PANDUAN PELAKSANAAN

LOMBA INOVASI BISNIS PEMUDA

TAHUN 2012

 

 

 

 

 

 

ASISTEN DEPUTI PENINGKATAN KREATIVITAS

DEPUTI BIDANG PEMBERDAYAAN PEMUDA

KEMENTERIAN PEMUDA DAN OLAHRAGA

REPUBLIK INDONESIA

 

SAMBUTAN

DEPUTI BIDANG PEMBERDAYAAN PEMUDA

DALAM RANGKA LOMBA INOVASI BISNIS PEMUDA

TAHUN 2012

 

 

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Salam Sejahtera bagi kita semua

 

Syukur alhamdulillah, kita panjatkan kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa yang senantiasa menganugerahkan kepada kita keberkahan, kenikmatan, kedamaian, kesejahteraan, dan kasih sayang di negeri kita ini, sehingga kita masih dapat menjalankan tugas-tugas yang menjadi tanggung jawab kita sebagai warga bangsa sekaligus bagian dari pengabdian kita demi kemaslahatan bangsa dan negara.

 

Pada tahun 2015, kita akan memasuki era baru Komunitas ASEAN yang meliputi komunitas keamanan, ekonomi dan sosial budaya. Dalam bentuk Komunitas ASEAN semacam ini, arus barang, jasa dan orang akan semakin leluasa sehingga hal itu adalah bagian dari tantangan sekaligus kesempatan ke depan bagi bangsa dan pemuda Indonesia. Dengan demikian, persaingan tidak lagi meliputi 240 juta masyarakat Indonesia, tetapi dengan 500 juta masyarakat ASEAN. Kita harus bisa berjaya dalam era baru tersebut, dan sekaligus tidak boleh kehilangan identitas diri ke-Indonesia.

 

Tatkala kita bicara tentang inovasi, biasanya bayangan kita adalah teknologi terbaru dan canggih, seperti internet, rekayasa genetika, teknologi NANO dan sebagainya apakah inovasi memang harus menyangkut penemuan teknologi terbaru..??

 

Josepha Schum Peter, mendefinisikan inovasi (innovation) sebagai proses pembuatan produk komersial dari suatu hasil ciptaan (invention). Sedangkan invention sendiri di definisikan sebagai proses atau proses baru. Jadi inovasi dapat melibatkan penciptaan teknologi baru maupun pengaplikasian teknologi yang sudah ada.

 

Jika kita bertanya inovasi macam apa yang dibutuhkan Indonesia, dapat kita jawab bahwa dibutuhkan secara mendesak. Inovasi yang mampu menciptakan proses dan produk pertanian yang lebih produktif namun lebih ramah lingkungan, serta inovasi dalam  produk olahan hasil alam dan inovasi yang sulit ditiru dan berpotensi besar adalah yang berbasis kekayaan intelektual, atau disebut industri kreatif.

 

Masa depan bangsa Indonesia tidak dapat digantungkan pada kekayaan alam semata, tetapi juga oleh kemampuan dalam menghasilkan inovasi yang mampu menciptakan proses dan produk pertanian yang lebih produktif namun ramah lingkungan, Inovasi dalam produk olahan hasil alam dan inovasi yang berbasis industri kreatif baik berupa penyempurnaan atau sesuatu yang sama sekali baru atas barang dan jasa dalam rangka memenuhi kebutuhan pasar nasional dan pasar dunia yang cenderung berubah dengan cepat.

 

Belum adanya suatu kebijakan yang komprehensif dalam menciptakan iklim yang kondusif bagi tumbuhnya budaya inovasi menjadi bagian integral dalam upaya untuk meningkatkan dan memelihara daya saing suatu negara. Meskipun kewirausahaan dan inovasi bukan hal yang sama, tetapi dalam perkembangan kewirausahaan mampu menggabungkan seluruh sumber-sumber daya usaha yang dibutuhkan seperti modal, manajemen, sumber daya manusia, strategis bisnis dan mentransformasikannya menjadi suatu produk baru yang inovatif. Inilah tantangan sekaligus peluang bagi kaum muda.

 

Kita menyadari sepenuhnya bahwa pengembangan suatu inovasi dari tahap premature hingga mencapai tahap komersialisasi memerlukan suatu proses panjang yang melibatkan dukungan prasarana seperti pembiayaan, sarana riset, kelembagaan dunia usaha (terkait) sebagai pemakai akhir. Oleh karenanya Lomba Inovasi Bisnis Pemuda 2012 hendaknya dilihat sebagai suatu titik awal dalam upaya mempromosikan budaya inovasi dikalangan kaum muda, merintis terciptanya hubungan yang saling menguntungkan antara inovator muda, lembagapembiayaan (dunia usaha) dan pada gilirannya perlindungan hukum sebagai hasil karya inovasi melalui Hak Kekayaan Intelektual (HKI) merupakan hal yang sangat penting.

 

Berangkat dari pemikiran tersebut, maka lomba Inovasi Bisnis Pemuda 2012 tidak hanya sekedar memilih atau memberi penghargaan kepada inovator muda Indonesia terbaik, tetapi mampu menumbuhkan kreativitas/inspirasi, motivasi dan keyakinan yang teguh bahwa tantangan baru yang kita hadapi terletak pada kemampuan kita dalam menggerakkan segenap potensi yang dimiliki generasi muda untuk meningkatkan daya saing Indonesia.

 

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

 

 

Jakarta,    Mei 2012

Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda

 

 

 

 

DR. H. Alfitra Salamm, APU


PRAKATA

ASISTEN DEPUTI PENINGKATAN

KREATIVITAS PEMUDA

 

 

Panduan pelaksanaan ini hanya sebagai acuan dalam penyelenggaraan kegiatan Lomba Inovasi Bisnis Pemuda Tahun 2012, agar berjalan sesuai dengan rambu-rambu dan persyaratan yang telah ditentukan untuk membentuk para pemuda kita menjadi pemuda yang kreatif, berjiwa wirausaha, kesukarelawan dan berdaya saing.

 

Panduan pelaksanaan kegiatan ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kami sangat terbuka untuk menerima kritik dan saran yang sifatnya membangun demi kesempurnaan diwaktu yang akan datang.

 

Akhirnya kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan ini, kami ucapkan banyak terima kasih dan semoga menjadi amal saleh di akherat nanti. Amin ya robal’alamin.

Asisten Deputi

Peningkatan Kreativitas Pemuda

Dra. Marheni Dyah K, M.Pd

 

DAFTAR ISI

 

SAMBUTAN DEPUTI BIDANG PEMBERDAYAAN PEMUDA…………………………………………………………….

ii

PRAKATA ASISTEN DEPUTI PENINGKATAN KREATIVITAS PEMUDA……………………………………..

vi

BAB I PENDAHULUAN……………………………………….

2

A. LATAR BELAKANG………………………………………..

2

B. DASAR KEGIATAN………………………………………..

6

C. TUJUAN LOMBA……………………………………………

7

D. TEMA……………………………………………………………

8

E. RUANG LINGKUP………………………………………….

8

BAB II PERSYARATAN PESERTA………………………

9

A. PERSYARATAN PESERTA……………………………..

9

B. MANFAAT LOMBA………………………………………….

10

BAB IIIKRITERIA PENILAIAN…………………………….

11

A. KONSEP PENILAIAN………………………………………

11

B. ASPEK PENILAIAN…………………………………………

11

C. INDIKATOR PENILAIAN…………………………………..

12

D. TAHAP PENILAIAN…………………………………………

13

E. STANDAR DAN SKORING PENILAIAN ……………..

14

BAB IV PENILAI DAN DEWAN JURI…………………….

17

A. TIM PENILAI…………………………………………………..

17

B. UNSUR DEWAN JURI……………………………………..

17

C. TUGAS DAN TANGGUNGJAWABDEWAN JURI…………………………………………………

18

BAB V PENGHARGAAN……………………………………..

19

BAB VI JADWAL DAN PENDAFTARAN……………….

20

BAB VII PENUTUP ……………………………………………..

22

 


BAB I

PENDAHULUAN

A.       LATAR BELAKANG

 

Inovasi menggerakkan dunia. Dengan kehadiran listrik, hidup menjadi lebih mudah. Mesin uap membuat berbagai macam industri berkembang dan menyediakan lapangan kerja secara massal. Kelahiran internet menjadikan dunia serasa tanpa batasan. Kini, inovasi kian menjadi kebutuhan yang mendesak, baik bagi suatu perusahaan maupun suatu negara. Mengapa?

  • Perdagangan bebas, serta rendahnya biaya komunikasi dan transportasi antarnegara, menyebabkan Indonesia bersaing semakin ketat dengan negara lain yang memiliki upah tenaga kerja lebih rendah atau keterampilan serta pendidikan yang lebih baik.
  • Penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi mengubah dunia lebih cepat dari sebelumnya. Pengembangan teknologi, energi hijau dan sebagainya membuka banyak peluang komersial bagi para entrepeneur.
  • Fenomena media abad 21, ketika komunikasi global berlangsung secara non-stop (24 jam/hari, 7 hari/minggu), memungkinkan informasi disebarkan ke seluruh dunia dengan segera termasuk fashion, ide, dan produk. Hal ini menyebabkan selera konsumen berubah dengan sangat cepat.

 

Dalam dunia yang semakin tanpa batas, perubahan menjadi semakin cepat dan berdampak besar bagi suatu perusahaan maupun negara. Akhir abad lalu, industri di Indonesia mampu bersaing secara internasional dengan adanya upah buruh yang rendah. Namun apakah kini kita masih mampu bersaing dengan China? Vietnam? Atau Malaysia?

 

Pertumbuhan, katahanan dan stabilitas ekonomi sebuah negara terkait erat dengan karakter para pelaku ekonomi. Wirausaha atau biasa disebut entrepreneur merupakan pelaku ekonomi yang sesungguhnya. Mereka adalah orang-orang yang berani mengambil resiko, kreatif dalam menggabungkan dan mengorganisasikan faktor-faktor produksi seperti manusia, ide, material, dan permodalan, untuk memperkenalkan proses atau produk baru.

 

Pemuda yang memfokuskan dirinya dalam pengembangan usaha sendiri merupakan minoritas di antara mainstream yang kebanyakan mereka hanya sebagai pencari kerja atau kaum pekerja. Pemuda yang terjun dalam dunia wirausaha adalah pemuda yang berani mengambil resiko atas waktu, uang dan tenaga. Mereka berkreasi memberikan nilai tambah terhadap sebuah produk secara langsung maupun dampak ikutan dari produk dan jasa yang dihasilkan.

 

Yang dimaksud dengan inovasi di sini adalah kegiatan penelitian, pengembangan dan/atau perekayasaan yang bertujuan mengembangkan penerapan praktis nilai dan konteks ilmu pengetahuan yang baru, atau cara baru untuk menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah ada ke dalam produk atau proses produksi (UU No. 18 Tahun 2002 tentang Sistem Nasional Penelitian Pengembangan dan Penerapan IPTEK).

 

Inovasi bisnis adalah suatu bentuk kreativitas yang bertujuan untuk mengembangkan bisnis mencakup : proses, produk, kemasan, metode dan sistem pemasaran yang berorientasi pada meningkatnya nilai tambah ekonomi.

 

Inovasi bisnis merupakan pembaharuan bisnis yang mencakup : proses, produk, kemasan, metode dan sistem pemasaran di dalam prosesnya dilakukan dengan penelitian dan pengamatan, analisa atau pengkajian untuk mencapai tujuan dengan inovasi tersebut.

 

Inovasi dimaksud dalam lomba ini adalah pengembangan dan/atau perekayasaan yang bertujuan untuk mengadakan pembaharuan (novelty). Yang dimaksud pembaharuan melalui inovasi bisnis tersebut dapat mencakup seluruh daya usaha antara lain dalam bahan baku, peralatan, permesinan, proses produksi, produk, kemasan.

 

Lomba Inovasi Bisnis Pemuda yang diprakarsai dan dilaksanakan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga adalah sebuah proses apresiasi kepada pemuda yang melaksanakan kegiatan usaha. Lomba inovasi bisnis ini memberikan penghargaan bagi peserta pemenang peringkat satu, dua dan tiga dengan harapan usaha yang dilakukan dapat bertahan, berkembang dan berkelanjutan.

 

B.   DASAR KEGIATAN

  1. Undang-undang No. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara;
  2. Undang-undang No. 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional;
  3. Undang-undang No. 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara;
  4. Undang-undang No. 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan;
  5. Peraturan Pemerintah No. 5 Tahun 2012 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2012-2014;
  6. Peraturan Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Nomor PER-013/MENPORA/II/2007 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara pemuda dan Olahraga.

 

C.       TUJUAN LOMBA

  1. Memotivasi pemuda untuk memiliki kebanggaan terhadap dunia wirausaha sebagai bahan pilihan utama dalam mewujudkan kemandiriannya, yang akan berdampak pada terciptanya lapangan kerja, baik bagi diri sendiri maupun orang lain.
  2. Menemukan wirausaha muda yang melaksanakan inovasi bisnis terkait dengan proses, produk, permodalan, peralatan, bahan baku, tenaga kerja, kemasan, dan jaringan pemasaran.
  3. Mendorong wirausaha muda untuk menumbuhkan semangat mengembangkan sistem inovasi bisnis berbasis potensi lokal.
  4. Memberikan penghargaan kepada pemuda yang melakukan inovasi bisnis terbaik.

 

D.       TEMA

”Dengan Kreativitas – Inovasi Kita Tingkatkan Pemuda yang Maju, Kompetitif dan Berdaya Saing di Komunitas ASEAN”

 

E.        RUANG LINGKUP

Lomba inovasi bisnis ini memberikan kesempatan kepada pemuda yang melaksanakan kegiatan inovasi bisnis di berbagai bidang usaha.

 

BAB II

PERSYARATAN PESERTA

 

A.  PERSYARATAN PESERTA

  1. Warga Negara Indonesia, perorangan maupun kelompok, berusia 16 sampai 30 tahun;

2.Wirausaha yang masih aktif;

3.Memiliki kebaharuan dalam inovasi bisnis;

4.Karya inovasi bisnis belum pernah menjadi pemenang pertama, kedua dan ketiga di tingkat nasional;

  1. Menyerahkan data terkait dengan inovasi bisnis yang dilakukannya;
  2. Bisnis yang dijalankan tidak melanggar norma dan hukum berlaku;
  3. Karya Inovasi bisnis adalah milik sendiri/kelompok (dibuktikan dengan surat pernyataan di atas materai)

 

B.  MANFAAT LOMBA

 

  1.                         1.      Tumbuhnya inovasi pada tataran bisnis yang dijalankan pemuda sesuai dengan tuntutan kompetisi bisnis tingkat lokal, regional, global;
  2.                         2.      Tumbuh kembangnya wirausaha pemuda yang mandiri;
  3.                         3.      Memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan dan penguatan ekonomi nasional;
  4.                         4.      Terjadinya proses pembelajaran bisnis bagi pemuda dan masyarakat;
  5.                         5.      Apresiasi terhadap pemuda pelaku bisnis yang inovatif.

 

BAB III

KRITERIA PENILAIAN

 

  1. A.       KONSEP PENILAIAN

Penilaian dalam Lomba Inovasi Bisnis Pemuda 2012 dilakukan dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Hasil penilaian berupa skor atas variabel-variabel penilaian yang kemudian dirangking. Variabel tersebut meliputi variabel inovasi, variabel bisnis, variabel sosial. Hasil terbaik akan dipanggil sebagai nominator yang kemudian dinilai kembali melalui proses penjurian dalam aspek kualitatif.

 

  1. B.       ASPEK PENILAIAN

Lomba Inovasi Bisnis Pemuda 2012 memfokuskan penilaian pada aspek :

  1. Inovasi yang dikembangkan dan dilaksanakan dengan serangkaian indikator penilaian;
  2. Bisnis yang dilakukan dalam bidang yang relevan dengan serangkaian indikator penilaian;
  3. Dampak peningkatan nilai ekonomi dan sosial masyarakat sebagai sasaran utama inovasi bisnis pemuda, baik secara lokal, regional, nasional dan internasional dengan serangkaian indikator penilaian.

 

  1. C.       INDIKATOR PENILAIAN

Penilaian dalam lomba inovasi bisnis ini memiliki indikator :

  1. Kebaharuan sebagai karakter inovasi bisnis;
  2. Tingkat pemanfaatan teknologi;
  3. Tingkat kerumitan;
  4. Tingkat kesulitan;
  5. Nilai inovasi bisnis yang bermanfaat bagi masyarakat;
  6. Prospek pasar yang baik;
  7. Stimulator perkembangan ekonomi masyarakat;
  8. Pendongkrak tumbuhnya perekonomian masyarakat;
  9. Keseimbangan inovasi dengan dampak pengembangan hasil;
  10. Peningkatan nilai tambah.

 

D.       TAHAP PENILAIAN

Proses penilaian dalam Lomba Inovasi Bisnis Pemuda dilakukan melalui tiga tahap, yaitu tahap penilaian administrasi dan dokumen, tahap penilaian substansi, tahap verifikasi lapangan dan tahap penilaian akhir.

  1. Tahap Penilaian Administrasi dan Dokumen

Tahap Penilaian Administrasi dan dokumen dilakukan dengan cara mengecek kelengkapan persyaratan administrasi dan dokumen yang ditetapkan.

 

  1. Tahap Penilaian Substansi

Tahap Penilaian Substansi dilakukan dengan menguji isi proposal berdasarkan aspek dan indikator yang telah ditetapkan

  1. Tahap Verifikasi Lapangan

Tahap verifikasi lapangan dilakukan dengan melakukan pengamatan langsung kepada peserta yang lulus seleksi tahap administrasi dan substansi di tempat inovasi bisnis dilakukan.

  1. Tahap Penilaian Akhir

Tahap penilaian akhir dilakukan dengan menghadirkan 10 nominator pemenang yang lulus verifikasi lapangan untuk dilakukan pengujian secara langsung oleh Dewan juri. Penilaian dilakukan dengan cara presentasi dan wawancara, selanjutnya ditetapkan sebagai pemenang pertama, kedua dan ketiga

 

E.        STANDAR DAN SKORING PENILAIAN

  1. Standar penilaian dilakukan dengan tahapan-tahapan sebagai berikut :
    1. Tahap pertama dilakukan pengujian persyaratan sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan dengan sistem gugur.
    2. Tahap kedua dilakukan penilaian dengan skala skor 0 – 100 disesuaikan dengan nilai pembobotan untuk setiap aspeknya.
    3. Tahap ketiga dilakukan penilaian kesesuaian atas isi proposal yang dikembangkan dengan realitas yang terjadi di lapangan dengan sistem gugur. Pada tahap ini ditetapkan 10 nominator untuk mengikuti tahap penilaian akhir.
    4. Penilaian tahap keempat dilakukan melalui penskoran dengan skala 0 – 100 untuk disusun rangking, yang kemudian ditetapkan pemenang pertama, kedua, dan ketiga berdasarkan posisi rangking tertinggi.

 

 

 

  1. Skoring dan pembobotan aspek

ASPEK

SKOR

BOBOT

Inovasi

0 – 100

60 %

Bisnis

0 – 100

25 %

Dampak

0 – 100

15 %

 

 

BAB IV

TIM PENILAI DAN DEWAN JURI

 

  1. A.       TIM PENILAI

Tim penilai adalah kelompok penilai pada tahapan administrasi, substansi dan verifikasi lapangan. Unsur tim penilai adalah perwakilan dari Kemenpora dan para pakar yang ditetapkan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga.

 

  1. B.       UNSUR DEWA JURI
    1. Akademisi;
    2. Perbankan;
    3. Kemenpora;
    4. BPPT/LIPI;
    5. Asosiasi Pengusaha;
    6. Ditjen HAKI (Hak Atas Karya Intelektual);
    7. PERS/Media;
    8. KIN.

 

 

  1. C.       TUGAS DAN TANGGUNGJAWAB DEWAN JURI :
  • Melaksanakan penilaian berdasarkan format penilaian dalam buku panduan;
  • Melakukan wawancara dalam presentasi untuk memberikan penilaian;
  • Menetapkan pemenang;
  • Menandatangani berita acara hasil penjurian;
  • Melaporkan hasil penilaian kepada penanggungjawab kegiatan.

 

BAB V

PENGHARGAAN

 

Setiap peserta Lomba Inovasi Bisnis Pemuda 2012 yang masuk nominator akan menerima penghargaan dari Menteri Negara Pemuda dan Olahraga, yaitu :

Penghargaan dalam bentuk uang tunai diserahkan kepada pemenang pertama, kedua, dan ketiga sesuai dengan nominal yang telah ditetapkan ditambah dengan sertifikat dan plakat. Bagi 7 (tujuh) nominator diberikan penghargaan dalam bentuk sertifikat dan dana peningkatan usaha sebesar yang telah ditetapkan oleh Kemenpora.

 

BAB VI

JADWAL DAN PENDAFTARAN

 

A.     JADWAL LOMBA INOVASI BISNIS PEMUDA

No

Uraian

Agst

Sept

Okt

Nov

1

Penyusunan Pedoman  v

2

Sosialisasi Lomba  v  v

3

Pendaftaran  v  v

4

Seleksi berkas  v  v

5

Penilaian  V

6

Penetapan Pemenang Lomba  V

7

Pemberian Penghargaan  V

8

Laporan pertanggungjawaban  V

B.       WAKTU DAN TEMPAT PENDAFTARAN

  1. Waktu Pendaftaran

Pendaftaran peserta tanggal 15 Agustus – 24 September 2012

 

 

  1. Tempat Pendaftaran

Asisten Deputi Peningkatan Kreativitas Pemuda

Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda

Kementerian Pemuda dan Olahraga

Jl. Gerbang Pemuda No. 3 Senayan – Jakarta Pusat

Telp/Fax : (021) 5738152

Website : www.kemenpora.go.id

Email : risdiamon@yahoo.com

Contact Person : Risdiamon, SE, MM :

0818 740 665

 

BAB VII

PENUTUP

 

Semoga Buku Pedoman Lomba Inovasi Bisnis Pemuda 2012 ini dapat menjadi acuan bagi penyelenggara dan peserta dalam penyelenggaraan Lomba Inovasi Bisnis Pemuda ini.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PANDUAN PELAKSANAAN

LOMBA INOVASI BISNIS PEMUDA

TAHUN 2012

 

 

 

 

 

 

ASISTEN DEPUTI PENINGKATAN KREATIVITAS

DEPUTI BIDANG PEMBERDAYAAN PEMUDA

KEMENTERIAN PEMUDA DAN OLAHRAGA

REPUBLIK INDONESIA

 

SAMBUTAN

DEPUTI BIDANG PEMBERDAYAAN PEMUDA

DALAM RANGKA LOMBA INOVASI BISNIS PEMUDA

TAHUN 2012

 

 

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Salam Sejahtera bagi kita semua

 

Syukur alhamdulillah, kita panjatkan kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa yang senantiasa menganugerahkan kepada kita keberkahan, kenikmatan, kedamaian, kesejahteraan, dan kasih sayang di negeri kita ini, sehingga kita masih dapat menjalankan tugas-tugas yang menjadi tanggung jawab kita sebagai warga bangsa sekaligus bagian dari pengabdian kita demi kemaslahatan bangsa dan negara.

 

Pada tahun 2015, kita akan memasuki era baru Komunitas ASEAN yang meliputi komunitas keamanan, ekonomi dan sosial budaya. Dalam bentuk Komunitas ASEAN semacam ini, arus barang, jasa dan orang akan semakin leluasa sehingga hal itu adalah bagian dari tantangan sekaligus kesempatan ke depan bagi bangsa dan pemuda Indonesia. Dengan demikian, persaingan tidak lagi meliputi 240 juta masyarakat Indonesia, tetapi dengan 500 juta masyarakat ASEAN. Kita harus bisa berjaya dalam era baru tersebut, dan sekaligus tidak boleh kehilangan identitas diri ke-Indonesia.

