Dalam haditsnya Nabi Muhammad saw meyebut puasa sebagai pintu ibadah. Nabi bersabda

لكل شيء باب وباب العبادة الصوم أخرجه ابن المبارك في الزهد ، ومن طريقه أبو الشيخ في الثواب من حديث أبي الدرداء

Segala sesuatu ada dipintu masuknya, dan pintu ibadah adalah puasa. Hal ini menimbang penting dan kegunaan ibadah puasa ini, maka ia kerap diberlakukan sebagai ibadah terapis sebagai penangkal tumbuh liarnya nafsu syahwat libido

Dalam sebuah kitab diceritakan ketika Alloh menciptakan akal, maka dipanggillah akal dan ditanya oleh Alloh Sipa Saya akal menjawan Engkau adalah Alloh Tuhanku yang Maha Kuasa, sedangkan aku adalah hambamu yang lemah, selanjutnya Alloh memanggil nafsu,maka nafupun ditanya seperti yang ditanyakan pada akal tapi nafsu menjawab Saya dalah saya dang kamu adalah kamu, maka dihukumlah nafsu ke neraka jahanam selama seratus tahun kemudian diangkat dan ditanya lagi tetapi jawabannya sama seperti jawaban semula, akhirnya dimasukkan ke neraka lapar selama seratus tahun kemudian diangkat kembali dan ditanya seperti semula akhirnya nafsu menjawab Engkau adalah Alloh Tuhanku Yang Maha Kuasa dan aku adalah hambamu yang lemah.

Nabi Muhammad bersabda : “ Sesungguhnya setan itu menyusuri putra Adam, sebagaimana aliran darah, maka sempitkan alirannya dengan lapar.” Dengan hadits ini, kita dapat memahami makna hakikat hadits Nabi yang diriwayatkan Abu Hurairah bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda : “Apabila bulan Ramadan tiba, pintu-pintu surga dibuka dan pintu-pintu neraka ditutup. Setan-setan dibelenggu. Maka berserulah seorang penyeru : “Hai siapa yang menginginkan kebaikan datanglah! Dan siapa yang ingin (melakukan) kejahatan, cegahlah dirimu! (H.R. Turmidzi, Ibnu Majah dan Al-Hakim) Dalam telaah Sayyid Haidar Al-Amuly misalnya, penulis kitab Asrararus Syariah wa Athwarul Thariqah wa Anwarul Haqiqah, puasa disebut sebagai pintu ibadah dikarenakan ia berfungsi terhadap dua hal. Pertama, puasa dapat mencegah sesuatu yang dilarang agama dan kedua, puasa adalah bentuk penyerangan terhadap godaan setan.

Apakah perubahan yang telah kita rasakan? Adakah perubahan itu begitu jelas menjelma dalam amal-amal yang kit lakukan? atau kita hanya merasa lapar dan kehausan saja, tanpa ada perubahan? Pereubahan yang kita harapkan adalah perubahan karakter kita jauh dari kekerasan, egoisme , arogansi dan inkonstitusonal.

Puasa dapat membantu penyelesaian  masalah sosial dan kebangsaaan yaitu dapat menciptakan  liyundziru qaumahum (membangun masyarakat) yakni membentuk kepribadian dan mengedepankan akhlakhul karimah dalam segala persoalan

Dalam kaitan dengan masalah masyarakat, puasa diharapkan dapat terciptanya pertama   pembangunan mental-spiritual, pembentukan kepribadian atau karakter masyarakat (character building) ini sangat penting agar lahir kader orang-orang  atau masyarakat yang memiliki sikap, memiliki ketegasan, memiliki prinsip serta memiliki tanggung jawab baik terhadap Tuhan dan terhadap sesama manusia dan terhadap bangsa dan Negara.
kedua  adalah criticism buiding (membangun sikap kritis), ini sesuai dengan prinsip amar ma’ruf nahi munkar. menerapkan prinsip amar ma’ruf nahi munkar sendiri perlu menggunakan etika.

Bahwa character building tersebut bukan tanpa metode, dan mekanisme yang sesuai dengan tatanan kehidupan masyarakat. Allah swt pun telah mengajarkan bagaimana kita seharusnya melakukan character building, sebagai berikut:

ادع إلى سبيل ربك بالحكمة والموعظة الحسنة وجادلهم بالتي هي أحسن إن ربك هو أعلم بمن ضل عن سبيله وهو أعلم بالمهتدين

Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. (Q.S: An-Nahl: 125)

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الأَمْرِ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ

Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma’afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu (urusan peperangan dan hal-hal duniawiyah lainnya, seperti urusan politik, ekonomi, kemasyarakatan dan lain-lainnya). Kemudian apabila kamu Telah membulatkan tekad, Maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya. (Q.S: Ali Imran: 159)

Mari kita intropeksi diri kita masing-masing apakah kita telah menemukan hikmah puasa ramadhan kali ini? Tentunya jawabnya ada pada diri kita masing-masing. Jangan sampai kita termasuk dalam golongan…

كَمْ مِنْ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ اِلاَّ الْجُوْعُ وَ الْعَطَشُ

“Betapa banyak orang-orang yang berpuasa tidak mendapatkan balasan kecuali lapar dan haus”.

Sementara tugas yang amat berat bagi kita   selain liyatafaqqahu fiddin, mengggali, merumuskan dan mengembangkan pemikiran keagamaan, tetapi juga memiliki tugas yang tidak kalah pentingnya dan bahkan sangat strategis yang berkaitan desngan masalah sosial dan kebangsaaan yaitu tugas liyundziru qaumahum (membangun masyarakat) yakni membentuk cracter building.

al-Qur’an dalam an-Nisa’ 36:

وَاعْبُدُواْ اللّهَ وَلاَ تُشْرِكُواْ بِهِ شَيْئاً وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَاناً وَبِذِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَى وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالجَنبِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ إِنَّ اللّهَ لاَ يُحِبُّ مَن كَانَ مُخْتَالاً فَخُوراً

“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri”

Dari uraian ayat diatas bahwa menjalin hubungan dan menciptakan jejaring social  tidak kalah pentingnya dengan men-tauhid-kan Allah swt. Jika berhubungan dengan-Nya (hablum minalllah)Allah swt hanya melarang kita agar tidak menyekutukan-Nya, sedangkan berhubungan dengan sesama manusia (hablum minan nas)Allah swt memerintahkan untuk berbuat baik kepada mereka semua.kita dituntut untuk berkarakter yang baik dengan menjauhkan segala bentuk arogansi. Menghindari kehancuran nilai-nilai social, yang membuat rusaknya sendi kehidupan. Character building dapat menuju meningkatkan iman dan taqwa dan senantiasa meningkatkan kwalitaskeimanan dan  ketakwaan kita pada Allah SWT, yang tidak lain adalah dengan menjalankan segala perintah-Nya dan meninggalkan segala larangan-Nya, karena dengan takwallah itulah manusia akan memperoleh kebahagian dan kemuliaan yang hakiki serta derajat yang tinggi di sisi Allah SWT.