha bersifat perorangan sedangkan yang berkelompok anggota kelompoknya sebagai staf usaha tetapi yang bertanggung jawab tetap satu orang. Tahun 2012 mahasiswa yang mengajukan proposal mencapai 227 propsal setelah dilakukan seleksi administrasi menyisahkan 120 proposal yang lolos seleksi administrasi . 120 mahasiswa inlah yang mengikuti pelatihan pembekalan kewirausahaan selama 2 hari dengan pemateri terdiri dari dosen UB, alumni PMW yang sukses , Perbankan dan dari Himpunan Pengusaha Muda ( HIPMI ) cabang Malang  . Ide bisnis mahasiswa sangat kreatif dan inovatif namun dari tahun ketahun mahasiswa mengalami hambatan atau disektor pemasaran , dalam laopran perkembangan usaha mahasiswa selain persolan klasik yaitu tempat usaha dan pemasaran. Sehingga ide kreatif dan inovatif itu hilang begitu saja karena kelemahan ini Saat ini masih banyak orang salah paham untuk menjadi penggelut kewirausahawan apalagi para pemula. Banyak dari pekerja berwirausaha dalam skala Usaha Kecil Menengah (UKM) hanya berpikir untuk mengembangkan barang yang kreatif dan baru untuk dipasarkan, tapi tidak memikirkan pemasarannya.
Berikut ini gagasan sederhana dari pakar marketing Tung Desem Waringin, soal bagaimana nilai tambah akan membuat perusahaan Anda terus berkembang dan dapat bertahan di bandingkan perusahaan kompetitor.

Menurut Tung hal ini telah di buktikan dan diterapkan oleh perusahaan-perusahaan besar di dunia seperti Jhonson n Jhonson.

Berikut ulasan singkat Tung Desem:

Dalam bisnis ini kita harus selalu mempunyai nilai tambah, sebetulnya nilai tambah itu secara garis besar di bagi tiga. Anda hanya bisa ambil dua, jarang sekali Anda bisa tiga tiganya.

Ini saya ambil dan belajar dari Michael Tracy bagaimana “Double Digit Growth”. Ini buku yang sangat bagus dan bagaimana kita tumbuh dua kali lipat.

Beliau cerita tentang IBM dan perusahaan yang tumbuhnya cuma dua sekian persen tapi ada juga yang 11% dan 20%, dan terus tumbuh.

Dan ada Jhonson n Jhonson yang tumbuh selama 59 tahun bisnisnya terus tumbuh dan tumbuh terus. Dan saya pun masih terus harus belajar, disini dikatakan oleh Michael Tracy ada tiga keunggulan bisnis.

Ketiga keuntungan bisnis dalam membuat nilai tambah tersebut adalah :

1. Murah, Anda dengan biaya operasional yang paling efektif dan efisien Anda bisa mendapat harga yang murah. Bisa seperti toko buku saya, satu keunggulannya adalah murah, parkir gratis dan segala macam yang lainnya.

2. Unggul dalam mutu produk-produk Anda, dahsyat luar biasa , mutunya lebih baik di banding yang lain.

3. Servis atau pelayanannya, Hanya tiga menurut dia dan servis itu termasuk kecepatan.

Semoga bermanfaat, Saya Tung Desem Waringin mengucapkan salam dahsyat!
Pengusaha kawakan Bob Sadino pernah memberikan kiat sederhana bagi seorang pemula yang ingin memulai bisnis. Ternyata kuncinya sangat simple, namun pelaksanaanya tak mudah.

Menurut Bob banyak orang akhirnya tak memulai-mulai usaha walaupun sudah memiliki modal uang. Menurutnya setidaknya ada tiga hal penghalang utama seseorang memulai usaha, yaitu terlalu banyak rencana, menunggu moment yang pas, dan takut menghadapi risiko bisnis.

Terkait dengan risiko, menurutnya bisnis hanya bisa dijalankan bila ada keberanian menerima risiko. Intinya yang paling penting, hilangkan rasa takut, jangan takut. Seseorang tidak mungkin memulai bisnis bila dia tidak memiliki kemauan yang kuat, tekad, berani mengambil peluang, tahan banting, dan tidak lupa untuk bersyukur dan ikhlas.

Terkait hal tadi, berikut ini ulasan singkat mengenai menakar risiko bagi pemula untuk memulai bisnis. Kali ini motivator marketing ternama Tung Desem Waringin mencoba memberikan poin-poin penting bagi anda yang ingin memulai bisnis.

Bagaimana menimbang risiko dalam memulai bisnis?

Dalam memulai suatu Bisnis, yang paling menghambat seseorang bukan modal ataupun ilmu tetapi adalah rasa takut menghadapi risiko. Apabila kita mau memulai bisnis harus belajar yang namanya menimbang risiko, dimana kita dapat tahu dan menilai berapa besar resiko yang akan kita hadapi ketika memulai bisnis tersebut.

Sering kali seseorang ingin memulai bisnis, yang menghambat mereka bukan karena kurang ilmunya, pengetahuan, atau bahkan kurang modal, melainkan rasa takut. Rasa takut yang menghambat mereka untuk memulai bisnis, kalau kita mau mulai belajar bisnis alangkah baiknya kita mengenal satu yang namanya ‘risiko’.

Risiko dengan beresiko adalah berbeda, Perbedaan risiko dan berisiko adalah risiko ada 2 unsur, yaitu: pertama besar kecil kemungkinan terjadinya, yang kedua adalah besar kecil akibatnya, bisa itu positif atau negatif.

Sedangkan berisiko apabila kita sudah menimbang risikonya, yaitu besar kecil kemungkinan terjadinya besar kecil akibat negative dan positifnya. Ternyata risikonya tidak bisa kita terima, berarti bisnis tersebut beresiko.