 

Tatkala kita bicara tentang inovasi, biasanya bayangan kita adalah teknologi terbaru dan canggih, seperti internet, rekayasa genetika, teknologi NANO dan sebagainya apakah inovasi memang harus menyangkut penemuan teknologi terbaru..??

 

Josepha Schum Peter, mendefinisikan inovasi (innovation) sebagai proses pembuatan produk komersial dari suatu hasil ciptaan (invention). Sedangkan invention sendiri di definisikan sebagai proses atau proses baru. Jadi inovasi dapat melibatkan penciptaan teknologi baru maupun pengaplikasian teknologi yang sudah ada.

 

Jika kita bertanya inovasi macam apa yang dibutuhkan Indonesia, dapat kita jawab bahwa dibutuhkan secara mendesak. Inovasi yang mampu menciptakan proses dan produk pertanian yang lebih produktif namun lebih ramah lingkungan, serta inovasi dalam  produk olahan hasil alam dan inovasi yang sulit ditiru dan berpotensi besar adalah yang berbasis kekayaan intelektual, atau disebut industri kreatif.

 

Masa depan bangsa Indonesia tidak dapat digantungkan pada kekayaan alam semata, tetapi juga oleh kemampuan dalam menghasilkan inovasi yang mampu menciptakan proses dan produk pertanian yang lebih produktif namun ramah lingkungan, Inovasi dalam produk olahan hasil alam dan inovasi yang berbasis industri kreatif baik berupa penyempurnaan atau sesuatu yang sama sekali baru atas barang dan jasa dalam rangka memenuhi kebutuhan pasar nasional dan pasar dunia yang cenderung berubah dengan cepat.

 

Belum adanya suatu kebijakan yang komprehensif dalam menciptakan iklim yang kondusif bagi tumbuhnya budaya inovasi menjadi bagian integral dalam upaya untuk meningkatkan dan memelihara daya saing suatu negara. Meskipun kewirausahaan dan inovasi bukan hal yang sama, tetapi dalam perkembangan kewirausahaan mampu menggabungkan seluruh sumber-sumber daya usaha yang dibutuhkan seperti modal, manajemen, sumber daya manusia, strategis bisnis dan mentransformasikannya menjadi suatu produk baru yang inovatif. Inilah tantangan sekaligus peluang bagi kaum muda.

 

Kita menyadari sepenuhnya bahwa pengembangan suatu inovasi dari tahap premature hingga mencapai tahap komersialisasi memerlukan suatu proses panjang yang melibatkan dukungan prasarana seperti pembiayaan, sarana riset, kelembagaan dunia usaha (terkait) sebagai pemakai akhir. Oleh karenanya Lomba Inovasi Bisnis Pemuda 2012 hendaknya dilihat sebagai suatu titik awal dalam upaya mempromosikan budaya inovasi dikalangan kaum muda, merintis terciptanya hubungan yang saling menguntungkan antara inovator muda, lembagapembiayaan (dunia usaha) dan pada gilirannya perlindungan hukum sebagai hasil karya inovasi melalui Hak Kekayaan Intelektual (HKI) merupakan hal yang sangat penting.

 

Berangkat dari pemikiran tersebut, maka lomba Inovasi Bisnis Pemuda 2012 tidak hanya sekedar memilih atau memberi penghargaan kepada inovator muda Indonesia terbaik, tetapi mampu menumbuhkan kreativitas/inspirasi, motivasi dan keyakinan yang teguh bahwa tantangan baru yang kita hadapi terletak pada kemampuan kita dalam menggerakkan segenap potensi yang dimiliki generasi muda untuk meningkatkan daya saing Indonesia.

 

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

 

 

Jakarta,    Mei 2012

Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda

 

 

 

 

DR. H. Alfitra Salamm, APU


PRAKATA

ASISTEN DEPUTI PENINGKATAN

KREATIVITAS PEMUDA

 

 

Panduan pelaksanaan ini hanya sebagai acuan dalam penyelenggaraan kegiatan Lomba Inovasi Bisnis Pemuda Tahun 2012, agar berjalan sesuai dengan rambu-rambu dan persyaratan yang telah ditentukan untuk membentuk para pemuda kita menjadi pemuda yang kreatif, berjiwa wirausaha, kesukarelawan dan berdaya saing.

 

Panduan pelaksanaan kegiatan ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kami sangat terbuka untuk menerima kritik dan saran yang sifatnya membangun demi kesempurnaan diwaktu yang akan datang.

 

Akhirnya kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan ini, kami ucapkan banyak terima kasih dan semoga menjadi amal saleh di akherat nanti. Amin ya robal’alamin.

Asisten Deputi

Peningkatan Kreativitas Pemuda

Dra. Marheni Dyah K, M.Pd

 

DAFTAR ISI

 

SAMBUTAN DEPUTI BIDANG PEMBERDAYAAN PEMUDA…………………………………………………………….

ii

PRAKATA ASISTEN DEPUTI PENINGKATAN KREATIVITAS PEMUDA……………………………………..

vi

BAB I PENDAHULUAN……………………………………….

2

A. LATAR BELAKANG………………………………………..

2

B. DASAR KEGIATAN………………………………………..

6

C. TUJUAN LOMBA……………………………………………

7

D. TEMA……………………………………………………………

8

E. RUANG LINGKUP………………………………………….

8

BAB II PERSYARATAN PESERTA………………………

9

A. PERSYARATAN PESERTA……………………………..

9

B. MANFAAT LOMBA………………………………………….

10

BAB IIIKRITERIA PENILAIAN…………………………….

11

A. KONSEP PENILAIAN………………………………………

11

B. ASPEK PENILAIAN…………………………………………

11

C. INDIKATOR PENILAIAN…………………………………..

12

D. TAHAP PENILAIAN…………………………………………

13

E. STANDAR DAN SKORING PENILAIAN ……………..

14

BAB IV PENILAI DAN DEWAN JURI…………………….

17

A. TIM PENILAI…………………………………………………..

17

B. UNSUR DEWAN JURI……………………………………..

17

C. TUGAS DAN TANGGUNGJAWAB

DEWAN JURI…………………………………………………

18

 

 BAB V PENGHARGAAN……………………………………..

19

 BAB VI JADWAL DAN PENDAFTARAN……………….

20

 BAB VII PENUTUP ……………………………………………..

22

 

 


BAB I

PENDAHULUAN

A.       LATAR BELAKANG

 

Inovasi menggerakkan dunia. Dengan kehadiran listrik, hidup menjadi lebih mudah. Mesin uap membuat berbagai macam industri berkembang dan menyediakan lapangan kerja secara massal. Kelahiran internet menjadikan dunia serasa tanpa batasan. Kini, inovasi kian menjadi kebutuhan yang mendesak, baik bagi suatu perusahaan maupun suatu negara. Mengapa?

  • Perdagangan bebas, serta rendahnya biaya komunikasi dan transportasi antarnegara, menyebabkan Indonesia bersaing semakin ketat dengan negara lain yang memiliki upah tenaga kerja lebih rendah atau keterampilan serta pendidikan yang lebih baik.
  • Penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi mengubah dunia lebih cepat dari sebelumnya. Pengembangan teknologi, energi hijau dan sebagainya membuka banyak peluang komersial bagi para entrepeneur.
  • Fenomena media abad 21, ketika komunikasi global berlangsung secara non-stop (24 jam/hari, 7 hari/minggu), memungkinkan informasi disebarkan ke seluruh dunia dengan segera termasuk fashion, ide, dan produk. Hal ini menyebabkan selera konsumen berubah dengan sangat cepat.

 

Dalam dunia yang semakin tanpa batas, perubahan menjadi semakin cepat dan berdampak besar bagi suatu perusahaan maupun negara. Akhir abad lalu, industri di Indonesia mampu bersaing secara internasional dengan adanya upah buruh yang rendah. Namun apakah kini kita masih mampu bersaing dengan China? Vietnam? Atau Malaysia?

 

Pertumbuhan, katahanan dan stabilitas ekonomi sebuah negara terkait erat dengan karakter para pelaku ekonomi. Wirausaha atau biasa disebut entrepreneur merupakan pelaku ekonomi yang sesungguhnya. Mereka adalah orang-orang yang berani mengambil resiko, kreatif dalam menggabungkan dan mengorganisasikan faktor-faktor produksi seperti manusia, ide, material, dan permodalan, untuk memperkenalkan proses atau produk baru.

 

Pemuda yang memfokuskan dirinya dalam pengembangan usaha sendiri merupakan minoritas di antara mainstream yang kebanyakan mereka hanya sebagai pencari kerja atau kaum pekerja. Pemuda yang terjun dalam dunia wirausaha adalah pemuda yang berani mengambil resiko atas waktu, uang dan tenaga. Mereka berkreasi memberikan nilai tambah terhadap sebuah produk secara langsung maupun dampak ikutan dari produk dan jasa yang dihasilkan.

 

Yang dimaksud dengan inovasi di sini adalah kegiatan penelitian, pengembangan dan/atau perekayasaan yang bertujuan mengembangkan penerapan praktis nilai dan konteks ilmu pengetahuan yang baru, atau cara baru untuk menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah ada ke dalam produk atau proses produksi (UU No. 18 Tahun 2002 tentang Sistem Nasional Penelitian Pengembangan dan Penerapan IPTEK).

 

Inovasi bisnis adalah suatu bentuk kreativitas yang bertujuan untuk mengembangkan bisnis mencakup : proses, produk, kemasan, metode dan sistem pemasaran yang berorientasi pada meningkatnya nilai tambah ekonomi.

 

Inovasi bisnis merupakan pembaharuan bisnis yang mencakup : proses, produk, kemasan, metode dan sistem pemasaran di dalam prosesnya dilakukan dengan penelitian dan pengamatan, analisa atau pengkajian untuk mencapai tujuan dengan inovasi tersebut.

 

Inovasi dimaksud dalam lomba ini adalah pengembangan dan/atau perekayasaan yang bertujuan untuk mengadakan pembaharuan (novelty). Yang dimaksud pembaharuan melalui inovasi bisnis tersebut dapat mencakup seluruh daya usaha antara lain dalam bahan baku, peralatan, permesinan, proses produksi, produk, kemasan.

 

Lomba Inovasi Bisnis Pemuda yang diprakarsai dan dilaksanakan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga adalah sebuah proses apresiasi kepada pemuda yang melaksanakan kegiatan usaha. Lomba inovasi bisnis ini memberikan penghargaan bagi peserta pemenang peringkat satu, dua dan tiga dengan harapan usaha yang dilakukan dapat bertahan, berkembang dan berkelanjutan.

 

B.   DASAR KEGIATAN

  1. Undang-undang No. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara;
  2. Undang-undang No. 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional;
  3. Undang-undang No. 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara;
  4. Undang-undang No. 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan;
  5. Peraturan Pemerintah No. 5 Tahun 2012 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2012-2014;
  6. Peraturan Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Nomor PER-013/MENPORA/II/2007 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara pemuda dan Olahraga.

 

C.       TUJUAN LOMBA

  1. Memotivasi pemuda untuk memiliki kebanggaan terhadap dunia wirausaha sebagai bahan pilihan utama dalam mewujudkan kemandiriannya, yang akan berdampak pada terciptanya lapangan kerja, baik bagi diri sendiri maupun orang lain.
  2. Menemukan wirausaha muda yang melaksanakan inovasi bisnis terkait dengan proses, produk, permodalan, peralatan, bahan baku, tenaga kerja, kemasan, dan jaringan pemasaran.
  3. Mendorong wirausaha muda untuk menumbuhkan semangat mengembangkan sistem inovasi bisnis berbasis potensi lokal.
  4. Memberikan penghargaan kepada pemuda yang melakukan inovasi bisnis terbaik.

 

D.       TEMA

”Dengan Kreativitas – Inovasi Kita Tingkatkan Pemuda yang Maju, Kompetitif dan Berdaya Saing di Komunitas ASEAN”

 

E.        RUANG LINGKUP

Lomba inovasi bisnis ini memberikan kesempatan kepada pemuda yang melaksanakan kegiatan inovasi bisnis di berbagai bidang usaha.

 

BAB II

PERSYARATAN PESERTA

 

A.  PERSYARATAN PESERTA

  1. Warga Negara Indonesia, perorangan maupun kelompok, berusia 16 sampai 30 tahun;

2.Wirausaha yang masih aktif;

3.Memiliki kebaharuan dalam inovasi bisnis;

4.Karya inovasi bisnis belum pernah menjadi pemenang pertama, kedua dan ketiga di tingkat nasional;

  1. Menyerahkan data terkait dengan inovasi bisnis yang dilakukannya;
  2. Bisnis yang dijalankan tidak melanggar norma dan hukum berlaku;
  3. Karya Inovasi bisnis adalah milik sendiri/kelompok (dibuktikan dengan surat pernyataan di atas materai)

 

B.  MANFAAT LOMBA

 

  1.                         1.      Tumbuhnya inovasi pada tataran bisnis yang dijalankan pemuda sesuai dengan tuntutan kompetisi bisnis tingkat lokal, regional, global;
  2.                         2.      Tumbuh kembangnya wirausaha pemuda yang mandiri;
  3.                         3.      Memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan dan penguatan ekonomi nasional;
  4.                         4.      Terjadinya proses pembelajaran bisnis bagi pemuda dan masyarakat;
  5.                         5.      Apresiasi terhadap pemuda pelaku bisnis yang inovatif.

 

BAB III

KRITERIA PENILAIAN

 

  1. A.       KONSEP PENILAIAN

Penilaian dalam Lomba Inovasi Bisnis Pemuda 2012 dilakukan dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Hasil penilaian berupa skor atas variabel-variabel penilaian yang kemudian dirangking. Variabel tersebut meliputi variabel inovasi, variabel bisnis, variabel sosial. Hasil terbaik akan dipanggil sebagai nominator yang kemudian dinilai kembali melalui proses penjurian dalam aspek kualitatif.

 

  1. B.       ASPEK PENILAIAN

Lomba Inovasi Bisnis Pemuda 2012 memfokuskan penilaian pada aspek :

  1. Inovasi yang dikembangkan dan dilaksanakan dengan serangkaian indikator penilaian;
  2. Bisnis yang dilakukan dalam bidang yang relevan dengan serangkaian indikator penilaian;
  3. Dampak peningkatan nilai ekonomi dan sosial masyarakat sebagai sasaran utama inovasi bisnis pemuda, baik secara lokal, regional, nasional dan internasional dengan serangkaian indikator penilaian.

 

  1. C.       INDIKATOR PENILAIAN

Penilaian dalam lomba inovasi bisnis ini memiliki indikator :

  1. Kebaharuan sebagai karakter inovasi bisnis;
  2. Tingkat pemanfaatan teknologi;
  3. Tingkat kerumitan;
  4. Tingkat kesulitan;
  5. Nilai inovasi bisnis yang bermanfaat bagi masyarakat;
  6. Prospek pasar yang baik;
  7. Stimulator perkembangan ekonomi masyarakat;
  8. Pendongkrak tumbuhnya perekonomian masyarakat;
  9. Keseimbangan inovasi dengan dampak pengembangan hasil;
  10. Peningkatan nilai tambah.

 

D.       TAHAP PENILAIAN

Proses penilaian dalam Lomba Inovasi Bisnis Pemuda dilakukan melalui tiga tahap, yaitu tahap penilaian administrasi dan dokumen, tahap penilaian substansi, tahap verifikasi lapangan dan tahap penilaian akhir.

  1. Tahap Penilaian Administrasi dan Dokumen

Tahap Penilaian Administrasi dan dokumen dilakukan dengan cara mengecek kelengkapan persyaratan administrasi dan dokumen yang ditetapkan.

 

  1. Tahap Penilaian Substansi

Tahap Penilaian Substansi dilakukan dengan menguji isi proposal berdasarkan aspek dan indikator yang telah ditetapkan

  1. Tahap Verifikasi Lapangan

Tahap verifikasi lapangan dilakukan dengan melakukan pengamatan langsung kepada peserta yang lulus seleksi tahap administrasi dan substansi di tempat inovasi bisnis dilakukan.

  1. Tahap Penilaian Akhir

Tahap penilaian akhir dilakukan dengan menghadirkan 10 nominator pemenang yang lulus verifikasi lapangan untuk dilakukan pengujian secara langsung oleh Dewan juri. Penilaian dilakukan dengan cara presentasi dan wawancara, selanjutnya ditetapkan sebagai pemenang pertama, kedua dan ketiga

 

E.        STANDAR DAN SKORING PENILAIAN

  1. Standar penilaian dilakukan dengan tahapan-tahapan sebagai berikut :
    1. Tahap pertama dilakukan pengujian persyaratan sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan dengan sistem gugur.
    2. Tahap kedua dilakukan penilaian dengan skala skor 0 – 100 disesuaikan dengan nilai pembobotan untuk setiap aspeknya.
    3. Tahap ketiga dilakukan penilaian kesesuaian atas isi proposal yang dikembangkan dengan realitas yang terjadi di lapangan dengan sistem gugur. Pada tahap ini ditetapkan 10 nominator untuk mengikuti tahap penilaian akhir.
    4. Penilaian tahap keempat dilakukan melalui penskoran dengan skala 0 – 100 untuk disusun rangking, yang kemudian ditetapkan pemenang pertama, kedua, dan ketiga berdasarkan posisi rangking tertinggi.

 

 

 

  1. Skoring dan pembobotan aspek

ASPEK

SKOR

BOBOT

Inovasi

0 – 100

60 %

Bisnis

0 – 100

25 %

Dampak

0 – 100

15 %

 

 

BAB IV

TIM PENILAI DAN DEWAN JURI

 

  1. A.       TIM PENILAI

Tim penilai adalah kelompok penilai pada tahapan administrasi, substansi dan verifikasi lapangan. Unsur tim penilai adalah perwakilan dari Kemenpora dan para pakar yang ditetapkan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga.

 

  1. B.       UNSUR DEWA JURI
    1. Akademisi;
    2. Perbankan;
    3. Kemenpora;
    4. BPPT/LIPI;
    5. Asosiasi Pengusaha;
    6. Ditjen HAKI (Hak Atas Karya Intelektual);
    7. PERS/Media;
    8. KIN.

 

 

  1. C.       TUGAS DAN TANGGUNGJAWAB DEWAN JURI :
  • Melaksanakan penilaian berdasarkan format penilaian dalam buku panduan;
  • Melakukan wawancara dalam presentasi untuk memberikan penilaian;
  • Menetapkan pemenang;
  • Menandatangani berita acara hasil penjurian;
  • Melaporkan hasil penilaian kepada penanggungjawab kegiatan.

 

BAB V

PENGHARGAAN

 

Setiap peserta Lomba Inovasi Bisnis Pemuda 2012 yang masuk nominator akan menerima penghargaan dari Menteri Negara Pemuda dan Olahraga, yaitu :

Penghargaan dalam bentuk uang tunai diserahkan kepada pemenang pertama, kedua, dan ketiga sesuai dengan nominal yang telah ditetapkan ditambah dengan sertifikat dan plakat. Bagi 7 (tujuh) nominator diberikan penghargaan dalam bentuk sertifikat dan dana peningkatan usaha sebesar yang telah ditetapkan oleh Kemenpora.

 

BAB VI

JADWAL DAN PENDAFTARAN

 

A.     JADWAL LOMBA INOVASI BISNIS PEMUDA

No

Uraian

Agst

Sept

Okt

Nov

1

Penyusunan Pedoman

2

Sosialisasi Lomba

3

Pendaftaran

4

Seleksi berkas

5

Penilaian

6

Penetapan Pemenang Lomba

7

Pemberian Penghargaan

8

Laporan pertanggungjawaban

B.       WAKTU DAN TEMPAT PENDAFTARAN

  1. Waktu Pendaftaran

Pendaftaran peserta tanggal 15 Agustus – 24 September 2012

 

 

  1. Tempat Pendaftaran

Asisten Deputi Peningkatan Kreativitas Pemuda

Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda

Kementerian Pemuda dan Olahraga

Jl. Gerbang Pemuda No. 3 Senayan – Jakarta Pusat

Telp/Fax : (021) 5738152

Website : www.kemenpora.go.id

Email : risdiamon@yahoo.com

Contact Person : Risdiamon, SE, MM :

0818 740 665

 

BAB VII

PENUTUP

 

Semoga Buku Pedoman Lomba Inovasi Bisnis Pemuda 2012 ini dapat menjadi acuan bagi penyelenggara dan peserta dalam penyelenggaraan Lomba Inovasi Bisnis Pemuda ini.

 

 

 

 

 

 

PANDUAN PELAKSANAAN

LOMBA INOVASI BISNIS PEMUDA

TAHUN 2012

 

 

 

 

 

 

ASISTEN DEPUTI PENINGKATAN KREATIVITAS

DEPUTI BIDANG PEMBERDAYAAN PEMUDA

KEMENTERIAN PEMUDA DAN OLAHRAGA

REPUBLIK INDONESIA

 

SAMBUTAN

DEPUTI BIDANG PEMBERDAYAAN PEMUDA

DALAM RANGKA LOMBA INOVASI BISNIS PEMUDA

TAHUN 2012

 

 

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Salam Sejahtera bagi kita semua

 

Syukur alhamdulillah, kita panjatkan kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa yang senantiasa menganugerahkan kepada kita keberkahan, kenikmatan, kedamaian, kesejahteraan, dan kasih sayang di negeri kita ini, sehingga kita masih dapat menjalankan tugas-tugas yang menjadi tanggung jawab kita sebagai warga bangsa sekaligus bagian dari pengabdian kita demi kemaslahatan bangsa dan negara.

 

Pada tahun 2015, kita akan memasuki era baru Komunitas ASEAN yang meliputi komunitas keamanan, ekonomi dan sosial budaya. Dalam bentuk Komunitas ASEAN semacam ini, arus barang, jasa dan orang akan semakin leluasa sehingga hal itu adalah bagian dari tantangan sekaligus kesempatan ke depan bagi bangsa dan pemuda Indonesia. Dengan demikian, persaingan tidak lagi meliputi 240 juta masyarakat Indonesia, tetapi dengan 500 juta masyarakat ASEAN. Kita harus bisa berjaya dalam era baru tersebut, dan sekaligus tidak boleh kehilangan identitas diri ke-Indonesia.

 

Tatkala kita bicara tentang inovasi, biasanya bayangan kita adalah teknologi terbaru dan canggih, seperti internet, rekayasa genetika, teknologi NANO dan sebagainya apakah inovasi memang harus menyangkut penemuan teknologi terbaru..??

 

Josepha Schum Peter, mendefinisikan inovasi (innovation) sebagai proses pembuatan produk komersial dari suatu hasil ciptaan (invention). Sedangkan invention sendiri di definisikan sebagai proses atau proses baru. Jadi inovasi dapat melibatkan penciptaan teknologi baru maupun pengaplikasian teknologi yang sudah ada.

 

Jika kita bertanya inovasi macam apa yang dibutuhkan Indonesia, dapat kita jawab bahwa dibutuhkan secara mendesak. Inovasi yang mampu menciptakan proses dan produk pertanian yang lebih produktif namun lebih ramah lingkungan, serta inovasi dalam  produk olahan hasil alam dan inovasi yang sulit ditiru dan berpotensi besar adalah yang berbasis kekayaan intelektual, atau disebut industri kreatif.

 

Masa depan bangsa Indonesia tidak dapat digantungkan pada kekayaan alam semata, tetapi juga oleh kemampuan dalam menghasilkan inovasi yang mampu menciptakan proses dan produk pertanian yang lebih produktif namun ramah lingkungan, Inovasi dalam produk olahan hasil alam dan inovasi yang berbasis industri kreatif baik berupa penyempurnaan atau sesuatu yang sama sekali baru atas barang dan jasa dalam rangka memenuhi kebutuhan pasar nasional dan pasar dunia yang cenderung berubah dengan cepat.

 

Belum adanya suatu kebijakan yang komprehensif dalam menciptakan iklim yang kondusif bagi tumbuhnya budaya inovasi menjadi bagian integral dalam upaya untuk meningkatkan dan memelihara daya saing suatu negara. Meskipun kewirausahaan dan inovasi bukan hal yang sama, tetapi dalam perkembangan kewirausahaan mampu menggabungkan seluruh sumber-sumber daya usaha yang dibutuhkan seperti modal, manajemen, sumber daya manusia, strategis bisnis dan mentransformasikannya menjadi suatu produk baru yang inovatif. Inilah tantangan sekaligus peluang bagi kaum muda.

 

Kita menyadari sepenuhnya bahwa pengembangan suatu inovasi dari tahap premature hingga mencapai tahap komersialisasi memerlukan suatu proses panjang yang melibatkan dukungan prasarana seperti pembiayaan, sarana riset, kelembagaan dunia usaha (terkait) sebagai pemakai akhir. Oleh karenanya Lomba Inovasi Bisnis Pemuda 2012 hendaknya dilihat sebagai suatu titik awal dalam upaya mempromosikan budaya inovasi dikalangan kaum muda, merintis terciptanya hubungan yang saling menguntungkan antara inovator muda, lembagapembiayaan (dunia usaha) dan pada gilirannya perlindungan hukum sebagai hasil karya inovasi melalui Hak Kekayaan Intelektual (HKI) merupakan hal yang sangat penting.

 

Berangkat dari pemikiran tersebut, maka lomba Inovasi Bisnis Pemuda 2012 tidak hanya sekedar memilih atau memberi penghargaan kepada inovator muda Indonesia terbaik, tetapi mampu menumbuhkan kreativitas/inspirasi, motivasi dan keyakinan yang teguh bahwa tantangan baru yang kita hadapi terletak pada kemampuan kita dalam menggerakkan segenap potensi yang dimiliki generasi muda untuk meningkatkan daya saing Indonesia.

 

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

 

 

Jakarta,    Mei 2012

Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda

 

 

 

 

DR. H. Alfitra Salamm, APU


PRAKATA

ASISTEN DEPUTI PENINGKATAN

KREATIVITAS PEMUDA

 

 

Panduan pelaksanaan ini hanya sebagai acuan dalam penyelenggaraan kegiatan Lomba Inovasi Bisnis Pemuda Tahun 2012, agar berjalan sesuai dengan rambu-rambu dan persyaratan yang telah ditentukan untuk membentuk para pemuda kita menjadi pemuda yang kreatif, berjiwa wirausaha, kesukarelawan dan berdaya saing.

 

Panduan pelaksanaan kegiatan ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kami sangat terbuka untuk menerima kritik dan saran yang sifatnya membangun demi kesempurnaan diwaktu yang akan datang.

 

Akhirnya kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan ini, kami ucapkan banyak terima kasih dan semoga menjadi amal saleh di akherat nanti. Amin ya robal’alamin.

Asisten Deputi

Peningkatan Kreativitas Pemuda

Dra. Marheni Dyah K, M.Pd

 

DAFTAR ISI

 

SAMBUTAN DEPUTI BIDANG PEMBERDAYAAN PEMUDA…………………………………………………………….

ii

PRAKATA ASISTEN DEPUTI PENINGKATAN KREATIVITAS PEMUDA……………………………………..

vi

BAB I PENDAHULUAN……………………………………….

2

A. LATAR BELAKANG………………………………………..

2

B. DASAR KEGIATAN………………………………………..

6

C. TUJUAN LOMBA……………………………………………

7

D. TEMA……………………………………………………………

8

E. RUANG LINGKUP………………………………………….

8

BAB II PERSYARATAN PESERTA………………………

9

A. PERSYARATAN PESERTA……………………………..

9

B. MANFAAT LOMBA………………………………………….

10

BAB IIIKRITERIA PENILAIAN…………………………….

11

A. KONSEP PENILAIAN………………………………………

11

B. ASPEK PENILAIAN…………………………………………

11

C. INDIKATOR PENILAIAN…………………………………..

12

D. TAHAP PENILAIAN…………………………………………

13

E. STANDAR DAN SKORING PENILAIAN ……………..

14

BAB IV PENILAI DAN DEWAN JURI…………………….

17

A. TIM PENILAI…………………………………………………..

17

B. UNSUR DEWAN JURI……………………………………..

17

C. TUGAS DAN TANGGUNGJAWAB

DEWAN JURI…………………………………………………

18

 

 BAB V PENGHARGAAN……………………………………..

19

 BAB VI JADWAL DAN PENDAFTARAN……………….

20

 BAB VII PENUTUP ……………………………………………..

22

 

 


BAB I

PENDAHULUAN

A.       LATAR BELAKANG

 

Inovasi menggerakkan dunia. Dengan kehadiran listrik, hidup menjadi lebih mudah. Mesin uap membuat berbagai macam industri berkembang dan menyediakan lapangan kerja secara massal. Kelahiran internet menjadikan dunia serasa tanpa batasan. Kini, inovasi kian menjadi kebutuhan yang mendesak, baik bagi suatu perusahaan maupun suatu negara. Mengapa?

  • Perdagangan bebas, serta rendahnya biaya komunikasi dan transportasi antarnegara, menyebabkan Indonesia bersaing semakin ketat dengan negara lain yang memiliki upah tenaga kerja lebih rendah atau keterampilan serta pendidikan yang lebih baik.
  • Penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi mengubah dunia lebih cepat dari sebelumnya. Pengembangan teknologi, energi hijau dan sebagainya membuka banyak peluang komersial bagi para entrepeneur.
  • Fenomena media abad 21, ketika komunikasi global berlangsung secara non-stop (24 jam/hari, 7 hari/minggu), memungkinkan informasi disebarkan ke seluruh dunia dengan segera termasuk fashion, ide, dan produk. Hal ini menyebabkan selera konsumen berubah dengan sangat cepat.

 

Dalam dunia yang semakin tanpa batas, perubahan menjadi semakin cepat dan berdampak besar bagi suatu perusahaan maupun negara. Akhir abad lalu, industri di Indonesia mampu bersaing secara internasional dengan adanya upah buruh yang rendah. Namun apakah kini kita masih mampu bersaing dengan China? Vietnam? Atau Malaysia?

 

Pertumbuhan, katahanan dan stabilitas ekonomi sebuah negara terkait erat dengan karakter para pelaku ekonomi. Wirausaha atau biasa disebut entrepreneur merupakan pelaku ekonomi yang sesungguhnya. Mereka adalah orang-orang yang berani mengambil resiko, kreatif dalam menggabungkan dan mengorganisasikan faktor-faktor produksi seperti manusia, ide, material, dan permodalan, untuk memperkenalkan proses atau produk baru.

 

Pemuda yang memfokuskan dirinya dalam pengembangan usaha sendiri merupakan minoritas di antara mainstream yang kebanyakan mereka hanya sebagai pencari kerja atau kaum pekerja. Pemuda yang terjun dalam dunia wirausaha adalah pemuda yang berani mengambil resiko atas waktu, uang dan tenaga. Mereka berkreasi memberikan nilai tambah terhadap sebuah produk secara langsung maupun dampak ikutan dari produk dan jasa yang dihasilkan.

 

Yang dimaksud dengan inovasi di sini adalah kegiatan penelitian, pengembangan dan/atau perekayasaan yang bertujuan mengembangkan penerapan praktis nilai dan konteks ilmu pengetahuan yang baru, atau cara baru untuk menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah ada ke dalam produk atau proses produksi (UU No. 18 Tahun 2002 tentang Sistem Nasional Penelitian Pengembangan dan Penerapan IPTEK).

 

Inovasi bisnis adalah suatu bentuk kreativitas yang bertujuan untuk mengembangkan bisnis mencakup : proses, produk, kemasan, metode dan sistem pemasaran yang berorientasi pada meningkatnya nilai tambah ekonomi.

 

Inovasi bisnis merupakan pembaharuan bisnis yang mencakup : proses, produk, kemasan, metode dan sistem pemasaran di dalam prosesnya dilakukan dengan penelitian dan pengamatan, analisa atau pengkajian untuk mencapai tujuan dengan inovasi tersebut.

 

Inovasi dimaksud dalam lomba ini adalah pengembangan dan/atau perekayasaan yang bertujuan untuk mengadakan pembaharuan (novelty). Yang dimaksud pembaharuan melalui inovasi bisnis tersebut dapat mencakup seluruh daya usaha antara lain dalam bahan baku, peralatan, permesinan, proses produksi, produk, kemasan.

 

Lomba Inovasi Bisnis Pemuda yang diprakarsai dan dilaksanakan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga adalah sebuah proses apresiasi kepada pemuda yang melaksanakan kegiatan usaha. Lomba inovasi bisnis ini memberikan penghargaan bagi peserta pemenang peringkat satu, dua dan tiga dengan harapan usaha yang dilakukan dapat bertahan, berkembang dan berkelanjutan.

 

B.   DASAR KEGIATAN

  1. Undang-undang No. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara;
  2. Undang-undang No. 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional;
  3. Undang-undang No. 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara;
  4. Undang-undang No. 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan;
  5. Peraturan Pemerintah No. 5 Tahun 2012 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2012-2014;
  6. Peraturan Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Nomor PER-013/MENPORA/II/2007 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara pemuda dan Olahraga.

 

C.       TUJUAN LOMBA

  1. Memotivasi pemuda untuk memiliki kebanggaan terhadap dunia wirausaha sebagai bahan pilihan utama dalam mewujudkan kemandiriannya, yang akan berdampak pada terciptanya lapangan kerja, baik bagi diri sendiri maupun orang lain.
  2. Menemukan wirausaha muda yang melaksanakan inovasi bisnis terkait dengan proses, produk, permodalan, peralatan, bahan baku, tenaga kerja, kemasan, dan jaringan pemasaran.
  3. Mendorong wirausaha muda untuk menumbuhkan semangat mengembangkan sistem inovasi bisnis berbasis potensi lokal.
  4. Memberikan penghargaan kepada pemuda yang melakukan inovasi bisnis terbaik.

 

D.       TEMA

”Dengan Kreativitas – Inovasi Kita Tingkatkan Pemuda yang Maju, Kompetitif dan Berdaya Saing di Komunitas ASEAN”

 

E.        RUANG LINGKUP

Lomba inovasi bisnis ini memberikan kesempatan kepada pemuda yang melaksanakan kegiatan inovasi bisnis di berbagai bidang usaha.

 

BAB II

PERSYARATAN PESERTA

 

A.  PERSYARATAN PESERTA

  1. Warga Negara Indonesia, perorangan maupun kelompok, berusia 16 sampai 30 tahun;

2.Wirausaha yang masih aktif;

3.Memiliki kebaharuan dalam inovasi bisnis;

4.Karya inovasi bisnis belum pernah menjadi pemenang pertama, kedua dan ketiga di tingkat nasional;

  1. Menyerahkan data terkait dengan inovasi bisnis yang dilakukannya;
  2. Bisnis yang dijalankan tidak melanggar norma dan hukum berlaku;
  3. Karya Inovasi bisnis adalah milik sendiri/kelompok (dibuktikan dengan surat pernyataan di atas materai)

 

B.  MANFAAT LOMBA

 

  1.                         1.      Tumbuhnya inovasi pada tataran bisnis yang dijalankan pemuda sesuai dengan tuntutan kompetisi bisnis tingkat lokal, regional, global;
  2.                         2.      Tumbuh kembangnya wirausaha pemuda yang mandiri;
  3.                         3.      Memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan dan penguatan ekonomi nasional;
  4.                         4.      Terjadinya proses pembelajaran bisnis bagi pemuda dan masyarakat;
  5.                         5.      Apresiasi terhadap pemuda pelaku bisnis yang inovatif.

 

BAB III

KRITERIA PENILAIAN

 

  1. A.       KONSEP PENILAIAN

Penilaian dalam Lomba Inovasi Bisnis Pemuda 2012 dilakukan dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Hasil penilaian berupa skor atas variabel-variabel penilaian yang kemudian dirangking. Variabel tersebut meliputi variabel inovasi, variabel bisnis, variabel sosial. Hasil terbaik akan dipanggil sebagai nominator yang kemudian dinilai kembali melalui proses penjurian dalam aspek kualitatif.

 

  1. B.       ASPEK PENILAIAN

Lomba Inovasi Bisnis Pemuda 2012 memfokuskan penilaian pada aspek :

  1. Inovasi yang dikembangkan dan dilaksanakan dengan serangkaian indikator penilaian;
  2. Bisnis yang dilakukan dalam bidang yang relevan dengan serangkaian indikator penilaian;
  3. Dampak peningkatan nilai ekonomi dan sosial masyarakat sebagai sasaran utama inovasi bisnis pemuda, baik secara lokal, regional, nasional dan internasional dengan serangkaian indikator penilaian.

 

  1. C.       INDIKATOR PENILAIAN

Penilaian dalam lomba inovasi bisnis ini memiliki indikator :

  1. Kebaharuan sebagai karakter inovasi bisnis;
  2. Tingkat pemanfaatan teknologi;
  3. Tingkat kerumitan;
  4. Tingkat kesulitan;
  5. Nilai inovasi bisnis yang bermanfaat bagi masyarakat;
  6. Prospek pasar yang baik;
  7. Stimulator perkembangan ekonomi masyarakat;
  8. Pendongkrak tumbuhnya perekonomian masyarakat;
  9. Keseimbangan inovasi dengan dampak pengembangan hasil;
  10. Peningkatan nilai tambah.

 

D.       TAHAP PENILAIAN

Proses penilaian dalam Lomba Inovasi Bisnis Pemuda dilakukan melalui tiga tahap, yaitu tahap penilaian administrasi dan dokumen, tahap penilaian substansi, tahap verifikasi lapangan dan tahap penilaian akhir.

  1. Tahap Penilaian Administrasi dan Dokumen

Tahap Penilaian Administrasi dan dokumen dilakukan dengan cara mengecek kelengkapan persyaratan administrasi dan dokumen yang ditetapkan.

 

  1. Tahap Penilaian Substansi

Tahap Penilaian Substansi dilakukan dengan menguji isi proposal berdasarkan aspek dan indikator yang telah ditetapkan

  1. Tahap Verifikasi Lapangan

Tahap verifikasi lapangan dilakukan dengan melakukan pengamatan langsung kepada peserta yang lulus seleksi tahap administrasi dan substansi di tempat inovasi bisnis dilakukan.

  1. Tahap Penilaian Akhir

Tahap penilaian akhir dilakukan dengan menghadirkan 10 nominator pemenang yang lulus verifikasi lapangan untuk dilakukan pengujian secara langsung oleh Dewan juri. Penilaian dilakukan dengan cara presentasi dan wawancara, selanjutnya ditetapkan sebagai pemenang pertama, kedua dan ketiga

 

E.        STANDAR DAN SKORING PENILAIAN

  1. Standar penilaian dilakukan dengan tahapan-tahapan sebagai berikut :
    1. Tahap pertama dilakukan pengujian persyaratan sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan dengan sistem gugur.
    2. Tahap kedua dilakukan penilaian dengan skala skor 0 – 100 disesuaikan dengan nilai pembobotan untuk setiap aspeknya.
    3. Tahap ketiga dilakukan penilaian kesesuaian atas isi proposal yang dikembangkan dengan realitas yang terjadi di lapangan dengan sistem gugur. Pada tahap ini ditetapkan 10 nominator untuk mengikuti tahap penilaian akhir.
    4. Penilaian tahap keempat dilakukan melalui penskoran dengan skala 0 – 100 untuk disusun rangking, yang kemudian ditetapkan pemenang pertama, kedua, dan ketiga berdasarkan posisi rangking tertinggi.

 

 

 

  1. Skoring dan pembobotan aspek

ASPEK

SKOR

BOBOT

Inovasi

0 – 100

60 %

Bisnis

0 – 100

25 %

Dampak

0 – 100

15 %

 

 

BAB IV

TIM PENILAI DAN DEWAN JURI

 

  1. A.       TIM PENILAI

Tim penilai adalah kelompok penilai pada tahapan administrasi, substansi dan verifikasi lapangan. Unsur tim penilai adalah perwakilan dari Kemenpora dan para pakar yang ditetapkan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga.

 

  1. B.       UNSUR DEWA JURI
    1. Akademisi;
    2. Perbankan;
    3. Kemenpora;
    4. BPPT/LIPI;
    5. Asosiasi Pengusaha;
    6. Ditjen HAKI (Hak Atas Karya Intelektual);
    7. PERS/Media;
    8. KIN.

 

 

  1. C.       TUGAS DAN TANGGUNGJAWAB DEWAN JURI :
  • Melaksanakan penilaian berdasarkan format penilaian dalam buku panduan;
  • Melakukan wawancara dalam presentasi untuk memberikan penilaian;
  • Menetapkan pemenang;
  • Menandatangani berita acara hasil penjurian;
  • Melaporkan hasil penilaian kepada penanggungjawab kegiatan.

 

BAB V

PENGHARGAAN

 

Setiap peserta Lomba Inovasi Bisnis Pemuda 2012 yang masuk nominator akan menerima penghargaan dari Menteri Negara Pemuda dan Olahraga, yaitu :

Penghargaan dalam bentuk uang tunai diserahkan kepada pemenang pertama, kedua, dan ketiga sesuai dengan nominal yang telah ditetapkan ditambah dengan sertifikat dan plakat. Bagi 7 (tujuh) nominator diberikan penghargaan dalam bentuk sertifikat dan dana peningkatan usaha sebesar yang telah ditetapkan oleh Kemenpora.

 

BAB VI

JADWAL DAN PENDAFTARAN

 

A.     JADWAL LOMBA INOVASI BISNIS PEMUDA

No

Uraian

Agst

Sept

Okt

Nov

1

Penyusunan Pedoman

2

Sosialisasi Lomba

3

Pendaftaran

4

Seleksi berkas

5

Penilaian

6

Penetapan Pemenang Lomba

7

Pemberian Penghargaan

8

Laporan pertanggungjawaban

B.       WAKTU DAN TEMPAT PENDAFTARAN

  1. Waktu Pendaftaran

Pendaftaran peserta tanggal 15 Agustus – 24 September 2012

 

 

  1. Tempat Pendaftaran

Asisten Deputi Peningkatan Kreativitas Pemuda

Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda

Kementerian Pemuda dan Olahraga

Jl. Gerbang Pemuda No. 3 Senayan – Jakarta Pusat

Telp/Fax : (021) 5738152

Website : www.kemenpora.go.id

Email : risdiamon@yahoo.com

Contact Person : Risdiamon, SE, MM :

0818 740 665

 

BAB VII

PENUTUP

 

Semoga Buku Pedoman Lomba Inovasi Bisnis Pemuda 2012 ini dapat menjadi acuan bagi penyelenggara dan peserta dalam penyelenggaraan Lomba Inovasi Bisnis Pemuda ini.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PANDUAN PELAKSANAAN

LOMBA INOVASI BISNIS PEMUDA

TAHUN 2012

 

 

 

 

 

 

ASISTEN DEPUTI PENINGKATAN KREATIVITAS

DEPUTI BIDANG PEMBERDAYAAN PEMUDA

KEMENTERIAN PEMUDA DAN OLAHRAGA

REPUBLIK INDONESIA

 

SAMBUTAN

DEPUTI BIDANG PEMBERDAYAAN PEMUDA

DALAM RANGKA LOMBA INOVASI BISNIS PEMUDA

TAHUN 2012

 

 

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Salam Sejahtera bagi kita semua

 

Syukur alhamdulillah, kita panjatkan kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa yang senantiasa menganugerahkan kepada kita keberkahan, kenikmatan, kedamaian, kesejahteraan, dan kasih sayang di negeri kita ini, sehingga kita masih dapat menjalankan tugas-tugas yang menjadi tanggung jawab kita sebagai warga bangsa sekaligus bagian dari pengabdian kita demi kemaslahatan bangsa dan negara.

 

Pada tahun 2015, kita akan memasuki era baru Komunitas ASEAN yang meliputi komunitas keamanan, ekonomi dan sosial budaya. Dalam bentuk Komunitas ASEAN semacam ini, arus barang, jasa dan orang akan semakin leluasa sehingga hal itu adalah bagian dari tantangan sekaligus kesempatan ke depan bagi bangsa dan pemuda Indonesia. Dengan demikian, persaingan tidak lagi meliputi 240 juta masyarakat Indonesia, tetapi dengan 500 juta masyarakat ASEAN. Kita harus bisa berjaya dalam era baru tersebut, dan sekaligus tidak boleh kehilangan identitas diri ke-Indonesia.

 

Tatkala kita bicara tentang inovasi, biasanya bayangan kita adalah teknologi terbaru dan canggih, seperti internet, rekayasa genetika, teknologi NANO dan sebagainya apakah inovasi memang harus menyangkut penemuan teknologi terbaru..??

 

Josepha Schum Peter, mendefinisikan inovasi (innovation) sebagai proses pembuatan produk komersial dari suatu hasil ciptaan (invention). Sedangkan invention sendiri di definisikan sebagai proses atau proses baru. Jadi inovasi dapat melibatkan penciptaan teknologi baru maupun pengaplikasian teknologi yang sudah ada.

 

Jika kita bertanya inovasi macam apa yang dibutuhkan Indonesia, dapat kita jawab bahwa dibutuhkan secara mendesak. Inovasi yang mampu menciptakan proses dan produk pertanian yang lebih produktif namun lebih ramah lingkungan, serta inovasi dalam  produk olahan hasil alam dan inovasi yang sulit ditiru dan berpotensi besar adalah yang berbasis kekayaan intelektual, atau disebut industri kreatif.

 

Masa depan bangsa Indonesia tidak dapat digantungkan pada kekayaan alam semata, tetapi juga oleh kemampuan dalam menghasilkan inovasi yang mampu menciptakan proses dan produk pertanian yang lebih produktif namun ramah lingkungan, Inovasi dalam produk olahan hasil alam dan inovasi yang berbasis industri kreatif baik berupa penyempurnaan atau sesuatu yang sama sekali baru atas barang dan jasa dalam rangka memenuhi kebutuhan pasar nasional dan pasar dunia yang cenderung berubah dengan cepat.

 

Belum adanya suatu kebijakan yang komprehensif dalam menciptakan iklim yang kondusif bagi tumbuhnya budaya inovasi menjadi bagian integral dalam upaya untuk meningkatkan dan memelihara daya saing suatu negara. Meskipun kewirausahaan dan inovasi bukan hal yang sama, tetapi dalam perkembangan kewirausahaan mampu menggabungkan seluruh sumber-sumber daya usaha yang dibutuhkan seperti modal, manajemen, sumber daya manusia, strategis bisnis dan mentransformasikannya menjadi suatu produk baru yang inovatif. Inilah tantangan sekaligus peluang bagi kaum muda.

 

Kita menyadari sepenuhnya bahwa pengembangan suatu inovasi dari tahap premature hingga mencapai tahap komersialisasi memerlukan suatu proses panjang yang melibatkan dukungan prasarana seperti pembiayaan, sarana riset, kelembagaan dunia usaha (terkait) sebagai pemakai akhir. Oleh karenanya Lomba Inovasi Bisnis Pemuda 2012 hendaknya dilihat sebagai suatu titik awal dalam upaya mempromosikan budaya inovasi dikalangan kaum muda, merintis terciptanya hubungan yang saling menguntungkan antara inovator muda, lembagapembiayaan (dunia usaha) dan pada gilirannya perlindungan hukum sebagai hasil karya inovasi melalui Hak Kekayaan Intelektual (HKI) merupakan hal yang sangat penting.

 

Berangkat dari pemikiran tersebut, maka lomba Inovasi Bisnis Pemuda 2012 tidak hanya sekedar memilih atau memberi penghargaan kepada inovator muda Indonesia terbaik, tetapi mampu menumbuhkan kreativitas/inspirasi, motivasi dan keyakinan yang teguh bahwa tantangan baru yang kita hadapi terletak pada kemampuan kita dalam menggerakkan segenap potensi yang dimiliki generasi muda untuk meningkatkan daya saing Indonesia.

 

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

 

 

Jakarta,    Mei 2012

Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda

 

 

 

 

DR. H. Alfitra Salamm, APU


PRAKATA

ASISTEN DEPUTI PENINGKATAN

KREATIVITAS PEMUDA

 

 

Panduan pelaksanaan ini hanya sebagai acuan dalam penyelenggaraan kegiatan Lomba Inovasi Bisnis Pemuda Tahun 2012, agar berjalan sesuai dengan rambu-rambu dan persyaratan yang telah ditentukan untuk membentuk para pemuda kita menjadi pemuda yang kreatif, berjiwa wirausaha, kesukarelawan dan berdaya saing.

 

Panduan pelaksanaan kegiatan ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kami sangat terbuka untuk menerima kritik dan saran yang sifatnya membangun demi kesempurnaan diwaktu yang akan datang.

 

Akhirnya kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan ini, kami ucapkan banyak terima kasih dan semoga menjadi amal saleh di akherat nanti. Amin ya robal’alamin.

Asisten Deputi

Peningkatan Kreativitas Pemuda

Dra. Marheni Dyah K, M.Pd

 

DAFTAR ISI

 

SAMBUTAN DEPUTI BIDANG PEMBERDAYAAN PEMUDA…………………………………………………………….

ii

PRAKATA ASISTEN DEPUTI PENINGKATAN KREATIVITAS PEMUDA……………………………………..

vi

BAB I PENDAHULUAN……………………………………….

2

A. LATAR BELAKANG………………………………………..

2

B. DASAR KEGIATAN………………………………………..

6

C. TUJUAN LOMBA……………………………………………

7

D. TEMA……………………………………………………………

8

E. RUANG LINGKUP………………………………………….

8

BAB II PERSYARATAN PESERTA………………………

9

A. PERSYARATAN PESERTA……………………………..

9

B. MANFAAT LOMBA………………………………………….

10

BAB IIIKRITERIA PENILAIAN…………………………….

11

A. KONSEP PENILAIAN………………………………………

11

B. ASPEK PENILAIAN…………………………………………

11

C. INDIKATOR PENILAIAN…………………………………..

12

D. TAHAP PENILAIAN…………………………………………

13

E. STANDAR DAN SKORING PENILAIAN ……………..

14

BAB IV PENILAI DAN DEWAN JURI…………………….

17

A. TIM PENILAI…………………………………………………..

17

B. UNSUR DEWAN JURI……………………………………..

17

C. TUGAS DAN TANGGUNGJAWAB

DEWAN JURI…………………………………………………

18

 

 BAB V PENGHARGAAN……………………………………..

19

 BAB VI JADWAL DAN PENDAFTARAN……………….

20

 BAB VII PENUTUP ……………………………………………..

22

 

 


BAB I

PENDAHULUAN

A.       LATAR BELAKANG

 

Inovasi menggerakkan dunia. Dengan kehadiran listrik, hidup menjadi lebih mudah. Mesin uap membuat berbagai macam industri berkembang dan menyediakan lapangan kerja secara massal. Kelahiran internet menjadikan dunia serasa tanpa batasan. Kini, inovasi kian menjadi kebutuhan yang mendesak, baik bagi suatu perusahaan maupun suatu negara. Mengapa?

  • Perdagangan bebas, serta rendahnya biaya komunikasi dan transportasi antarnegara, menyebabkan Indonesia bersaing semakin ketat dengan negara lain yang memiliki upah tenaga kerja lebih rendah atau keterampilan serta pendidikan yang lebih baik.
  • Penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi mengubah dunia lebih cepat dari sebelumnya. Pengembangan teknologi, energi hijau dan sebagainya membuka banyak peluang komersial bagi para entrepeneur.
  • Fenomena media abad 21, ketika komunikasi global berlangsung secara non-stop (24 jam/hari, 7 hari/minggu), memungkinkan informasi disebarkan ke seluruh dunia dengan segera termasuk fashion, ide, dan produk. Hal ini menyebabkan selera konsumen berubah dengan sangat cepat.

 

Dalam dunia yang semakin tanpa batas, perubahan menjadi semakin cepat dan berdampak besar bagi suatu perusahaan maupun negara. Akhir abad lalu, industri di Indonesia mampu bersaing secara internasional dengan adanya upah buruh yang rendah. Namun apakah kini kita masih mampu bersaing dengan China? Vietnam? Atau Malaysia?

 

Pertumbuhan, katahanan dan stabilitas ekonomi sebuah negara terkait erat dengan karakter para pelaku ekonomi. Wirausaha atau biasa disebut entrepreneur merupakan pelaku ekonomi yang sesungguhnya. Mereka adalah orang-orang yang berani mengambil resiko, kreatif dalam menggabungkan dan mengorganisasikan faktor-faktor produksi seperti manusia, ide, material, dan permodalan, untuk memperkenalkan proses atau produk baru.

 

Pemuda yang memfokuskan dirinya dalam pengembangan usaha sendiri merupakan minoritas di antara mainstream yang kebanyakan mereka hanya sebagai pencari kerja atau kaum pekerja. Pemuda yang terjun dalam dunia wirausaha adalah pemuda yang berani mengambil resiko atas waktu, uang dan tenaga. Mereka berkreasi memberikan nilai tambah terhadap sebuah produk secara langsung maupun dampak ikutan dari produk dan jasa yang dihasilkan.

 

Yang dimaksud dengan inovasi di sini adalah kegiatan penelitian, pengembangan dan/atau perekayasaan yang bertujuan mengembangkan penerapan praktis nilai dan konteks ilmu pengetahuan yang baru, atau cara baru untuk menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah ada ke dalam produk atau proses produksi (UU No. 18 Tahun 2002 tentang Sistem Nasional Penelitian Pengembangan dan Penerapan IPTEK).

 

Inovasi bisnis adalah suatu bentuk kreativitas yang bertujuan untuk mengembangkan bisnis mencakup : proses, produk, kemasan, metode dan sistem pemasaran yang berorientasi pada meningkatnya nilai tambah ekonomi.

 

Inovasi bisnis merupakan pembaharuan bisnis yang mencakup : proses, produk, kemasan, metode dan sistem pemasaran di dalam prosesnya dilakukan dengan penelitian dan pengamatan, analisa atau pengkajian untuk mencapai tujuan dengan inovasi tersebut.

 

Inovasi dimaksud dalam lomba ini adalah pengembangan dan/atau perekayasaan yang bertujuan untuk mengadakan pembaharuan (novelty). Yang dimaksud pembaharuan melalui inovasi bisnis tersebut dapat mencakup seluruh daya usaha antara lain dalam bahan baku, peralatan, permesinan, proses produksi, produk, kemasan.

 

Lomba Inovasi Bisnis Pemuda yang diprakarsai dan dilaksanakan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga adalah sebuah proses apresiasi kepada pemuda yang melaksanakan kegiatan usaha. Lomba inovasi bisnis ini memberikan penghargaan bagi peserta pemenang peringkat satu, dua dan tiga dengan harapan usaha yang dilakukan dapat bertahan, berkembang dan berkelanjutan.

 

B.   DASAR KEGIATAN

  1. Undang-undang No. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara;
  2. Undang-undang No. 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional;
  3. Undang-undang No. 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara;
  4. Undang-undang No. 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan;
  5. Peraturan Pemerintah No. 5 Tahun 2012 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2012-2014;
  6. Peraturan Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Nomor PER-013/MENPORA/II/2007 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara pemuda dan Olahraga.

 

C.       TUJUAN LOMBA

  1. Memotivasi pemuda untuk memiliki kebanggaan terhadap dunia wirausaha sebagai bahan pilihan utama dalam mewujudkan kemandiriannya, yang akan berdampak pada terciptanya lapangan kerja, baik bagi diri sendiri maupun orang lain.
  2. Menemukan wirausaha muda yang melaksanakan inovasi bisnis terkait dengan proses, produk, permodalan, peralatan, bahan baku, tenaga kerja, kemasan, dan jaringan pemasaran.
  3. Mendorong wirausaha muda untuk menumbuhkan semangat mengembangkan sistem inovasi bisnis berbasis potensi lokal.
  4. Memberikan penghargaan kepada pemuda yang melakukan inovasi bisnis terbaik.

 

D.       TEMA

”Dengan Kreativitas – Inovasi Kita Tingkatkan Pemuda yang Maju, Kompetitif dan Berdaya Saing di Komunitas ASEAN”

 

E.        RUANG LINGKUP

Lomba inovasi bisnis ini memberikan kesempatan kepada pemuda yang melaksanakan kegiatan inovasi bisnis di berbagai bidang usaha.

 

BAB II

PERSYARATAN PESERTA

 

A.  PERSYARATAN PESERTA

  1. Warga Negara Indonesia, perorangan maupun kelompok, berusia 16 sampai 30 tahun;

2.Wirausaha yang masih aktif;

3.Memiliki kebaharuan dalam inovasi bisnis;

4.Karya inovasi bisnis belum pernah menjadi pemenang pertama, kedua dan ketiga di tingkat nasional;

  1. Menyerahkan data terkait dengan inovasi bisnis yang dilakukannya;
  2. Bisnis yang dijalankan tidak melanggar norma dan hukum berlaku;
  3. Karya Inovasi bisnis adalah milik sendiri/kelompok (dibuktikan dengan surat pernyataan di atas materai)

 

B.  MANFAAT LOMBA

 

  1.                         1.      Tumbuhnya inovasi pada tataran bisnis yang dijalankan pemuda sesuai dengan tuntutan kompetisi bisnis tingkat lokal, regional, global;
  2.                         2.      Tumbuh kembangnya wirausaha pemuda yang mandiri;
  3.                         3.      Memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan dan penguatan ekonomi nasional;
  4.                         4.      Terjadinya proses pembelajaran bisnis bagi pemuda dan masyarakat;
  5.                         5.      Apresiasi terhadap pemuda pelaku bisnis yang inovatif.

 

BAB III

KRITERIA PENILAIAN

 

  1. A.       KONSEP PENILAIAN

Penilaian dalam Lomba Inovasi Bisnis Pemuda 2012 dilakukan dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Hasil penilaian berupa skor atas variabel-variabel penilaian yang kemudian dirangking. Variabel tersebut meliputi variabel inovasi, variabel bisnis, variabel sosial. Hasil terbaik akan dipanggil sebagai nominator yang kemudian dinilai kembali melalui proses penjurian dalam aspek kualitatif.

 

  1. B.       ASPEK PENILAIAN

Lomba Inovasi Bisnis Pemuda 2012 memfokuskan penilaian pada aspek :

  1. Inovasi yang dikembangkan dan dilaksanakan dengan serangkaian indikator penilaian;
  2. Bisnis yang dilakukan dalam bidang yang relevan dengan serangkaian indikator penilaian;
  3. Dampak peningkatan nilai ekonomi dan sosial masyarakat sebagai sasaran utama inovasi bisnis pemuda, baik secara lokal, regional, nasional dan internasional dengan serangkaian indikator penilaian.

 

  1. C.       INDIKATOR PENILAIAN

Penilaian dalam lomba inovasi bisnis ini memiliki indikator :

  1. Kebaharuan sebagai karakter inovasi bisnis;
  2. Tingkat pemanfaatan teknologi;
  3. Tingkat kerumitan;
  4. Tingkat kesulitan;
  5. Nilai inovasi bisnis yang bermanfaat bagi masyarakat;
  6. Prospek pasar yang baik;
  7. Stimulator perkembangan ekonomi masyarakat;
  8. Pendongkrak tumbuhnya perekonomian masyarakat;
  9. Keseimbangan inovasi dengan dampak pengembangan hasil;
  10. Peningkatan nilai tambah.

 

D.       TAHAP PENILAIAN

Proses penilaian dalam Lomba Inovasi Bisnis Pemuda dilakukan melalui tiga tahap, yaitu tahap penilaian administrasi dan dokumen, tahap penilaian substansi, tahap verifikasi lapangan dan tahap penilaian akhir.

  1. Tahap Penilaian Administrasi dan Dokumen

Tahap Penilaian Administrasi dan dokumen dilakukan dengan cara mengecek kelengkapan persyaratan administrasi dan dokumen yang ditetapkan.

 

  1. Tahap Penilaian Substansi

Tahap Penilaian Substansi dilakukan dengan menguji isi proposal berdasarkan aspek dan indikator yang telah ditetapkan

  1. Tahap Verifikasi Lapangan

Tahap verifikasi lapangan dilakukan dengan melakukan pengamatan langsung kepada peserta yang lulus seleksi tahap administrasi dan substansi di tempat inovasi bisnis dilakukan.

  1. Tahap Penilaian Akhir

Tahap penilaian akhir dilakukan dengan menghadirkan 10 nominator pemenang yang lulus verifikasi lapangan untuk dilakukan pengujian secara langsung oleh Dewan juri. Penilaian dilakukan dengan cara presentasi dan wawancara, selanjutnya ditetapkan sebagai pemenang pertama, kedua dan ketiga

 

E.        STANDAR DAN SKORING PENILAIAN

  1. Standar penilaian dilakukan dengan tahapan-tahapan sebagai berikut :
    1. Tahap pertama dilakukan pengujian persyaratan sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan dengan sistem gugur.
    2. Tahap kedua dilakukan penilaian dengan skala skor 0 – 100 disesuaikan dengan nilai pembobotan untuk setiap aspeknya.
    3. Tahap ketiga dilakukan penilaian kesesuaian atas isi proposal yang dikembangkan dengan realitas yang terjadi di lapangan dengan sistem gugur. Pada tahap ini ditetapkan 10 nominator untuk mengikuti tahap penilaian akhir.
    4. Penilaian tahap keempat dilakukan melalui penskoran dengan skala 0 – 100 untuk disusun rangking, yang kemudian ditetapkan pemenang pertama, kedua, dan ketiga berdasarkan posisi rangking tertinggi.

 

 

 

  1. Skoring dan pembobotan aspek

ASPEK

SKOR

BOBOT

Inovasi

0 – 100

60 %

Bisnis

0 – 100

25 %

Dampak

0 – 100

15 %

 

 

BAB IV

TIM PENILAI DAN DEWAN JURI

 

  1. A.       TIM PENILAI

Tim penilai adalah kelompok penilai pada tahapan administrasi, substansi dan verifikasi lapangan. Unsur tim penilai adalah perwakilan dari Kemenpora dan para pakar yang ditetapkan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga.

 

  1. B.       UNSUR DEWA JURI
    1. Akademisi;
    2. Perbankan;
    3. Kemenpora;
    4. BPPT/LIPI;
    5. Asosiasi Pengusaha;
    6. Ditjen HAKI (Hak Atas Karya Intelektual);
    7. PERS/Media;
    8. KIN.

 

 

  1. C.       TUGAS DAN TANGGUNGJAWAB DEWAN JURI :
  • Melaksanakan penilaian berdasarkan format penilaian dalam buku panduan;
  • Melakukan wawancara dalam presentasi untuk memberikan penilaian;
  • Menetapkan pemenang;
  • Menandatangani berita acara hasil penjurian;
  • Melaporkan hasil penilaian kepada penanggungjawab kegiatan.

 

BAB V

PENGHARGAAN

 

Setiap peserta Lomba Inovasi Bisnis Pemuda 2012 yang masuk nominator akan menerima penghargaan dari Menteri Negara Pemuda dan Olahraga, yaitu :

Penghargaan dalam bentuk uang tunai diserahkan kepada pemenang pertama, kedua, dan ketiga sesuai dengan nominal yang telah ditetapkan ditambah dengan sertifikat dan plakat. Bagi 7 (tujuh) nominator diberikan penghargaan dalam bentuk sertifikat dan dana peningkatan usaha sebesar yang telah ditetapkan oleh Kemenpora.

 

BAB VI

JADWAL DAN PENDAFTARAN

 

A.     JADWAL LOMBA INOVASI BISNIS PEMUDA

No

Uraian

Agst

Sept

Okt

Nov

1

Penyusunan Pedoman

2

Sosialisasi Lomba

3

Pendaftaran

4

Seleksi berkas

5

Penilaian

6

Penetapan Pemenang Lomba

7

Pemberian Penghargaan

8

Laporan pertanggungjawaban

B.       WAKTU DAN TEMPAT PENDAFTARAN

  1. Waktu Pendaftaran

Pendaftaran peserta tanggal 15 Agustus – 24 September 2012

 

 

  1. Tempat Pendaftaran

Asisten Deputi Peningkatan Kreativitas Pemuda

Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda

Kementerian Pemuda dan Olahraga

Jl. Gerbang Pemuda No. 3 Senayan – Jakarta Pusat

Telp/Fax : (021) 5738152

Website : www.kemenpora.go.id

Email : risdiamon@yahoo.com

Contact Person : Risdiamon, SE, MM :

0818 740 665

 

BAB VII

PENUTUP

 

Semoga Buku Pedoman Lomba Inovasi Bisnis Pemuda 2012 ini dapat menjadi acuan bagi penyelenggara dan peserta dalam penyelenggaraan Lomba Inovasi Bisnis Pemuda ini.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PANDUAN PELAKSANAAN

LOMBA INOVASI BISNIS PEMUDA

TAHUN 2012

 

 

 

 

 

 

ASISTEN DEPUTI PENINGKATAN KREATIVITAS

DEPUTI BIDANG PEMBERDAYAAN PEMUDA

KEMENTERIAN PEMUDA DAN OLAHRAGA

REPUBLIK INDONESIA

 

SAMBUTAN

DEPUTI BIDANG PEMBERDAYAAN PEMUDA

DALAM RANGKA LOMBA INOVASI BISNIS PEMUDA

TAHUN 2012

 

 

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Salam Sejahtera bagi kita semua

 

Syukur alhamdulillah, kita panjatkan kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa yang senantiasa menganugerahkan kepada kita keberkahan, kenikmatan, kedamaian, kesejahteraan, dan kasih sayang di negeri kita ini, sehingga kita masih dapat menjalankan tugas-tugas yang menjadi tanggung jawab kita sebagai warga bangsa sekaligus bagian dari pengabdian kita demi kemaslahatan bangsa dan negara.

 

Pada tahun 2015, kita akan memasuki era baru Komunitas ASEAN yang meliputi komunitas keamanan, ekonomi dan sosial budaya. Dalam bentuk Komunitas ASEAN semacam ini, arus barang, jasa dan orang akan semakin leluasa sehingga hal itu adalah bagian dari tantangan sekaligus kesempatan ke depan bagi bangsa dan pemuda Indonesia. Dengan demikian, persaingan tidak lagi meliputi 240 juta masyarakat Indonesia, tetapi dengan 500 juta masyarakat ASEAN. Kita harus bisa berjaya dalam era baru tersebut, dan sekaligus tidak boleh kehilangan identitas diri ke-Indonesia.

 

Tatkala kita bicara tentang inovasi, biasanya bayangan kita adalah teknologi terbaru dan canggih, seperti internet, rekayasa genetika, teknologi NANO dan sebagainya apakah inovasi memang harus menyangkut penemuan teknologi terbaru..??

 

Josepha Schum Peter, mendefinisikan inovasi (innovation) sebagai proses pembuatan produk komersial dari suatu hasil ciptaan (invention). Sedangkan invention sendiri di definisikan sebagai proses atau proses baru. Jadi inovasi dapat melibatkan penciptaan teknologi baru maupun pengaplikasian teknologi yang sudah ada.

 

Jika kita bertanya inovasi macam apa yang dibutuhkan Indonesia, dapat kita jawab bahwa dibutuhkan secara mendesak. Inovasi yang mampu menciptakan proses dan produk pertanian yang lebih produktif namun lebih ramah lingkungan, serta inovasi dalam  produk olahan hasil alam dan inovasi yang sulit ditiru dan berpotensi besar adalah yang berbasis kekayaan intelektual, atau disebut industri kreatif.

 

Masa depan bangsa Indonesia tidak dapat digantungkan pada kekayaan alam semata, tetapi juga oleh kemampuan dalam menghasilkan inovasi yang mampu menciptakan proses dan produk pertanian yang lebih produktif namun ramah lingkungan, Inovasi dalam produk olahan hasil alam dan inovasi yang berbasis industri kreatif baik berupa penyempurnaan atau sesuatu yang sama sekali baru atas barang dan jasa dalam rangka memenuhi kebutuhan pasar nasional dan pasar dunia yang cenderung berubah dengan cepat.

 

Belum adanya suatu kebijakan yang komprehensif dalam menciptakan iklim yang kondusif bagi tumbuhnya budaya inovasi menjadi bagian integral dalam upaya untuk meningkatkan dan memelihara daya saing suatu negara. Meskipun kewirausahaan dan inovasi bukan hal yang sama, tetapi dalam perkembangan kewirausahaan mampu menggabungkan seluruh sumber-sumber daya usaha yang dibutuhkan seperti modal, manajemen, sumber daya manusia, strategis bisnis dan mentransformasikannya menjadi suatu produk baru yang inovatif. Inilah tantangan sekaligus peluang bagi kaum muda.

 

Kita menyadari sepenuhnya bahwa pengembangan suatu inovasi dari tahap premature hingga mencapai tahap komersialisasi memerlukan suatu proses panjang yang melibatkan dukungan prasarana seperti pembiayaan, sarana riset, kelembagaan dunia usaha (terkait) sebagai pemakai akhir. Oleh karenanya Lomba Inovasi Bisnis Pemuda 2012 hendaknya dilihat sebagai suatu titik awal dalam upaya mempromosikan budaya inovasi dikalangan kaum muda, merintis terciptanya hubungan yang saling menguntungkan antara inovator muda, lembagapembiayaan (dunia usaha) dan pada gilirannya perlindungan hukum sebagai hasil karya inovasi melalui Hak Kekayaan Intelektual (HKI) merupakan hal yang sangat penting.

 

Berangkat dari pemikiran tersebut, maka lomba Inovasi Bisnis Pemuda 2012 tidak hanya sekedar memilih atau memberi penghargaan kepada inovator muda Indonesia terbaik, tetapi mampu menumbuhkan kreativitas/inspirasi, motivasi dan keyakinan yang teguh bahwa tantangan baru yang kita hadapi terletak pada kemampuan kita dalam menggerakkan segenap potensi yang dimiliki generasi muda untuk meningkatkan daya saing Indonesia.

 

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

 

 

Jakarta,    Mei 2012

Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda

 

 

 

 

DR. H. Alfitra Salamm, APU


PRAKATA

ASISTEN DEPUTI PENINGKATAN

KREATIVITAS PEMUDA

 

 

Panduan pelaksanaan ini hanya sebagai acuan dalam penyelenggaraan kegiatan Lomba Inovasi Bisnis Pemuda Tahun 2012, agar berjalan sesuai dengan rambu-rambu dan persyaratan yang telah ditentukan untuk membentuk para pemuda kita menjadi pemuda yang kreatif, berjiwa wirausaha, kesukarelawan dan berdaya saing.

 

Panduan pelaksanaan kegiatan ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kami sangat terbuka untuk menerima kritik dan saran yang sifatnya membangun demi kesempurnaan diwaktu yang akan datang.

 

Akhirnya kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan ini, kami ucapkan banyak terima kasih dan semoga menjadi amal saleh di akherat nanti. Amin ya robal’alamin.

Asisten Deputi

Peningkatan Kreativitas Pemuda

Dra. Marheni Dyah K, M.Pd

 

DAFTAR ISI

 

SAMBUTAN DEPUTI BIDANG PEMBERDAYAAN PEMUDA…………………………………………………………….

ii

PRAKATA ASISTEN DEPUTI PENINGKATAN KREATIVITAS PEMUDA……………………………………..

vi

BAB I PENDAHULUAN……………………………………….

2

A. LATAR BELAKANG………………………………………..

2

B. DASAR KEGIATAN………………………………………..

6

C. TUJUAN LOMBA……………………………………………

7

D. TEMA……………………………………………………………

8

E. RUANG LINGKUP………………………………………….

8

BAB II PERSYARATAN PESERTA………………………

9

A. PERSYARATAN PESERTA……………………………..

9

B. MANFAAT LOMBA………………………………………….

10

BAB IIIKRITERIA PENILAIAN…………………………….

11

A. KONSEP PENILAIAN………………………………………

11

B. ASPEK PENILAIAN…………………………………………

11

C. INDIKATOR PENILAIAN…………………………………..

12

D. TAHAP PENILAIAN…………………………………………

13

E. STANDAR DAN SKORING PENILAIAN ……………..

14

BAB IV PENILAI DAN DEWAN JURI…………………….

17

A. TIM PENILAI…………………………………………………..

17

B. UNSUR DEWAN JURI……………………………………..

17

C. TUGAS DAN TANGGUNGJAWAB

DEWAN JURI…………………………………………………

18

 

 BAB V PENGHARGAAN……………………………………..

19

 BAB VI JADWAL DAN PENDAFTARAN……………….

20

 BAB VII PENUTUP ……………………………………………..

22

 

 


BAB I

PENDAHULUAN

A.       LATAR BELAKANG

 

Inovasi menggerakkan dunia. Dengan kehadiran listrik, hidup menjadi lebih mudah. Mesin uap membuat berbagai macam industri berkembang dan menyediakan lapangan kerja secara massal. Kelahiran internet menjadikan dunia serasa tanpa batasan. Kini, inovasi kian menjadi kebutuhan yang mendesak, baik bagi suatu perusahaan maupun suatu negara. Mengapa?

  • Perdagangan bebas, serta rendahnya biaya komunikasi dan transportasi antarnegara, menyebabkan Indonesia bersaing semakin ketat dengan negara lain yang memiliki upah tenaga kerja lebih rendah atau keterampilan serta pendidikan yang lebih baik.
  • Penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi mengubah dunia lebih cepat dari sebelumnya. Pengembangan teknologi, energi hijau dan sebagainya membuka banyak peluang komersial bagi para entrepeneur.
  • Fenomena media abad 21, ketika komunikasi global berlangsung secara non-stop (24 jam/hari, 7 hari/minggu), memungkinkan informasi disebarkan ke seluruh dunia dengan segera termasuk fashion, ide, dan produk. Hal ini menyebabkan selera konsumen berubah dengan sangat cepat.

 

Dalam dunia yang semakin tanpa batas, perubahan menjadi semakin cepat dan berdampak besar bagi suatu perusahaan maupun negara. Akhir abad lalu, industri di Indonesia mampu bersaing secara internasional dengan adanya upah buruh yang rendah. Namun apakah kini kita masih mampu bersaing dengan China? Vietnam? Atau Malaysia?

 

Pertumbuhan, katahanan dan stabilitas ekonomi sebuah negara terkait erat dengan karakter para pelaku ekonomi. Wirausaha atau biasa disebut entrepreneur merupakan pelaku ekonomi yang sesungguhnya. Mereka adalah orang-orang yang berani mengambil resiko, kreatif dalam menggabungkan dan mengorganisasikan faktor-faktor produksi seperti manusia, ide, material, dan permodalan, untuk memperkenalkan proses atau produk baru.

 

Pemuda yang memfokuskan dirinya dalam pengembangan usaha sendiri merupakan minoritas di antara mainstream yang kebanyakan mereka hanya sebagai pencari kerja atau kaum pekerja. Pemuda yang terjun dalam dunia wirausaha adalah pemuda yang berani mengambil resiko atas waktu, uang dan tenaga. Mereka berkreasi memberikan nilai tambah terhadap sebuah produk secara langsung maupun dampak ikutan dari produk dan jasa yang dihasilkan.

 

Yang dimaksud dengan inovasi di sini adalah kegiatan penelitian, pengembangan dan/atau perekayasaan yang bertujuan mengembangkan penerapan praktis nilai dan konteks ilmu pengetahuan yang baru, atau cara baru untuk menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah ada ke dalam produk atau proses produksi (UU No. 18 Tahun 2002 tentang Sistem Nasional Penelitian Pengembangan dan Penerapan IPTEK).

 

Inovasi bisnis adalah suatu bentuk kreativitas yang bertujuan untuk mengembangkan bisnis mencakup : proses, produk, kemasan, metode dan sistem pemasaran yang berorientasi pada meningkatnya nilai tambah ekonomi.

 

Inovasi bisnis merupakan pembaharuan bisnis yang mencakup : proses, produk, kemasan, metode dan sistem pemasaran di dalam prosesnya dilakukan dengan penelitian dan pengamatan, analisa atau pengkajian untuk mencapai tujuan dengan inovasi tersebut.

 

Inovasi dimaksud dalam lomba ini adalah pengembangan dan/atau perekayasaan yang bertujuan untuk mengadakan pembaharuan (novelty). Yang dimaksud pembaharuan melalui inovasi bisnis tersebut dapat mencakup seluruh daya usaha antara lain dalam bahan baku, peralatan, permesinan, proses produksi, produk, kemasan.

 

Lomba Inovasi Bisnis Pemuda yang diprakarsai dan dilaksanakan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga adalah sebuah proses apresiasi kepada pemuda yang melaksanakan kegiatan usaha. Lomba inovasi bisnis ini memberikan penghargaan bagi peserta pemenang peringkat satu, dua dan tiga dengan harapan usaha yang dilakukan dapat bertahan, berkembang dan berkelanjutan.

 

B.   DASAR KEGIATAN

  1. Undang-undang No. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara;
  2. Undang-undang No. 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional;
  3. Undang-undang No. 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara;
  4. Undang-undang No. 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan;
  5. Peraturan Pemerintah No. 5 Tahun 2012 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2012-2014;
  6. Peraturan Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Nomor PER-013/MENPORA/II/2007 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara pemuda dan Olahraga.

 

C.       TUJUAN LOMBA

  1. Memotivasi pemuda untuk memiliki kebanggaan terhadap dunia wirausaha sebagai bahan pilihan utama dalam mewujudkan kemandiriannya, yang akan berdampak pada terciptanya lapangan kerja, baik bagi diri sendiri maupun orang lain.
  2. Menemukan wirausaha muda yang melaksanakan inovasi bisnis terkait dengan proses, produk, permodalan, peralatan, bahan baku, tenaga kerja, kemasan, dan jaringan pemasaran.
  3. Mendorong wirausaha muda untuk menumbuhkan semangat mengembangkan sistem inovasi bisnis berbasis potensi lokal.
  4. Memberikan penghargaan kepada pemuda yang melakukan inovasi bisnis terbaik.

 

D.       TEMA

”Dengan Kreativitas – Inovasi Kita Tingkatkan Pemuda yang Maju, Kompetitif dan Berdaya Saing di Komunitas ASEAN”

 

E.        RUANG LINGKUP

Lomba inovasi bisnis ini memberikan kesempatan kepada pemuda yang melaksanakan kegiatan inovasi bisnis di berbagai bidang usaha.

 

BAB II

PERSYARATAN PESERTA

 

A.  PERSYARATAN PESERTA

  1. Warga Negara Indonesia, perorangan maupun kelompok, berusia 16 sampai 30 tahun;

2.Wirausaha yang masih aktif;

3.Memiliki kebaharuan dalam inovasi bisnis;

4.Karya inovasi bisnis belum pernah menjadi pemenang pertama, kedua dan ketiga di tingkat nasional;

  1. Menyerahkan data terkait dengan inovasi bisnis yang dilakukannya;
  2. Bisnis yang dijalankan tidak melanggar norma dan hukum berlaku;
  3. Karya Inovasi bisnis adalah milik sendiri/kelompok (dibuktikan dengan surat pernyataan di atas materai)

 

B.  MANFAAT LOMBA

 

  1.                         1.      Tumbuhnya inovasi pada tataran bisnis yang dijalankan pemuda sesuai dengan tuntutan kompetisi bisnis tingkat lokal, regional, global;
  2.                         2.      Tumbuh kembangnya wirausaha pemuda yang mandiri;
  3.                         3.      Memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan dan penguatan ekonomi nasional;
  4.                         4.      Terjadinya proses pembelajaran bisnis bagi pemuda dan masyarakat;
  5.                         5.      Apresiasi terhadap pemuda pelaku bisnis yang inovatif.

 

BAB III

KRITERIA PENILAIAN

 

  1. A.       KONSEP PENILAIAN

Penilaian dalam Lomba Inovasi Bisnis Pemuda 2012 dilakukan dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Hasil penilaian berupa skor atas variabel-variabel penilaian yang kemudian dirangking. Variabel tersebut meliputi variabel inovasi, variabel bisnis, variabel sosial. Hasil terbaik akan dipanggil sebagai nominator yang kemudian dinilai kembali melalui proses penjurian dalam aspek kualitatif.

 

  1. B.       ASPEK PENILAIAN

Lomba Inovasi Bisnis Pemuda 2012 memfokuskan penilaian pada aspek :

  1. Inovasi yang dikembangkan dan dilaksanakan dengan serangkaian indikator penilaian;
  2. Bisnis yang dilakukan dalam bidang yang relevan dengan serangkaian indikator penilaian;
  3. Dampak peningkatan nilai ekonomi dan sosial masyarakat sebagai sasaran utama inovasi bisnis pemuda, baik secara lokal, regional, nasional dan internasional dengan serangkaian indikator penilaian.

 

  1. C.       INDIKATOR PENILAIAN

Penilaian dalam lomba inovasi bisnis ini memiliki indikator :

  1. Kebaharuan sebagai karakter inovasi bisnis;
  2. Tingkat pemanfaatan teknologi;
  3. Tingkat kerumitan;
  4. Tingkat kesulitan;
  5. Nilai inovasi bisnis yang bermanfaat bagi masyarakat;
  6. Prospek pasar yang baik;
  7. Stimulator perkembangan ekonomi masyarakat;
  8. Pendongkrak tumbuhnya perekonomian masyarakat;
  9. Keseimbangan inovasi dengan dampak pengembangan hasil;
  10. Peningkatan nilai tambah.

 

D.       TAHAP PENILAIAN

Proses penilaian dalam Lomba Inovasi Bisnis Pemuda dilakukan melalui tiga tahap, yaitu tahap penilaian administrasi dan dokumen, tahap penilaian substansi, tahap verifikasi lapangan dan tahap penilaian akhir.

  1. Tahap Penilaian Administrasi dan Dokumen

Tahap Penilaian Administrasi dan dokumen dilakukan dengan cara mengecek kelengkapan persyaratan administrasi dan dokumen yang ditetapkan.

 

  1. Tahap Penilaian Substansi

Tahap Penilaian Substansi dilakukan dengan menguji isi proposal berdasarkan aspek dan indikator yang telah ditetapkan

  1. Tahap Verifikasi Lapangan

Tahap verifikasi lapangan dilakukan dengan melakukan pengamatan langsung kepada peserta yang lulus seleksi tahap administrasi dan substansi di tempat inovasi bisnis dilakukan.

  1. Tahap Penilaian Akhir

Tahap penilaian akhir dilakukan dengan menghadirkan 10 nominator pemenang yang lulus verifikasi lapangan untuk dilakukan pengujian secara langsung oleh Dewan juri. Penilaian dilakukan dengan cara presentasi dan wawancara, selanjutnya ditetapkan sebagai pemenang pertama, kedua dan ketiga

 

E.        STANDAR DAN SKORING PENILAIAN

  1. Standar penilaian dilakukan dengan tahapan-tahapan sebagai berikut :
    1. Tahap pertama dilakukan pengujian persyaratan sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan dengan sistem gugur.
    2. Tahap kedua dilakukan penilaian dengan skala skor 0 – 100 disesuaikan dengan nilai pembobotan untuk setiap aspeknya.
    3. Tahap ketiga dilakukan penilaian kesesuaian atas isi proposal yang dikembangkan dengan realitas yang terjadi di lapangan dengan sistem gugur. Pada tahap ini ditetapkan 10 nominator untuk mengikuti tahap penilaian akhir.
    4. Penilaian tahap keempat dilakukan melalui penskoran dengan skala 0 – 100 untuk disusun rangking, yang kemudian ditetapkan pemenang pertama, kedua, dan ketiga berdasarkan posisi rangking tertinggi.

 

 

 

  1. Skoring dan pembobotan aspek

ASPEK

SKOR

BOBOT

Inovasi

0 – 100

60 %

Bisnis

0 – 100

25 %

Dampak

0 – 100

15 %

 

 

BAB IV

TIM PENILAI DAN DEWAN JURI

 

  1. A.       TIM PENILAI

Tim penilai adalah kelompok penilai pada tahapan administrasi, substansi dan verifikasi lapangan. Unsur tim penilai adalah perwakilan dari Kemenpora dan para pakar yang ditetapkan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga.

 

  1. B.       UNSUR DEWA JURI
    1. Akademisi;
    2. Perbankan;
    3. Kemenpora;
    4. BPPT/LIPI;
    5. Asosiasi Pengusaha;
    6. Ditjen HAKI (Hak Atas Karya Intelektual);
    7. PERS/Media;
    8. KIN.

 

 

  1. C.       TUGAS DAN TANGGUNGJAWAB DEWAN JURI :
  • Melaksanakan penilaian berdasarkan format penilaian dalam buku panduan;
  • Melakukan wawancara dalam presentasi untuk memberikan penilaian;
  • Menetapkan pemenang;
  • Menandatangani berita acara hasil penjurian;
  • Melaporkan hasil penilaian kepada penanggungjawab kegiatan.

 

BAB V

PENGHARGAAN

 

Setiap peserta Lomba Inovasi Bisnis Pemuda 2012 yang masuk nominator akan menerima penghargaan dari Menteri Negara Pemuda dan Olahraga, yaitu :

Penghargaan dalam bentuk uang tunai diserahkan kepada pemenang pertama, kedua, dan ketiga sesuai dengan nominal yang telah ditetapkan ditambah dengan sertifikat dan plakat. Bagi 7 (tujuh) nominator diberikan penghargaan dalam bentuk sertifikat dan dana peningkatan usaha sebesar yang telah ditetapkan oleh Kemenpora.

 

BAB VI

JADWAL DAN PENDAFTARAN

 

A.     JADWAL LOMBA INOVASI BISNIS PEMUDA

No

Uraian

Agst

Sept

Okt

Nov

1

Penyusunan Pedoman

2

Sosialisasi Lomba

3

Pendaftaran

4

Seleksi berkas

5

Penilaian

6

Penetapan Pemenang Lomba

7

Pemberian Penghargaan

8

Laporan pertanggungjawaban

B.       WAKTU DAN TEMPAT PENDAFTARAN

  1. Waktu Pendaftaran

Pendaftaran peserta tanggal 15 Agustus – 24 September 2012

 

 

  1. Tempat Pendaftaran

Asisten Deputi Peningkatan Kreativitas Pemuda

Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda

Kementerian Pemuda dan Olahraga

Jl. Gerbang Pemuda No. 3 Senayan – Jakarta Pusat

Telp/Fax : (021) 5738152

Website : www.kemenpora.go.id

Email : risdiamon@yahoo.com

Contact Person : Risdiamon, SE, MM :

0818 740 665

 

BAB VII

PENUTUP

 

Semoga Buku Pedoman Lomba Inovasi Bisnis Pemuda 2012 ini dapat menjadi acuan bagi penyelenggara dan peserta dalam penyelenggaraan Lomba Inovasi Bisnis Pemuda ini.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PANDUAN PELAKSANAAN

LOMBA INOVASI BISNIS PEMUDA

TAHUN 2012

 

 

 

 

 

 

ASISTEN DEPUTI PENINGKATAN KREATIVITAS

DEPUTI BIDANG PEMBERDAYAAN PEMUDA

KEMENTERIAN PEMUDA DAN OLAHRAGA

REPUBLIK INDONESIA

 

SAMBUTAN

DEPUTI BIDANG PEMBERDAYAAN PEMUDA

DALAM RANGKA LOMBA INOVASI BISNIS PEMUDA

TAHUN 2012

 

 

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Salam Sejahtera bagi kita semua

 

Syukur alhamdulillah, kita panjatkan kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa yang senantiasa menganugerahkan kepada kita keberkahan, kenikmatan, kedamaian, kesejahteraan, dan kasih sayang di negeri kita ini, sehingga kita masih dapat menjalankan tugas-tugas yang menjadi tanggung jawab kita sebagai warga bangsa sekaligus bagian dari pengabdian kita demi kemaslahatan bangsa dan negara.

 

Pada tahun 2015, kita akan memasuki era baru Komunitas ASEAN yang meliputi komunitas keamanan, ekonomi dan sosial budaya. Dalam bentuk Komunitas ASEAN semacam ini, arus barang, jasa dan orang akan semakin leluasa sehingga hal itu adalah bagian dari tantangan sekaligus kesempatan ke depan bagi bangsa dan pemuda Indonesia. Dengan demikian, persaingan tidak lagi meliputi 240 juta masyarakat Indonesia, tetapi dengan 500 juta masyarakat ASEAN. Kita harus bisa berjaya dalam era baru tersebut, dan sekaligus tidak boleh kehilangan identitas diri ke-Indonesia.

 

Tatkala kita bicara tentang inovasi, biasanya bayangan kita adalah teknologi terbaru dan canggih, seperti internet, rekayasa genetika, teknologi NANO dan sebagainya apakah inovasi memang harus menyangkut penemuan teknologi terbaru..??

 

Josepha Schum Peter, mendefinisikan inovasi (innovation) sebagai proses pembuatan produk komersial dari suatu hasil ciptaan (invention). Sedangkan invention sendiri di definisikan sebagai proses atau proses baru. Jadi inovasi dapat melibatkan penciptaan teknologi baru maupun pengaplikasian teknologi yang sudah ada.

 

Jika kita bertanya inovasi macam apa yang dibutuhkan Indonesia, dapat kita jawab bahwa dibutuhkan secara mendesak. Inovasi yang mampu menciptakan proses dan produk pertanian yang lebih produktif namun lebih ramah lingkungan, serta inovasi dalam  produk olahan hasil alam dan inovasi yang sulit ditiru dan berpotensi besar adalah yang berbasis kekayaan intelektual, atau disebut industri kreatif.

 

Masa depan bangsa Indonesia tidak dapat digantungkan pada kekayaan alam semata, tetapi juga oleh kemampuan dalam menghasilkan inovasi yang mampu menciptakan proses dan produk pertanian yang lebih produktif namun ramah lingkungan, Inovasi dalam produk olahan hasil alam dan inovasi yang berbasis industri kreatif baik berupa penyempurnaan atau sesuatu yang sama sekali baru atas barang dan jasa dalam rangka memenuhi kebutuhan pasar nasional dan pasar dunia yang cenderung berubah dengan cepat.

 

Belum adanya suatu kebijakan yang komprehensif dalam menciptakan iklim yang kondusif bagi tumbuhnya budaya inovasi menjadi bagian integral dalam upaya untuk meningkatkan dan memelihara daya saing suatu negara. Meskipun kewirausahaan dan inovasi bukan hal yang sama, tetapi dalam perkembangan kewirausahaan mampu menggabungkan seluruh sumber-sumber daya usaha yang dibutuhkan seperti modal, manajemen, sumber daya manusia, strategis bisnis dan mentransformasikannya menjadi suatu produk baru yang inovatif. Inilah tantangan sekaligus peluang bagi kaum muda.

 

Kita menyadari sepenuhnya bahwa pengembangan suatu inovasi dari tahap premature hingga mencapai tahap komersialisasi memerlukan suatu proses panjang yang melibatkan dukungan prasarana seperti pembiayaan, sarana riset, kelembagaan dunia usaha (terkait) sebagai pemakai akhir. Oleh karenanya Lomba Inovasi Bisnis Pemuda 2012 hendaknya dilihat sebagai suatu titik awal dalam upaya mempromosikan budaya inovasi dikalangan kaum muda, merintis terciptanya hubungan yang saling menguntungkan antara inovator muda, lembagapembiayaan (dunia usaha) dan pada gilirannya perlindungan hukum sebagai hasil karya inovasi melalui Hak Kekayaan Intelektual (HKI) merupakan hal yang sangat penting.

 

Berangkat dari pemikiran tersebut, maka lomba Inovasi Bisnis Pemuda 2012 tidak hanya sekedar memilih atau memberi penghargaan kepada inovator muda Indonesia terbaik, tetapi mampu menumbuhkan kreativitas/inspirasi, motivasi dan keyakinan yang teguh bahwa tantangan baru yang kita hadapi terletak pada kemampuan kita dalam menggerakkan segenap potensi yang dimiliki generasi muda untuk meningkatkan daya saing Indonesia.

 

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

 

 

Jakarta,    Mei 2012

Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda

 

 

 

 

DR. H. Alfitra Salamm, APU


PRAKATA

ASISTEN DEPUTI PENINGKATAN

KREATIVITAS PEMUDA

 

 

Panduan pelaksanaan ini hanya sebagai acuan dalam penyelenggaraan kegiatan Lomba Inovasi Bisnis Pemuda Tahun 2012, agar berjalan sesuai dengan rambu-rambu dan persyaratan yang telah ditentukan untuk membentuk para pemuda kita menjadi pemuda yang kreatif, berjiwa wirausaha, kesukarelawan dan berdaya saing.

 

Panduan pelaksanaan kegiatan ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kami sangat terbuka untuk menerima kritik dan saran yang sifatnya membangun demi kesempurnaan diwaktu yang akan datang.

 

Akhirnya kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan ini, kami ucapkan banyak terima kasih dan semoga menjadi amal saleh di akherat nanti. Amin ya robal’alamin.

Asisten Deputi

Peningkatan Kreativitas Pemuda

Dra. Marheni Dyah K, M.Pd

 

DAFTAR ISI

 

SAMBUTAN DEPUTI BIDANG PEMBERDAYAAN PEMUDA…………………………………………………………….

ii

PRAKATA ASISTEN DEPUTI PENINGKATAN KREATIVITAS PEMUDA……………………………………..

vi

BAB I PENDAHULUAN……………………………………….

2

A. LATAR BELAKANG………………………………………..

2

B. DASAR KEGIATAN………………………………………..

6

C. TUJUAN LOMBA……………………………………………

7

D. TEMA……………………………………………………………

8

E. RUANG LINGKUP………………………………………….

8

BAB II PERSYARATAN PESERTA………………………

9

A. PERSYARATAN PESERTA……………………………..

9

B. MANFAAT LOMBA………………………………………….

10

BAB IIIKRITERIA PENILAIAN…………………………….

11

A. KONSEP PENILAIAN………………………………………

11

B. ASPEK PENILAIAN…………………………………………

11

C. INDIKATOR PENILAIAN…………………………………..

12

D. TAHAP PENILAIAN…………………………………………

13

E. STANDAR DAN SKORING PENILAIAN ……………..

14

BAB IV PENILAI DAN DEWAN JURI…………………….

17

A. TIM PENILAI…………………………………………………..

17

B. UNSUR DEWAN JURI……………………………………..

17

C. TUGAS DAN TANGGUNGJAWAB

DEWAN JURI…………………………………………………

18

 

 BAB V PENGHARGAAN……………………………………..

19

 BAB VI JADWAL DAN PENDAFTARAN……………….

20

 BAB VII PENUTUP ……………………………………………..

22

 

 


BAB I

PENDAHULUAN

A.       LATAR BELAKANG

 

Inovasi menggerakkan dunia. Dengan kehadiran listrik, hidup menjadi lebih mudah. Mesin uap membuat berbagai macam industri berkembang dan menyediakan lapangan kerja secara massal. Kelahiran internet menjadikan dunia serasa tanpa batasan. Kini, inovasi kian menjadi kebutuhan yang mendesak, baik bagi suatu perusahaan maupun suatu negara. Mengapa?

  • Perdagangan bebas, serta rendahnya biaya komunikasi dan transportasi antarnegara, menyebabkan Indonesia bersaing semakin ketat dengan negara lain yang memiliki upah tenaga kerja lebih rendah atau keterampilan serta pendidikan yang lebih baik.
  • Penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi mengubah dunia lebih cepat dari sebelumnya. Pengembangan teknologi, energi hijau dan sebagainya membuka banyak peluang komersial bagi para entrepeneur.
  • Fenomena media abad 21, ketika komunikasi global berlangsung secara non-stop (24 jam/hari, 7 hari/minggu), memungkinkan informasi disebarkan ke seluruh dunia dengan segera termasuk fashion, ide, dan produk. Hal ini menyebabkan selera konsumen berubah dengan sangat cepat.

 

Dalam dunia yang semakin tanpa batas, perubahan menjadi semakin cepat dan berdampak besar bagi suatu perusahaan maupun negara. Akhir abad lalu, industri di Indonesia mampu bersaing secara internasional dengan adanya upah buruh yang rendah. Namun apakah kini kita masih mampu bersaing dengan China? Vietnam? Atau Malaysia?

 

Pertumbuhan, katahanan dan stabilitas ekonomi sebuah negara terkait erat dengan karakter para pelaku ekonomi. Wirausaha atau biasa disebut entrepreneur merupakan pelaku ekonomi yang sesungguhnya. Mereka adalah orang-orang yang berani mengambil resiko, kreatif dalam menggabungkan dan mengorganisasikan faktor-faktor produksi seperti manusia, ide, material, dan permodalan, untuk memperkenalkan proses atau produk baru.

 

Pemuda yang memfokuskan dirinya dalam pengembangan usaha sendiri merupakan minoritas di antara mainstream yang kebanyakan mereka hanya sebagai pencari kerja atau kaum pekerja. Pemuda yang terjun dalam dunia wirausaha adalah pemuda yang berani mengambil resiko atas waktu, uang dan tenaga. Mereka berkreasi memberikan nilai tambah terhadap sebuah produk secara langsung maupun dampak ikutan dari produk dan jasa yang dihasilkan.

 

Yang dimaksud dengan inovasi di sini adalah kegiatan penelitian, pengembangan dan/atau perekayasaan yang bertujuan mengembangkan penerapan praktis nilai dan konteks ilmu pengetahuan yang baru, atau cara baru untuk menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah ada ke dalam produk atau proses produksi (UU No. 18 Tahun 2002 tentang Sistem Nasional Penelitian Pengembangan dan Penerapan IPTEK).

 

Inovasi bisnis adalah suatu bentuk kreativitas yang bertujuan untuk mengembangkan bisnis mencakup : proses, produk, kemasan, metode dan sistem pemasaran yang berorientasi pada meningkatnya nilai tambah ekonomi.

 

Inovasi bisnis merupakan pembaharuan bisnis yang mencakup : proses, produk, kemasan, metode dan sistem pemasaran di dalam prosesnya dilakukan dengan penelitian dan pengamatan, analisa atau pengkajian untuk mencapai tujuan dengan inovasi tersebut.

 

Inovasi dimaksud dalam lomba ini adalah pengembangan dan/atau perekayasaan yang bertujuan untuk mengadakan pembaharuan (novelty). Yang dimaksud pembaharuan melalui inovasi bisnis tersebut dapat mencakup seluruh daya usaha antara lain dalam bahan baku, peralatan, permesinan, proses produksi, produk, kemasan.

 

Lomba Inovasi Bisnis Pemuda yang diprakarsai dan dilaksanakan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga adalah sebuah proses apresiasi kepada pemuda yang melaksanakan kegiatan usaha. Lomba inovasi bisnis ini memberikan penghargaan bagi peserta pemenang peringkat satu, dua dan tiga dengan harapan usaha yang dilakukan dapat bertahan, berkembang dan berkelanjutan.

 

B.   DASAR KEGIATAN

  1. Undang-undang No. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara;
  2. Undang-undang No. 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional;
  3. Undang-undang No. 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara;
  4. Undang-undang No. 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan;
  5. Peraturan Pemerintah No. 5 Tahun 2012 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2012-2014;
  6. Peraturan Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Nomor PER-013/MENPORA/II/2007 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara pemuda dan Olahraga.

 

C.       TUJUAN LOMBA

  1. Memotivasi pemuda untuk memiliki kebanggaan terhadap dunia wirausaha sebagai bahan pilihan utama dalam mewujudkan kemandiriannya, yang akan berdampak pada terciptanya lapangan kerja, baik bagi diri sendiri maupun orang lain.
  2. Menemukan wirausaha muda yang melaksanakan inovasi bisnis terkait dengan proses, produk, permodalan, peralatan, bahan baku, tenaga kerja, kemasan, dan jaringan pemasaran.
  3. Mendorong wirausaha muda untuk menumbuhkan semangat mengembangkan sistem inovasi bisnis berbasis potensi lokal.
  4. Memberikan penghargaan kepada pemuda yang melakukan inovasi bisnis terbaik.

 

D.       TEMA

”Dengan Kreativitas – Inovasi Kita Tingkatkan Pemuda yang Maju, Kompetitif dan Berdaya Saing di Komunitas ASEAN”

 

E.        RUANG LINGKUP

Lomba inovasi bisnis ini memberikan kesempatan kepada pemuda yang melaksanakan kegiatan inovasi bisnis di berbagai bidang usaha.

 

BAB II

PERSYARATAN PESERTA

 

A.  PERSYARATAN PESERTA

  1. Warga Negara Indonesia, perorangan maupun kelompok, berusia 16 sampai 30 tahun;

2.Wirausaha yang masih aktif;

3.Memiliki kebaharuan dalam inovasi bisnis;

4.Karya inovasi bisnis belum pernah menjadi pemenang pertama, kedua dan ketiga di tingkat nasional;

  1. Menyerahkan data terkait dengan inovasi bisnis yang dilakukannya;
  2. Bisnis yang dijalankan tidak melanggar norma dan hukum berlaku;
  3. Karya Inovasi bisnis adalah milik sendiri/kelompok (dibuktikan dengan surat pernyataan di atas materai)

 

B.  MANFAAT LOMBA

 

  1.                         1.      Tumbuhnya inovasi pada tataran bisnis yang dijalankan pemuda sesuai dengan tuntutan kompetisi bisnis tingkat lokal, regional, global;
  2.                         2.      Tumbuh kembangnya wirausaha pemuda yang mandiri;
  3.                         3.      Memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan dan penguatan ekonomi nasional;
  4.                         4.      Terjadinya proses pembelajaran bisnis bagi pemuda dan masyarakat;
  5.                         5.      Apresiasi terhadap pemuda pelaku bisnis yang inovatif.

 

BAB III

KRITERIA PENILAIAN

 

  1. A.       KONSEP PENILAIAN

Penilaian dalam Lomba Inovasi Bisnis Pemuda 2012 dilakukan dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Hasil penilaian berupa skor atas variabel-variabel penilaian yang kemudian dirangking. Variabel tersebut meliputi variabel inovasi, variabel bisnis, variabel sosial. Hasil terbaik akan dipanggil sebagai nominator yang kemudian dinilai kembali melalui proses penjurian dalam aspek kualitatif.

 

  1. B.       ASPEK PENILAIAN

Lomba Inovasi Bisnis Pemuda 2012 memfokuskan penilaian pada aspek :

  1. Inovasi yang dikembangkan dan dilaksanakan dengan serangkaian indikator penilaian;
  2. Bisnis yang dilakukan dalam bidang yang relevan dengan serangkaian indikator penilaian;
  3. Dampak peningkatan nilai ekonomi dan sosial masyarakat sebagai sasaran utama inovasi bisnis pemuda, baik secara lokal, regional, nasional dan internasional dengan serangkaian indikator penilaian.

 

  1. C.       INDIKATOR PENILAIAN

Penilaian dalam lomba inovasi bisnis ini memiliki indikator :

  1. Kebaharuan sebagai karakter inovasi bisnis;
  2. Tingkat pemanfaatan teknologi;
  3. Tingkat kerumitan;
  4. Tingkat kesulitan;
  5. Nilai inovasi bisnis yang bermanfaat bagi masyarakat;
  6. Prospek pasar yang baik;
  7. Stimulator perkembangan ekonomi masyarakat;
  8. Pendongkrak tumbuhnya perekonomian masyarakat;
  9. Keseimbangan inovasi dengan dampak pengembangan hasil;
  10. Peningkatan nilai tambah.

 

D.       TAHAP PENILAIAN

Proses penilaian dalam Lomba Inovasi Bisnis Pemuda dilakukan melalui tiga tahap, yaitu tahap penilaian administrasi dan dokumen, tahap penilaian substansi, tahap verifikasi lapangan dan tahap penilaian akhir.

  1. Tahap Penilaian Administrasi dan Dokumen

Tahap Penilaian Administrasi dan dokumen dilakukan dengan cara mengecek kelengkapan persyaratan administrasi dan dokumen yang ditetapkan.

 

  1. Tahap Penilaian Substansi

Tahap Penilaian Substansi dilakukan dengan menguji isi proposal berdasarkan aspek dan indikator yang telah ditetapkan

  1. Tahap Verifikasi Lapangan

Tahap verifikasi lapangan dilakukan dengan melakukan pengamatan langsung kepada peserta yang lulus seleksi tahap administrasi dan substansi di tempat inovasi bisnis dilakukan.

  1. Tahap Penilaian Akhir

Tahap penilaian akhir dilakukan dengan menghadirkan 10 nominator pemenang yang lulus verifikasi lapangan untuk dilakukan pengujian secara langsung oleh Dewan juri. Penilaian dilakukan dengan cara presentasi dan wawancara, selanjutnya ditetapkan sebagai pemenang pertama, kedua dan ketiga

 

E.        STANDAR DAN SKORING PENILAIAN

  1. Standar penilaian dilakukan dengan tahapan-tahapan sebagai berikut :
    1. Tahap pertama dilakukan pengujian persyaratan sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan dengan sistem gugur.
    2. Tahap kedua dilakukan penilaian dengan skala skor 0 – 100 disesuaikan dengan nilai pembobotan untuk setiap aspeknya.
    3. Tahap ketiga dilakukan penilaian kesesuaian atas isi proposal yang dikembangkan dengan realitas yang terjadi di lapangan dengan sistem gugur. Pada tahap ini ditetapkan 10 nominator untuk mengikuti tahap penilaian akhir.
    4. Penilaian tahap keempat dilakukan melalui penskoran dengan skala 0 – 100 untuk disusun rangking, yang kemudian ditetapkan pemenang pertama, kedua, dan ketiga berdasarkan posisi rangking tertinggi.

 

 

 

  1. Skoring dan pembobotan aspek

ASPEK

SKOR

BOBOT

Inovasi

0 – 100

60 %

Bisnis

0 – 100

25 %

Dampak

0 – 100

15 %

 

 

BAB IV

TIM PENILAI DAN DEWAN JURI

 

  1. A.       TIM PENILAI

Tim penilai adalah kelompok penilai pada tahapan administrasi, substansi dan verifikasi lapangan. Unsur tim penilai adalah perwakilan dari Kemenpora dan para pakar yang ditetapkan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga.

 

  1. B.       UNSUR DEWA JURI
    1. Akademisi;
    2. Perbankan;
    3. Kemenpora;
    4. BPPT/LIPI;
    5. Asosiasi Pengusaha;
    6. Ditjen HAKI (Hak Atas Karya Intelektual);
    7. PERS/Media;
    8. KIN.

 

 

  1. C.       TUGAS DAN TANGGUNGJAWAB DEWAN JURI :
  • Melaksanakan penilaian berdasarkan format penilaian dalam buku panduan;
  • Melakukan wawancara dalam presentasi untuk memberikan penilaian;
  • Menetapkan pemenang;
  • Menandatangani berita acara hasil penjurian;
  • Melaporkan hasil penilaian kepada penanggungjawab kegiatan.

 

BAB V

PENGHARGAAN

 

Setiap peserta Lomba Inovasi Bisnis Pemuda 2012 yang masuk nominator akan menerima penghargaan dari Menteri Negara Pemuda dan Olahraga, yaitu :

Penghargaan dalam bentuk uang tunai diserahkan kepada pemenang pertama, kedua, dan ketiga sesuai dengan nominal yang telah ditetapkan ditambah dengan sertifikat dan plakat. Bagi 7 (tujuh) nominator diberikan penghargaan dalam bentuk sertifikat dan dana peningkatan usaha sebesar yang telah ditetapkan oleh Kemenpora.

 

BAB VI

JADWAL DAN PENDAFTARAN

 

A.     JADWAL LOMBA INOVASI BISNIS PEMUDA

No

Uraian

Agst

Sept

Okt

Nov

1

Penyusunan Pedoman

2

Sosialisasi Lomba

3

Pendaftaran

4

Seleksi berkas

5

Penilaian

6

Penetapan Pemenang Lomba

7

Pemberian Penghargaan

8

Laporan pertanggungjawaban

B.       WAKTU DAN TEMPAT PENDAFTARAN

  1. Waktu Pendaftaran

Pendaftaran peserta tanggal 15 Agustus – 24 September 2012

 

 

  1. Tempat Pendaftaran

Asisten Deputi Peningkatan Kreativitas Pemuda

Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda

Kementerian Pemuda dan Olahraga

Jl. Gerbang Pemuda No. 3 Senayan – Jakarta Pusat

Telp/Fax : (021) 5738152

Website : www.kemenpora.go.id

Email : risdiamon@yahoo.com

Contact Person : Risdiamon, SE, MM :

0818 740 665

 

BAB VII

PENUTUP

 

Semoga Buku Pedoman Lomba Inovasi Bisnis Pemuda 2012 ini dapat menjadi acuan bagi penyelenggara dan peserta dalam penyelenggaraan Lomba Inovasi Bisnis Pemuda ini.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PANDUAN PELAKSANAAN

LOMBA INOVASI BISNIS PEMUDA

TAHUN 2012

 

 

 

 

 

 

ASISTEN DEPUTI PENINGKATAN KREATIVITAS

DEPUTI BIDANG PEMBERDAYAAN PEMUDA

KEMENTERIAN PEMUDA DAN OLAHRAGA

REPUBLIK INDONESIA

 

SAMBUTAN

DEPUTI BIDANG PEMBERDAYAAN PEMUDA

DALAM RANGKA LOMBA INOVASI BISNIS PEMUDA

TAHUN 2012

 

 

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Salam Sejahtera bagi kita semua

 

Syukur alhamdulillah, kita panjatkan kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa yang senantiasa menganugerahkan kepada kita keberkahan, kenikmatan, kedamaian, kesejahteraan, dan kasih sayang di negeri kita ini, sehingga kita masih dapat menjalankan tugas-tugas yang menjadi tanggung jawab kita sebagai warga bangsa sekaligus bagian dari pengabdian kita demi kemaslahatan bangsa dan negara.

 

Pada tahun 2015, kita akan memasuki era baru Komunitas ASEAN yang meliputi komunitas keamanan, ekonomi dan sosial budaya. Dalam bentuk Komunitas ASEAN semacam ini, arus barang, jasa dan orang akan semakin leluasa sehingga hal itu adalah bagian dari tantangan sekaligus kesempatan ke depan bagi bangsa dan pemuda Indonesia. Dengan demikian, persaingan tidak lagi meliputi 240 juta masyarakat Indonesia, tetapi dengan 500 juta masyarakat ASEAN. Kita harus bisa berjaya dalam era baru tersebut, dan sekaligus tidak boleh kehilangan identitas diri ke-Indonesia.

 

Tatkala kita bicara tentang inovasi, biasanya bayangan kita adalah teknologi terbaru dan canggih, seperti internet, rekayasa genetika, teknologi NANO dan sebagainya apakah inovasi memang harus menyangkut penemuan teknologi terbaru..??

 

Josepha Schum Peter, mendefinisikan inovasi (innovation) sebagai proses pembuatan produk komersial dari suatu hasil ciptaan (invention). Sedangkan invention sendiri di definisikan sebagai proses atau proses baru. Jadi inovasi dapat melibatkan penciptaan teknologi baru maupun pengaplikasian teknologi yang sudah ada.

 

Jika kita bertanya inovasi macam apa yang dibutuhkan Indonesia, dapat kita jawab bahwa dibutuhkan secara mendesak. Inovasi yang mampu menciptakan proses dan produk pertanian yang lebih produktif namun lebih ramah lingkungan, serta inovasi dalam  produk olahan hasil alam dan inovasi yang sulit ditiru dan berpotensi besar adalah yang berbasis kekayaan intelektual, atau disebut industri kreatif.

 

Masa depan bangsa Indonesia tidak dapat digantungkan pada kekayaan alam semata, tetapi juga oleh kemampuan dalam menghasilkan inovasi yang mampu menciptakan proses dan produk pertanian yang lebih produktif namun ramah lingkungan, Inovasi dalam produk olahan hasil alam dan inovasi yang berbasis industri kreatif baik berupa penyempurnaan atau sesuatu yang sama sekali baru atas barang dan jasa dalam rangka memenuhi kebutuhan pasar nasional dan pasar dunia yang cenderung berubah dengan cepat.

 

Belum adanya suatu kebijakan yang komprehensif dalam menciptakan iklim yang kondusif bagi tumbuhnya budaya inovasi menjadi bagian integral dalam upaya untuk meningkatkan dan memelihara daya saing suatu negara. Meskipun kewirausahaan dan inovasi bukan hal yang sama, tetapi dalam perkembangan kewirausahaan mampu menggabungkan seluruh sumber-sumber daya usaha yang dibutuhkan seperti modal, manajemen, sumber daya manusia, strategis bisnis dan mentransformasikannya menjadi suatu produk baru yang inovatif. Inilah tantangan sekaligus peluang bagi kaum muda.

 

Kita menyadari sepenuhnya bahwa pengembangan suatu inovasi dari tahap premature hingga mencapai tahap komersialisasi memerlukan suatu proses panjang yang melibatkan dukungan prasarana seperti pembiayaan, sarana riset, kelembagaan dunia usaha (terkait) sebagai pemakai akhir. Oleh karenanya Lomba Inovasi Bisnis Pemuda 2012 hendaknya dilihat sebagai suatu titik awal dalam upaya mempromosikan budaya inovasi dikalangan kaum muda, merintis terciptanya hubungan yang saling menguntungkan antara inovator muda, lembagapembiayaan (dunia usaha) dan pada gilirannya perlindungan hukum sebagai hasil karya inovasi melalui Hak Kekayaan Intelektual (HKI) merupakan hal yang sangat penting.

 

Berangkat dari pemikiran tersebut, maka lomba Inovasi Bisnis Pemuda 2012 tidak hanya sekedar memilih atau memberi penghargaan kepada inovator muda Indonesia terbaik, tetapi mampu menumbuhkan kreativitas/inspirasi, motivasi dan keyakinan yang teguh bahwa tantangan baru yang kita hadapi terletak pada kemampuan kita dalam menggerakkan segenap potensi yang dimiliki generasi muda untuk meningkatkan daya saing Indonesia.

 

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

 

 

Jakarta,    Mei 2012

Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda

 

 

 

 

DR. H. Alfitra Salamm, APU


PRAKATA

ASISTEN DEPUTI PENINGKATAN

KREATIVITAS PEMUDA

 

 

Panduan pelaksanaan ini hanya sebagai acuan dalam penyelenggaraan kegiatan Lomba Inovasi Bisnis Pemuda Tahun 2012, agar berjalan sesuai dengan rambu-rambu dan persyaratan yang telah ditentukan untuk membentuk para pemuda kita menjadi pemuda yang kreatif, berjiwa wirausaha, kesukarelawan dan berdaya saing.

 

Panduan pelaksanaan kegiatan ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kami sangat terbuka untuk menerima kritik dan saran yang sifatnya membangun demi kesempurnaan diwaktu yang akan datang.

 

Akhirnya kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan ini, kami ucapkan banyak terima kasih dan semoga menjadi amal saleh di akherat nanti. Amin ya robal’alamin.

Asisten Deputi

Peningkatan Kreativitas Pemuda

Dra. Marheni Dyah K, M.Pd

 

DAFTAR ISI

 

SAMBUTAN DEPUTI BIDANG PEMBERDAYAAN PEMUDA…………………………………………………………….

ii

PRAKATA ASISTEN DEPUTI PENINGKATAN KREATIVITAS PEMUDA……………………………………..

vi

BAB I PENDAHULUAN……………………………………….

2

A. LATAR BELAKANG………………………………………..

2

B. DASAR KEGIATAN………………………………………..

6

C. TUJUAN LOMBA……………………………………………

7

D. TEMA……………………………………………………………

8

E. RUANG LINGKUP………………………………………….

8

BAB II PERSYARATAN PESERTA………………………

9

A. PERSYARATAN PESERTA……………………………..

9

B. MANFAAT LOMBA………………………………………….

10

BAB IIIKRITERIA PENILAIAN…………………………….

11

A. KONSEP PENILAIAN………………………………………

11

B. ASPEK PENILAIAN…………………………………………

11

C. INDIKATOR PENILAIAN…………………………………..

12

D. TAHAP PENILAIAN…………………………………………

13

E. STANDAR DAN SKORING PENILAIAN ……………..

14

BAB IV PENILAI DAN DEWAN JURI…………………….

17

A. TIM PENILAI…………………………………………………..

17

B. UNSUR DEWAN JURI……………………………………..

17

C. TUGAS DAN TANGGUNGJAWAB

DEWAN JURI…………………………………………………

18

 

 BAB V PENGHARGAAN……………………………………..

19

 BAB VI JADWAL DAN PENDAFTARAN……………….

20

 BAB VII PENUTUP ……………………………………………..

22

 

 


BAB I

PENDAHULUAN

A.       LATAR BELAKANG

 

Inovasi menggerakkan dunia. Dengan kehadiran listrik, hidup menjadi lebih mudah. Mesin uap membuat berbagai macam industri berkembang dan menyediakan lapangan kerja secara massal. Kelahiran internet menjadikan dunia serasa tanpa batasan. Kini, inovasi kian menjadi kebutuhan yang mendesak, baik bagi suatu perusahaan maupun suatu negara. Mengapa?

  • Perdagangan bebas, serta rendahnya biaya komunikasi dan transportasi antarnegara, menyebabkan Indonesia bersaing semakin ketat dengan negara lain yang memiliki upah tenaga kerja lebih rendah atau keterampilan serta pendidikan yang lebih baik.
  • Penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi mengubah dunia lebih cepat dari sebelumnya. Pengembangan teknologi, energi hijau dan sebagainya membuka banyak peluang komersial bagi para entrepeneur.
  • Fenomena media abad 21, ketika komunikasi global berlangsung secara non-stop (24 jam/hari, 7 hari/minggu), memungkinkan informasi disebarkan ke seluruh dunia dengan segera termasuk fashion, ide, dan produk. Hal ini menyebabkan selera konsumen berubah dengan sangat cepat.

 

Dalam dunia yang semakin tanpa batas, perubahan menjadi semakin cepat dan berdampak besar bagi suatu perusahaan maupun negara. Akhir abad lalu, industri di Indonesia mampu bersaing secara internasional dengan adanya upah buruh yang rendah. Namun apakah kini kita masih mampu bersaing dengan China? Vietnam? Atau Malaysia?

 

Pertumbuhan, katahanan dan stabilitas ekonomi sebuah negara terkait erat dengan karakter para pelaku ekonomi. Wirausaha atau biasa disebut entrepreneur merupakan pelaku ekonomi yang sesungguhnya. Mereka adalah orang-orang yang berani mengambil resiko, kreatif dalam menggabungkan dan mengorganisasikan faktor-faktor produksi seperti manusia, ide, material, dan permodalan, untuk memperkenalkan proses atau produk baru.

 

Pemuda yang memfokuskan dirinya dalam pengembangan usaha sendiri merupakan minoritas di antara mainstream yang kebanyakan mereka hanya sebagai pencari kerja atau kaum pekerja. Pemuda yang terjun dalam dunia wirausaha adalah pemuda yang berani mengambil resiko atas waktu, uang dan tenaga. Mereka berkreasi memberikan nilai tambah terhadap sebuah produk secara langsung maupun dampak ikutan dari produk dan jasa yang dihasilkan.

 

Yang dimaksud dengan inovasi di sini adalah kegiatan penelitian, pengembangan dan/atau perekayasaan yang bertujuan mengembangkan penerapan praktis nilai dan konteks ilmu pengetahuan yang baru, atau cara baru untuk menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah ada ke dalam produk atau proses produksi (UU No. 18 Tahun 2002 tentang Sistem Nasional Penelitian Pengembangan dan Penerapan IPTEK).

 

Inovasi bisnis adalah suatu bentuk kreativitas yang bertujuan untuk mengembangkan bisnis mencakup : proses, produk, kemasan, metode dan sistem pemasaran yang berorientasi pada meningkatnya nilai tambah ekonomi.

 

Inovasi bisnis merupakan pembaharuan bisnis yang mencakup : proses, produk, kemasan, metode dan sistem pemasaran di dalam prosesnya dilakukan dengan penelitian dan pengamatan, analisa atau pengkajian untuk mencapai tujuan dengan inovasi tersebut.

 

Inovasi dimaksud dalam lomba ini adalah pengembangan dan/atau perekayasaan yang bertujuan untuk mengadakan pembaharuan (novelty). Yang dimaksud pembaharuan melalui inovasi bisnis tersebut dapat mencakup seluruh daya usaha antara lain dalam bahan baku, peralatan, permesinan, proses produksi, produk, kemasan.

 

Lomba Inovasi Bisnis Pemuda yang diprakarsai dan dilaksanakan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga adalah sebuah proses apresiasi kepada pemuda yang melaksanakan kegiatan usaha. Lomba inovasi bisnis ini memberikan penghargaan bagi peserta pemenang peringkat satu, dua dan tiga dengan harapan usaha yang dilakukan dapat bertahan, berkembang dan berkelanjutan.

 

B.   DASAR KEGIATAN

  1. Undang-undang No. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara;
  2. Undang-undang No. 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional;
  3. Undang-undang No. 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara;
  4. Undang-undang No. 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan;
  5. Peraturan Pemerintah No. 5 Tahun 2012 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2012-2014;
  6. Peraturan Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Nomor PER-013/MENPORA/II/2007 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara pemuda dan Olahraga.

 

C.       TUJUAN LOMBA

  1. Memotivasi pemuda untuk memiliki kebanggaan terhadap dunia wirausaha sebagai bahan pilihan utama dalam mewujudkan kemandiriannya, yang akan berdampak pada terciptanya lapangan kerja, baik bagi diri sendiri maupun orang lain.
  2. Menemukan wirausaha muda yang melaksanakan inovasi bisnis terkait dengan proses, produk, permodalan, peralatan, bahan baku, tenaga kerja, kemasan, dan jaringan pemasaran.
  3. Mendorong wirausaha muda untuk menumbuhkan semangat mengembangkan sistem inovasi bisnis berbasis potensi lokal.
  4. Memberikan penghargaan kepada pemuda yang melakukan inovasi bisnis terbaik.

 

D.       TEMA

”Dengan Kreativitas – Inovasi Kita Tingkatkan Pemuda yang Maju, Kompetitif dan Berdaya Saing di Komunitas ASEAN”

 

E.        RUANG LINGKUP

Lomba inovasi bisnis ini memberikan kesempatan kepada pemuda yang melaksanakan kegiatan inovasi bisnis di berbagai bidang usaha.

 

BAB II

PERSYARATAN PESERTA

 

A.  PERSYARATAN PESERTA

  1. Warga Negara Indonesia, perorangan maupun kelompok, berusia 16 sampai 30 tahun;

2.Wirausaha yang masih aktif;

3.Memiliki kebaharuan dalam inovasi bisnis;

4.Karya inovasi bisnis belum pernah menjadi pemenang pertama, kedua dan ketiga di tingkat nasional;

  1. Menyerahkan data terkait dengan inovasi bisnis yang dilakukannya;
  2. Bisnis yang dijalankan tidak melanggar norma dan hukum berlaku;
  3. Karya Inovasi bisnis adalah milik sendiri/kelompok (dibuktikan dengan surat pernyataan di atas materai)

 

B.  MANFAAT LOMBA

 

  1.                         1.      Tumbuhnya inovasi pada tataran bisnis yang dijalankan pemuda sesuai dengan tuntutan kompetisi bisnis tingkat lokal, regional, global;
  2.                         2.      Tumbuh kembangnya wirausaha pemuda yang mandiri;
  3.                         3.      Memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan dan penguatan ekonomi nasional;
  4.                         4.      Terjadinya proses pembelajaran bisnis bagi pemuda dan masyarakat;
  5.                         5.      Apresiasi terhadap pemuda pelaku bisnis yang inovatif.

 

BAB III

KRITERIA PENILAIAN

 

  1. A.       KONSEP PENILAIAN

Penilaian dalam Lomba Inovasi Bisnis Pemuda 2012 dilakukan dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Hasil penilaian berupa skor atas variabel-variabel penilaian yang kemudian dirangking. Variabel tersebut meliputi variabel inovasi, variabel bisnis, variabel sosial. Hasil terbaik akan dipanggil sebagai nominator yang kemudian dinilai kembali melalui proses penjurian dalam aspek kualitatif.

 

  1. B.       ASPEK PENILAIAN

Lomba Inovasi Bisnis Pemuda 2012 memfokuskan penilaian pada aspek :

  1. Inovasi yang dikembangkan dan dilaksanakan dengan serangkaian indikator penilaian;
  2. Bisnis yang dilakukan dalam bidang yang relevan dengan serangkaian indikator penilaian;
  3. Dampak peningkatan nilai ekonomi dan sosial masyarakat sebagai sasaran utama inovasi bisnis pemuda, baik secara lokal, regional, nasional dan internasional dengan serangkaian indikator penilaian.

 

  1. C.       INDIKATOR PENILAIAN

Penilaian dalam lomba inovasi bisnis ini memiliki indikator :

  1. Kebaharuan sebagai karakter inovasi bisnis;
  2. Tingkat pemanfaatan teknologi;
  3. Tingkat kerumitan;
  4. Tingkat kesulitan;
  5. Nilai inovasi bisnis yang bermanfaat bagi masyarakat;
  6. Prospek pasar yang baik;
  7. Stimulator perkembangan ekonomi masyarakat;
  8. Pendongkrak tumbuhnya perekonomian masyarakat;
  9. Keseimbangan inovasi dengan dampak pengembangan hasil;
  10. Peningkatan nilai tambah.

 

D.       TAHAP PENILAIAN

Proses penilaian dalam Lomba Inovasi Bisnis Pemuda dilakukan melalui tiga tahap, yaitu tahap penilaian administrasi dan dokumen, tahap penilaian substansi, tahap verifikasi lapangan dan tahap penilaian akhir.

  1. Tahap Penilaian Administrasi dan Dokumen

Tahap Penilaian Administrasi dan dokumen dilakukan dengan cara mengecek kelengkapan persyaratan administrasi dan dokumen yang ditetapkan.

 

  1. Tahap Penilaian Substansi

Tahap Penilaian Substansi dilakukan dengan menguji isi proposal berdasarkan aspek dan indikator yang telah ditetapkan

  1. Tahap Verifikasi Lapangan

Tahap verifikasi lapangan dilakukan dengan melakukan pengamatan langsung kepada peserta yang lulus seleksi tahap administrasi dan substansi di tempat inovasi bisnis dilakukan.

  1. Tahap Penilaian Akhir

Tahap penilaian akhir dilakukan dengan menghadirkan 10 nominator pemenang yang lulus verifikasi lapangan untuk dilakukan pengujian secara langsung oleh Dewan juri. Penilaian dilakukan dengan cara presentasi dan wawancara, selanjutnya ditetapkan sebagai pemenang pertama, kedua dan ketiga

 

E.        STANDAR DAN SKORING PENILAIAN

  1. Standar penilaian dilakukan dengan tahapan-tahapan sebagai berikut :
    1. Tahap pertama dilakukan pengujian persyaratan sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan dengan sistem gugur.
    2. Tahap kedua dilakukan penilaian dengan skala skor 0 – 100 disesuaikan dengan nilai pembobotan untuk setiap aspeknya.
    3. Tahap ketiga dilakukan penilaian kesesuaian atas isi proposal yang dikembangkan dengan realitas yang terjadi di lapangan dengan sistem gugur. Pada tahap ini ditetapkan 10 nominator untuk mengikuti tahap penilaian akhir.
    4. Penilaian tahap keempat dilakukan melalui penskoran dengan skala 0 – 100 untuk disusun rangking, yang kemudian ditetapkan pemenang pertama, kedua, dan ketiga berdasarkan posisi rangking tertinggi.

 

 

 

  1. Skoring dan pembobotan aspek

ASPEK

SKOR

BOBOT

Inovasi

0 – 100

60 %

Bisnis

0 – 100

25 %

Dampak

0 – 100

15 %

 

 

BAB IV

TIM PENILAI DAN DEWAN JURI

 

  1. A.       TIM PENILAI

Tim penilai adalah kelompok penilai pada tahapan administrasi, substansi dan verifikasi lapangan. Unsur tim penilai adalah perwakilan dari Kemenpora dan para pakar yang ditetapkan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga.

 

  1. B.       UNSUR DEWA JURI
    1. Akademisi;
    2. Perbankan;
    3. Kemenpora;
    4. BPPT/LIPI;
    5. Asosiasi Pengusaha;
    6. Ditjen HAKI (Hak Atas Karya Intelektual);
    7. PERS/Media;
    8. KIN.

 

 

  1. C.       TUGAS DAN TANGGUNGJAWAB DEWAN JURI :
  • Melaksanakan penilaian berdasarkan format penilaian dalam buku panduan;
  • Melakukan wawancara dalam presentasi untuk memberikan penilaian;
  • Menetapkan pemenang;
  • Menandatangani berita acara hasil penjurian;
  • Melaporkan hasil penilaian kepada penanggungjawab kegiatan.

 

BAB V

PENGHARGAAN

 

Setiap peserta Lomba Inovasi Bisnis Pemuda 2012 yang masuk nominator akan menerima penghargaan dari Menteri Negara Pemuda dan Olahraga, yaitu :

Penghargaan dalam bentuk uang tunai diserahkan kepada pemenang pertama, kedua, dan ketiga sesuai dengan nominal yang telah ditetapkan ditambah dengan sertifikat dan plakat. Bagi 7 (tujuh) nominator diberikan penghargaan dalam bentuk sertifikat dan dana peningkatan usaha sebesar yang telah ditetapkan oleh Kemenpora.

 

BAB VI

JADWAL DAN PENDAFTARAN

 

A.     JADWAL LOMBA INOVASI BISNIS PEMUDA

No

Uraian

Agst

Sept

Okt

Nov

1

Penyusunan Pedoman

2

Sosialisasi Lomba

3

Pendaftaran

4

Seleksi berkas

5

Penilaian

6

Penetapan Pemenang Lomba

7

Pemberian Penghargaan

8

Laporan pertanggungjawaban

B.       WAKTU DAN TEMPAT PENDAFTARAN

  1. Waktu Pendaftaran

Pendaftaran peserta tanggal 15 Agustus – 24 September 2012

 

 

  1. Tempat Pendaftaran

Asisten Deputi Peningkatan Kreativitas Pemuda

Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda

Kementerian Pemuda dan Olahraga

Jl. Gerbang Pemuda No. 3 Senayan – Jakarta Pusat

Telp/Fax : (021) 5738152

Website : www.kemenpora.go.id

Email : risdiamon@yahoo.com

Contact Person : Risdiamon, SE, MM :

0818 740 665

 

BAB VII

PENUTUP

 

Semoga Buku Pedoman Lomba Inovasi Bisnis Pemuda 2012 ini dapat menjadi acuan bagi penyelenggara dan peserta dalam penyelenggaraan Lomba Inovasi Bisnis Pemuda ini.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PANDUAN PELAKSANAAN

LOMBA INOVASI BISNIS PEMUDA

TAHUN 2012

 

 

 

 

 

 

ASISTEN DEPUTI PENINGKATAN KREATIVITAS

DEPUTI BIDANG PEMBERDAYAAN PEMUDA

KEMENTERIAN PEMUDA DAN OLAHRAGA

REPUBLIK INDONESIA

 

SAMBUTAN

DEPUTI BIDANG PEMBERDAYAAN PEMUDA

DALAM RANGKA LOMBA INOVASI BISNIS PEMUDA

TAHUN 2012

 

 

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Salam Sejahtera bagi kita semua

 

Syukur alhamdulillah, kita panjatkan kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa yang senantiasa menganugerahkan kepada kita keberkahan, kenikmatan, kedamaian, kesejahteraan, dan kasih sayang di negeri kita ini, sehingga kita masih dapat menjalankan tugas-tugas yang menjadi tanggung jawab kita sebagai warga bangsa sekaligus bagian dari pengabdian kita demi kemaslahatan bangsa dan negara.

 

Pada tahun 2015, kita akan memasuki era baru Komunitas ASEAN yang meliputi komunitas keamanan, ekonomi dan sosial budaya. Dalam bentuk Komunitas ASEAN semacam ini, arus barang, jasa dan orang akan semakin leluasa sehingga hal itu adalah bagian dari tantangan sekaligus kesempatan ke depan bagi bangsa dan pemuda Indonesia. Dengan demikian, persaingan tidak lagi meliputi 240 juta masyarakat Indonesia, tetapi dengan 500 juta masyarakat ASEAN. Kita harus bisa berjaya dalam era baru tersebut, dan sekaligus tidak boleh kehilangan identitas diri ke-Indonesia.

 

Tatkala kita bicara tentang inovasi, biasanya bayangan kita adalah teknologi terbaru dan canggih, seperti internet, rekayasa genetika, teknologi NANO dan sebagainya apakah inovasi memang harus menyangkut penemuan teknologi terbaru..??

 

Josepha Schum Peter, mendefinisikan inovasi (innovation) sebagai proses pembuatan produk komersial dari suatu hasil ciptaan (invention). Sedangkan invention sendiri di definisikan sebagai proses atau proses baru. Jadi inovasi dapat melibatkan penciptaan teknologi baru maupun pengaplikasian teknologi yang sudah ada.

 

Jika kita bertanya inovasi macam apa yang dibutuhkan Indonesia, dapat kita jawab bahwa dibutuhkan secara mendesak. Inovasi yang mampu menciptakan proses dan produk pertanian yang lebih produktif namun lebih ramah lingkungan, serta inovasi dalam  produk olahan hasil alam dan inovasi yang sulit ditiru dan berpotensi besar adalah yang berbasis kekayaan intelektual, atau disebut industri kreatif.

 

Masa depan bangsa Indonesia tidak dapat digantungkan pada kekayaan alam semata, tetapi juga oleh kemampuan dalam menghasilkan inovasi yang mampu menciptakan proses dan produk pertanian yang lebih produktif namun ramah lingkungan, Inovasi dalam produk olahan hasil alam dan inovasi yang berbasis industri kreatif baik berupa penyempurnaan atau sesuatu yang sama sekali baru atas barang dan jasa dalam rangka memenuhi kebutuhan pasar nasional dan pasar dunia yang cenderung berubah dengan cepat.

 

Belum adanya suatu kebijakan yang komprehensif dalam menciptakan iklim yang kondusif bagi tumbuhnya budaya inovasi menjadi bagian integral dalam upaya untuk meningkatkan dan memelihara daya saing suatu negara. Meskipun kewirausahaan dan inovasi bukan hal yang sama, tetapi dalam perkembangan kewirausahaan mampu menggabungkan seluruh sumber-sumber daya usaha yang dibutuhkan seperti modal, manajemen, sumber daya manusia, strategis bisnis dan mentransformasikannya menjadi suatu produk baru yang inovatif. Inilah tantangan sekaligus peluang bagi kaum muda.

 

Kita menyadari sepenuhnya bahwa pengembangan suatu inovasi dari tahap premature hingga mencapai tahap komersialisasi memerlukan suatu proses panjang yang melibatkan dukungan prasarana seperti pembiayaan, sarana riset, kelembagaan dunia usaha (terkait) sebagai pemakai akhir. Oleh karenanya Lomba Inovasi Bisnis Pemuda 2012 hendaknya dilihat sebagai suatu titik awal dalam upaya mempromosikan budaya inovasi dikalangan kaum muda, merintis terciptanya hubungan yang saling menguntungkan antara inovator muda, lembagapembiayaan (dunia usaha) dan pada gilirannya perlindungan hukum sebagai hasil karya inovasi melalui Hak Kekayaan Intelektual (HKI) merupakan hal yang sangat penting.

 

Berangkat dari pemikiran tersebut, maka lomba Inovasi Bisnis Pemuda 2012 tidak hanya sekedar memilih atau memberi penghargaan kepada inovator muda Indonesia terbaik, tetapi mampu menumbuhkan kreativitas/inspirasi, motivasi dan keyakinan yang teguh bahwa tantangan baru yang kita hadapi terletak pada kemampuan kita dalam menggerakkan segenap potensi yang dimiliki generasi muda untuk meningkatkan daya saing Indonesia.

 

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

 

 

Jakarta,    Mei 2012

Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda

 

 

 

 

DR. H. Alfitra Salamm, APU


PRAKATA

ASISTEN DEPUTI PENINGKATAN

KREATIVITAS PEMUDA

 

 

Panduan pelaksanaan ini hanya sebagai acuan dalam penyelenggaraan kegiatan Lomba Inovasi Bisnis Pemuda Tahun 2012, agar berjalan sesuai dengan rambu-rambu dan persyaratan yang telah ditentukan untuk membentuk para pemuda kita menjadi pemuda yang kreatif, berjiwa wirausaha, kesukarelawan dan berdaya saing.

 

Panduan pelaksanaan kegiatan ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kami sangat terbuka untuk menerima kritik dan saran yang sifatnya membangun demi kesempurnaan diwaktu yang akan datang.

 

Akhirnya kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan ini, kami ucapkan banyak terima kasih dan semoga menjadi amal saleh di akherat nanti. Amin ya robal’alamin.

Asisten Deputi

Peningkatan Kreativitas Pemuda

Dra. Marheni Dyah K, M.Pd

 

DAFTAR ISI

 

SAMBUTAN DEPUTI BIDANG PEMBERDAYAAN PEMUDA…………………………………………………………….

ii

PRAKATA ASISTEN DEPUTI PENINGKATAN KREATIVITAS PEMUDA……………………………………..

vi

BAB I PENDAHULUAN……………………………………….

2

A. LATAR BELAKANG………………………………………..

2

B. DASAR KEGIATAN………………………………………..

6

C. TUJUAN LOMBA……………………………………………

7

D. TEMA……………………………………………………………

8

E. RUANG LINGKUP………………………………………….

8

BAB II PERSYARATAN PESERTA………………………

9

A. PERSYARATAN PESERTA……………………………..

9

B. MANFAAT LOMBA………………………………………….

10

BAB IIIKRITERIA PENILAIAN…………………………….

11

A. KONSEP PENILAIAN………………………………………

11

B. ASPEK PENILAIAN…………………………………………

11

C. INDIKATOR PENILAIAN…………………………………..

12

D. TAHAP PENILAIAN…………………………………………

13

E. STANDAR DAN SKORING PENILAIAN ……………..

14

BAB IV PENILAI DAN DEWAN JURI…………………….

17

A. TIM PENILAI…………………………………………………..

17

B. UNSUR DEWAN JURI……………………………………..

17

C. TUGAS DAN TANGGUNGJAWAB

DEWAN JURI…………………………………………………

18

 

 BAB V PENGHARGAAN……………………………………..

19

 BAB VI JADWAL DAN PENDAFTARAN……………….

20

 BAB VII PENUTUP ……………………………………………..

22

 

 


BAB I

PENDAHULUAN

A.       LATAR BELAKANG

 

Inovasi menggerakkan dunia. Dengan kehadiran listrik, hidup menjadi lebih mudah. Mesin uap membuat berbagai macam industri berkembang dan menyediakan lapangan kerja secara massal. Kelahiran internet menjadikan dunia serasa tanpa batasan. Kini, inovasi kian menjadi kebutuhan yang mendesak, baik bagi suatu perusahaan maupun suatu negara. Mengapa?

  • Perdagangan bebas, serta rendahnya biaya komunikasi dan transportasi antarnegara, menyebabkan Indonesia bersaing semakin ketat dengan negara lain yang memiliki upah tenaga kerja lebih rendah atau keterampilan serta pendidikan yang lebih baik.
  • Penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi mengubah dunia lebih cepat dari sebelumnya. Pengembangan teknologi, energi hijau dan sebagainya membuka banyak peluang komersial bagi para entrepeneur.
  • Fenomena media abad 21, ketika komunikasi global berlangsung secara non-stop (24 jam/hari, 7 hari/minggu), memungkinkan informasi disebarkan ke seluruh dunia dengan segera termasuk fashion, ide, dan produk. Hal ini menyebabkan selera konsumen berubah dengan sangat cepat.

 

Dalam dunia yang semakin tanpa batas, perubahan menjadi semakin cepat dan berdampak besar bagi suatu perusahaan maupun negara. Akhir abad lalu, industri di Indonesia mampu bersaing secara internasional dengan adanya upah buruh yang rendah. Namun apakah kini kita masih mampu bersaing dengan China? Vietnam? Atau Malaysia?

 

Pertumbuhan, katahanan dan stabilitas ekonomi sebuah negara terkait erat dengan karakter para pelaku ekonomi. Wirausaha atau biasa disebut entrepreneur merupakan pelaku ekonomi yang sesungguhnya. Mereka adalah orang-orang yang berani mengambil resiko, kreatif dalam menggabungkan dan mengorganisasikan faktor-faktor produksi seperti manusia, ide, material, dan permodalan, untuk memperkenalkan proses atau produk baru.

 

Pemuda yang memfokuskan dirinya dalam pengembangan usaha sendiri merupakan minoritas di antara mainstream yang kebanyakan mereka hanya sebagai pencari kerja atau kaum pekerja. Pemuda yang terjun dalam dunia wirausaha adalah pemuda yang berani mengambil resiko atas waktu, uang dan tenaga. Mereka berkreasi memberikan nilai tambah terhadap sebuah produk secara langsung maupun dampak ikutan dari produk dan jasa yang dihasilkan.

 

Yang dimaksud dengan inovasi di sini adalah kegiatan penelitian, pengembangan dan/atau perekayasaan yang bertujuan mengembangkan penerapan praktis nilai dan konteks ilmu pengetahuan yang baru, atau cara baru untuk menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah ada ke dalam produk atau proses produksi (UU No. 18 Tahun 2002 tentang Sistem Nasional Penelitian Pengembangan dan Penerapan IPTEK).

 

Inovasi bisnis adalah suatu bentuk kreativitas yang bertujuan untuk mengembangkan bisnis mencakup : proses, produk, kemasan, metode dan sistem pemasaran yang berorientasi pada meningkatnya nilai tambah ekonomi.

 

Inovasi bisnis merupakan pembaharuan bisnis yang mencakup : proses, produk, kemasan, metode dan sistem pemasaran di dalam prosesnya dilakukan dengan penelitian dan pengamatan, analisa atau pengkajian untuk mencapai tujuan dengan inovasi tersebut.

 

Inovasi dimaksud dalam lomba ini adalah pengembangan dan/atau perekayasaan yang bertujuan untuk mengadakan pembaharuan (novelty). Yang dimaksud pembaharuan melalui inovasi bisnis tersebut dapat mencakup seluruh daya usaha antara lain dalam bahan baku, peralatan, permesinan, proses produksi, produk, kemasan.

 

Lomba Inovasi Bisnis Pemuda yang diprakarsai dan dilaksanakan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga adalah sebuah proses apresiasi kepada pemuda yang melaksanakan kegiatan usaha. Lomba inovasi bisnis ini memberikan penghargaan bagi peserta pemenang peringkat satu, dua dan tiga dengan harapan usaha yang dilakukan dapat bertahan, berkembang dan berkelanjutan.

 

B.   DASAR KEGIATAN

  1. Undang-undang No. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara;
  2. Undang-undang No. 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional;
  3. Undang-undang No. 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara;
  4. Undang-undang No. 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan;
  5. Peraturan Pemerintah No. 5 Tahun 2012 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2012-2014;
  6. Peraturan Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Nomor PER-013/MENPORA/II/2007 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara pemuda dan Olahraga.

 

C.       TUJUAN LOMBA

  1. Memotivasi pemuda untuk memiliki kebanggaan terhadap dunia wirausaha sebagai bahan pilihan utama dalam mewujudkan kemandiriannya, yang akan berdampak pada terciptanya lapangan kerja, baik bagi diri sendiri maupun orang lain.
  2. Menemukan wirausaha muda yang melaksanakan inovasi bisnis terkait dengan proses, produk, permodalan, peralatan, bahan baku, tenaga kerja, kemasan, dan jaringan pemasaran.
  3. Mendorong wirausaha muda untuk menumbuhkan semangat mengembangkan sistem inovasi bisnis berbasis potensi lokal.
  4. Memberikan penghargaan kepada pemuda yang melakukan inovasi bisnis terbaik.

 

D.       TEMA

”Dengan Kreativitas – Inovasi Kita Tingkatkan Pemuda yang Maju, Kompetitif dan Berdaya Saing di Komunitas ASEAN”

 

E.        RUANG LINGKUP

Lomba inovasi bisnis ini memberikan kesempatan kepada pemuda yang melaksanakan kegiatan inovasi bisnis di berbagai bidang usaha.

 

BAB II

PERSYARATAN PESERTA

 

A.  PERSYARATAN PESERTA

  1. Warga Negara Indonesia, perorangan maupun kelompok, berusia 16 sampai 30 tahun;

2.Wirausaha yang masih aktif;

3.Memiliki kebaharuan dalam inovasi bisnis;

4.Karya inovasi bisnis belum pernah menjadi pemenang pertama, kedua dan ketiga di tingkat nasional;

  1. Menyerahkan data terkait dengan inovasi bisnis yang dilakukannya;
  2. Bisnis yang dijalankan tidak melanggar norma dan hukum berlaku;
  3. Karya Inovasi bisnis adalah milik sendiri/kelompok (dibuktikan dengan surat pernyataan di atas materai)

 

B.  MANFAAT LOMBA

 

  1.                         1.      Tumbuhnya inovasi pada tataran bisnis yang dijalankan pemuda sesuai dengan tuntutan kompetisi bisnis tingkat lokal, regional, global;
  2.                         2.      Tumbuh kembangnya wirausaha pemuda yang mandiri;
  3.                         3.      Memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan dan penguatan ekonomi nasional;
  4.                         4.      Terjadinya proses pembelajaran bisnis bagi pemuda dan masyarakat;
  5.                         5.      Apresiasi terhadap pemuda pelaku bisnis yang inovatif.

 

BAB III

KRITERIA PENILAIAN

 

  1. A.       KONSEP PENILAIAN

Penilaian dalam Lomba Inovasi Bisnis Pemuda 2012 dilakukan dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Hasil penilaian berupa skor atas variabel-variabel penilaian yang kemudian dirangking. Variabel tersebut meliputi variabel inovasi, variabel bisnis, variabel sosial. Hasil terbaik akan dipanggil sebagai nominator yang kemudian dinilai kembali melalui proses penjurian dalam aspek kualitatif.

 

  1. B.       ASPEK PENILAIAN

Lomba Inovasi Bisnis Pemuda 2012 memfokuskan penilaian pada aspek :

  1. Inovasi yang dikembangkan dan dilaksanakan dengan serangkaian indikator penilaian;
  2. Bisnis yang dilakukan dalam bidang yang relevan dengan serangkaian indikator penilaian;
  3. Dampak peningkatan nilai ekonomi dan sosial masyarakat sebagai sasaran utama inovasi bisnis pemuda, baik secara lokal, regional, nasional dan internasional dengan serangkaian indikator penilaian.

 

  1. C.       INDIKATOR PENILAIAN

Penilaian dalam lomba inovasi bisnis ini memiliki indikator :

  1. Kebaharuan sebagai karakter inovasi bisnis;
  2. Tingkat pemanfaatan teknologi;
  3. Tingkat kerumitan;
  4. Tingkat kesulitan;
  5. Nilai inovasi bisnis yang bermanfaat bagi masyarakat;
  6. Prospek pasar yang baik;
  7. Stimulator perkembangan ekonomi masyarakat;
  8. Pendongkrak tumbuhnya perekonomian masyarakat;
  9. Keseimbangan inovasi dengan dampak pengembangan hasil;
  10. Peningkatan nilai tambah.

 

D.       TAHAP PENILAIAN

Proses penilaian dalam Lomba Inovasi Bisnis Pemuda dilakukan melalui tiga tahap, yaitu tahap penilaian administrasi dan dokumen, tahap penilaian substansi, tahap verifikasi lapangan dan tahap penilaian akhir.

  1. Tahap Penilaian Administrasi dan Dokumen

Tahap Penilaian Administrasi dan dokumen dilakukan dengan cara mengecek kelengkapan persyaratan administrasi dan dokumen yang ditetapkan.

 

  1. Tahap Penilaian Substansi

Tahap Penilaian Substansi dilakukan dengan menguji isi proposal berdasarkan aspek dan indikator yang telah ditetapkan

  1. Tahap Verifikasi Lapangan

Tahap verifikasi lapangan dilakukan dengan melakukan pengamatan langsung kepada peserta yang lulus seleksi tahap administrasi dan substansi di tempat inovasi bisnis dilakukan.

  1. Tahap Penilaian Akhir

Tahap penilaian akhir dilakukan dengan menghadirkan 10 nominator pemenang yang lulus verifikasi lapangan untuk dilakukan pengujian secara langsung oleh Dewan juri. Penilaian dilakukan dengan cara presentasi dan wawancara, selanjutnya ditetapkan sebagai pemenang pertama, kedua dan ketiga

 

E.        STANDAR DAN SKORING PENILAIAN

  1. Standar penilaian dilakukan dengan tahapan-tahapan sebagai berikut :
    1. Tahap pertama dilakukan pengujian persyaratan sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan dengan sistem gugur.
    2. Tahap kedua dilakukan penilaian dengan skala skor 0 – 100 disesuaikan dengan nilai pembobotan untuk setiap aspeknya.
    3. Tahap ketiga dilakukan penilaian kesesuaian atas isi proposal yang dikembangkan dengan realitas yang terjadi di lapangan dengan sistem gugur. Pada tahap ini ditetapkan 10 nominator untuk mengikuti tahap penilaian akhir.
    4. Penilaian tahap keempat dilakukan melalui penskoran dengan skala 0 – 100 untuk disusun rangking, yang kemudian ditetapkan pemenang pertama, kedua, dan ketiga berdasarkan posisi rangking tertinggi.

 

 

 

  1. Skoring dan pembobotan aspek

ASPEK

SKOR

BOBOT

Inovasi

0 – 100

60 %

Bisnis

0 – 100

25 %

Dampak

0 – 100

15 %

 

 

BAB IV

TIM PENILAI DAN DEWAN JURI

 

  1. A.       TIM PENILAI

Tim penilai adalah kelompok penilai pada tahapan administrasi, substansi dan verifikasi lapangan. Unsur tim penilai adalah perwakilan dari Kemenpora dan para pakar yang ditetapkan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga.

 

  1. B.       UNSUR DEWA JURI
    1. Akademisi;
    2. Perbankan;
    3. Kemenpora;
    4. BPPT/LIPI;
    5. Asosiasi Pengusaha;
    6. Ditjen HAKI (Hak Atas Karya Intelektual);
    7. PERS/Media;
    8. KIN.

 

 

  1. C.       TUGAS DAN TANGGUNGJAWAB DEWAN JURI :
  • Melaksanakan penilaian berdasarkan format penilaian dalam buku panduan;
  • Melakukan wawancara dalam presentasi untuk memberikan penilaian;
  • Menetapkan pemenang;
  • Menandatangani berita acara hasil penjurian;
  • Melaporkan hasil penilaian kepada penanggungjawab kegiatan.

 

BAB V

PENGHARGAAN

 

Setiap peserta Lomba Inovasi Bisnis Pemuda 2012 yang masuk nominator akan menerima penghargaan dari Menteri Negara Pemuda dan Olahraga, yaitu :

Penghargaan dalam bentuk uang tunai diserahkan kepada pemenang pertama, kedua, dan ketiga sesuai dengan nominal yang telah ditetapkan ditambah dengan sertifikat dan plakat. Bagi 7 (tujuh) nominator diberikan penghargaan dalam bentuk sertifikat dan dana peningkatan usaha sebesar yang telah ditetapkan oleh Kemenpora.

 

BAB VI

JADWAL DAN PENDAFTARAN

 

A.     JADWAL LOMBA INOVASI BISNIS PEMUDA

No

Uraian

Agst

Sept

Okt

Nov

1

Penyusunan Pedoman

2

Sosialisasi Lomba

3

Pendaftaran

4

Seleksi berkas

5

Penilaian

6

Penetapan Pemenang Lomba

7

Pemberian Penghargaan

8

Laporan pertanggungjawaban

B.       WAKTU DAN TEMPAT PENDAFTARAN

  1. Waktu Pendaftaran

Pendaftaran peserta tanggal 15 Agustus – 24 September 2012

 

 

  1. Tempat Pendaftaran

Asisten Deputi Peningkatan Kreativitas Pemuda

Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda

Kementerian Pemuda dan Olahraga

Jl. Gerbang Pemuda No. 3 Senayan – Jakarta Pusat

Telp/Fax : (021) 5738152

Website : www.kemenpora.go.id

Email : risdiamon@yahoo.com

Contact Person : Risdiamon, SE, MM :

0818 740 665

 

BAB VII

PENUTUP

 

Semoga Buku Pedoman Lomba Inovasi Bisnis Pemuda 2012 ini dapat menjadi acuan bagi penyelenggara dan peserta dalam penyelenggaraan Lomba Inovasi Bisnis Pemuda ini.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR ISI

 

SAMBUTAN DEPUTI BIDANG PEMBERDAYAAN PEMUDA…………………………………………………………….

ii

PRAKATA ASISTEN DEPUTI PENINGKATAN KREATIVITAS PEMUDA……………………………………..

vi

BAB I PENDAHULUAN……………………………………….

2

A. LATAR BELAKANG………………………………………..

2

B. DASAR KEGIATAN………………………………………..

6

C. TUJUAN LOMBA……………………………………………

7

D. TEMA……………………………………………………………

8

E. RUANG LINGKUP………………………………………….

8

BAB II PERSYARATAN PESERTA………………………

9

A. PERSYARATAN PESERTA……………………………..

9

B. MANFAAT LOMBA………………………………………….

10

BAB IIIKRITERIA PENILAIAN…………………………….

11

A. KONSEP PENILAIAN………………………………………

11

B. ASPEK PENILAIAN…………………………………………

11

C. INDIKATOR PENILAIAN…………………………………..

12

D. TAHAP PENILAIAN…………………………………………

13

E. STANDAR DAN SKORING PENILAIAN ……………..

14

BAB IV PENILAI DAN DEWAN JURI…………………….

17

A. TIM PENILAI…………………………………………………..

17

B. UNSUR DEWAN JURI……………………………………..

17

C. TUGAS DAN TANGGUNGJAWAB

DEWAN JURI…………………………………………………

18

 

 BAB V PENGHARGAAN……………………………………..

19

 BAB VI JADWAL DAN PENDAFTARAN……………….

20

 BAB VII PENUTUP ……………………………………………..

22

 

 


BAB I

PENDAHULUAN

A.       LATAR BELAKANG

 

Inovasi menggerakkan dunia. Dengan kehadiran listrik, hidup menjadi lebih mudah. Mesin uap membuat berbagai macam industri berkembang dan menyediakan lapangan kerja secara massal. Kelahiran internet menjadikan dunia serasa tanpa batasan. Kini, inovasi kian menjadi kebutuhan yang mendesak, baik bagi suatu perusahaan maupun suatu negara. Mengapa?

  • Perdagangan bebas, serta rendahnya biaya komunikasi dan transportasi antarnegara, menyebabkan Indonesia bersaing semakin ketat dengan negara lain yang memiliki upah tenaga kerja lebih rendah atau keterampilan serta pendidikan yang lebih baik.
  • Penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi mengubah dunia lebih cepat dari sebelumnya. Pengembangan teknologi, energi hijau dan sebagainya membuka banyak peluang komersial bagi para entrepeneur.
  • Fenomena media abad 21, ketika komunikasi global berlangsung secara non-stop (24 jam/hari, 7 hari/minggu), memungkinkan informasi disebarkan ke seluruh dunia dengan segera termasuk fashion, ide, dan produk. Hal ini menyebabkan selera konsumen berubah dengan sangat cepat.

 

Dalam dunia yang semakin tanpa batas, perubahan menjadi semakin cepat dan berdampak besar bagi suatu perusahaan maupun negara. Akhir abad lalu, industri di Indonesia mampu bersaing secara internasional dengan adanya upah buruh yang rendah. Namun apakah kini kita masih mampu bersaing dengan China? Vietnam? Atau Malaysia?

 

Pertumbuhan, katahanan dan stabilitas ekonomi sebuah negara terkait erat dengan karakter para pelaku ekonomi. Wirausaha atau biasa disebut entrepreneur merupakan pelaku ekonomi yang sesungguhnya. Mereka adalah orang-orang yang berani mengambil resiko, kreatif dalam menggabungkan dan mengorganisasikan faktor-faktor produksi seperti manusia, ide, material, dan permodalan, untuk memperkenalkan proses atau produk baru.

 

Pemuda yang memfokuskan dirinya dalam pengembangan usaha sendiri merupakan minoritas di antara mainstream yang kebanyakan mereka hanya sebagai pencari kerja atau kaum pekerja. Pemuda yang terjun dalam dunia wirausaha adalah pemuda yang berani mengambil resiko atas waktu, uang dan tenaga. Mereka berkreasi memberikan nilai tambah terhadap sebuah produk secara langsung maupun dampak ikutan dari produk dan jasa yang dihasilkan.

 

Yang dimaksud dengan inovasi di sini adalah kegiatan penelitian, pengembangan dan/atau perekayasaan yang bertujuan mengembangkan penerapan praktis nilai dan konteks ilmu pengetahuan yang baru, atau cara baru untuk menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah ada ke dalam produk atau proses produksi (UU No. 18 Tahun 2002 tentang Sistem Nasional Penelitian Pengembangan dan Penerapan IPTEK).

 

Inovasi bisnis adalah suatu bentuk kreativitas yang bertujuan untuk mengembangkan bisnis mencakup : proses, produk, kemasan, metode dan sistem pemasaran yang berorientasi pada meningkatnya nilai tambah ekonomi.

 

Inovasi bisnis merupakan pembaharuan bisnis yang mencakup : proses, produk, kemasan, metode dan sistem pemasaran di dalam prosesnya dilakukan dengan penelitian dan pengamatan, analisa atau pengkajian untuk mencapai tujuan dengan inovasi tersebut.

 

Inovasi dimaksud dalam lomba ini adalah pengembangan dan/atau perekayasaan yang bertujuan untuk mengadakan pembaharuan (novelty). Yang dimaksud pembaharuan melalui inovasi bisnis tersebut dapat mencakup seluruh daya usaha antara lain dalam bahan baku, peralatan, permesinan, proses produksi, produk, kemasan.

 

Lomba Inovasi Bisnis Pemuda yang diprakarsai dan dilaksanakan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga adalah sebuah proses apresiasi kepada pemuda yang melaksanakan kegiatan usaha. Lomba inovasi bisnis ini memberikan penghargaan bagi peserta pemenang peringkat satu, dua dan tiga dengan harapan usaha yang dilakukan dapat bertahan, berkembang dan berkelanjutan.

 

B.   DASAR KEGIATAN

  1. Undang-undang No. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara;
  2. Undang-undang No. 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional;
  3. Undang-undang No. 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara;
  4. Undang-undang No. 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan;
  5. Peraturan Pemerintah No. 5 Tahun 2012 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2012-2014;
  6. Peraturan Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Nomor PER-013/MENPORA/II/2007 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara pemuda dan Olahraga.

 

C.       TUJUAN LOMBA

  1. Memotivasi pemuda untuk memiliki kebanggaan terhadap dunia wirausaha sebagai bahan pilihan utama dalam mewujudkan kemandiriannya, yang akan berdampak pada terciptanya lapangan kerja, baik bagi diri sendiri maupun orang lain.
  2. Menemukan wirausaha muda yang melaksanakan inovasi bisnis terkait dengan proses, produk, permodalan, peralatan, bahan baku, tenaga kerja, kemasan, dan jaringan pemasaran.
  3. Mendorong wirausaha muda untuk menumbuhkan semangat mengembangkan sistem inovasi bisnis berbasis potensi lokal.
  4. Memberikan penghargaan kepada pemuda yang melakukan inovasi bisnis terbaik.

 

D.       TEMA

”Dengan Kreativitas – Inovasi Kita Tingkatkan Pemuda yang Maju, Kompetitif dan Berdaya Saing di Komunitas ASEAN”

 

E.        RUANG LINGKUP

Lomba inovasi bisnis ini memberikan kesempatan kepada pemuda yang melaksanakan kegiatan inovasi bisnis di berbagai bidang usaha.

 

BAB II

PERSYARATAN PESERTA

 

A.  PERSYARATAN PESERTA

  1. Warga Negara Indonesia, perorangan maupun kelompok, berusia 16 sampai 30 tahun;

2.Wirausaha yang masih aktif;

3.Memiliki kebaharuan dalam inovasi bisnis;

4.Karya inovasi bisnis belum pernah menjadi pemenang pertama, kedua dan ketiga di tingkat nasional;

  1. Menyerahkan data terkait dengan inovasi bisnis yang dilakukannya;
  2. Bisnis yang dijalankan tidak melanggar norma dan hukum berlaku;
  3. Karya Inovasi bisnis adalah milik sendiri/kelompok (dibuktikan dengan surat pernyataan di atas materai)

 

B.  MANFAAT LOMBA

 

  1.                         1.      Tumbuhnya inovasi pada tataran bisnis yang dijalankan pemuda sesuai dengan tuntutan kompetisi bisnis tingkat lokal, regional, global;
  2.                         2.      Tumbuh kembangnya wirausaha pemuda yang mandiri;
  3.                         3.      Memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan dan penguatan ekonomi nasional;
  4.                         4.      Terjadinya proses pembelajaran bisnis bagi pemuda dan masyarakat;
  5.                         5.      Apresiasi terhadap pemuda pelaku bisnis yang inovatif.

 

BAB III

KRITERIA PENILAIAN

 

  1. A.       KONSEP PENILAIAN

Penilaian dalam Lomba Inovasi Bisnis Pemuda 2012 dilakukan dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Hasil penilaian berupa skor atas variabel-variabel penilaian yang kemudian dirangking. Variabel tersebut meliputi variabel inovasi, variabel bisnis, variabel sosial. Hasil terbaik akan dipanggil sebagai nominator yang kemudian dinilai kembali melalui proses penjurian dalam aspek kualitatif.

 

  1. B.       ASPEK PENILAIAN

Lomba Inovasi Bisnis Pemuda 2012 memfokuskan penilaian pada aspek :

  1. Inovasi yang dikembangkan dan dilaksanakan dengan serangkaian indikator penilaian;
  2. Bisnis yang dilakukan dalam bidang yang relevan dengan serangkaian indikator penilaian;
  3. Dampak peningkatan nilai ekonomi dan sosial masyarakat sebagai sasaran utama inovasi bisnis pemuda, baik secara lokal, regional, nasional dan internasional dengan serangkaian indikator penilaian.

 

  1. C.       INDIKATOR PENILAIAN

Penilaian dalam lomba inovasi bisnis ini memiliki indikator :

  1. Kebaharuan sebagai karakter inovasi bisnis;
  2. Tingkat pemanfaatan teknologi;
  3. Tingkat kerumitan;
  4. Tingkat kesulitan;
  5. Nilai inovasi bisnis yang bermanfaat bagi masyarakat;
  6. Prospek pasar yang baik;
  7. Stimulator perkembangan ekonomi masyarakat;
  8. Pendongkrak tumbuhnya perekonomian masyarakat;
  9. Keseimbangan inovasi dengan dampak pengembangan hasil;
  10. Peningkatan nilai tambah.

 

D.       TAHAP PENILAIAN

Proses penilaian dalam Lomba Inovasi Bisnis Pemuda dilakukan melalui tiga tahap, yaitu tahap penilaian administrasi dan dokumen, tahap penilaian substansi, tahap verifikasi lapangan dan tahap penilaian akhir.

  1. Tahap Penilaian Administrasi dan Dokumen

Tahap Penilaian Administrasi dan dokumen dilakukan dengan cara mengecek kelengkapan persyaratan administrasi dan dokumen yang ditetapkan.

 

  1. Tahap Penilaian Substansi

Tahap Penilaian Substansi dilakukan dengan menguji isi proposal berdasarkan aspek dan indikator yang telah ditetapkan

  1. Tahap Verifikasi Lapangan

Tahap verifikasi lapangan dilakukan dengan melakukan pengamatan langsung kepada peserta yang lulus seleksi tahap administrasi dan substansi di tempat inovasi bisnis dilakukan.

  1. Tahap Penilaian Akhir

Tahap penilaian akhir dilakukan dengan menghadirkan 10 nominator pemenang yang lulus verifikasi lapangan untuk dilakukan pengujian secara langsung oleh Dewan juri. Penilaian dilakukan dengan cara presentasi dan wawancara, selanjutnya ditetapkan sebagai pemenang pertama, kedua dan ketiga

 

E.        STANDAR DAN SKORING PENILAIAN

  1. Standar penilaian dilakukan dengan tahapan-tahapan sebagai berikut :
    1. Tahap pertama dilakukan pengujian persyaratan sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan dengan sistem gugur.
    2. Tahap kedua dilakukan penilaian dengan skala skor 0 – 100 disesuaikan dengan nilai pembobotan untuk setiap aspeknya.
    3. Tahap ketiga dilakukan penilaian kesesuaian atas isi proposal yang dikembangkan dengan realitas yang terjadi di lapangan dengan sistem gugur. Pada tahap ini ditetapkan 10 nominator untuk mengikuti tahap penilaian akhir.
    4. Penilaian tahap keempat dilakukan melalui penskoran dengan skala 0 – 100 untuk disusun rangking, yang kemudian ditetapkan pemenang pertama, kedua, dan ketiga berdasarkan posisi rangking tertinggi.

 

 

 

  1. Skoring dan pembobotan aspek

ASPEK

SKOR

BOBOT

Inovasi

0 – 100

60 %

Bisnis

0 – 100

25 %

Dampak

0 – 100

15 %

 

 

BAB IV

TIM PENILAI DAN DEWAN JURI

 

  1. A.       TIM PENILAI

Tim penilai adalah kelompok penilai pada tahapan administrasi, substansi dan verifikasi lapangan. Unsur tim penilai adalah perwakilan dari Kemenpora dan para pakar yang ditetapkan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga.

 

  1. B.       UNSUR DEWA JURI
    1. Akademisi;
    2. Perbankan;
    3. Kemenpora;
    4. BPPT/LIPI;
    5. Asosiasi Pengusaha;
    6. Ditjen HAKI (Hak Atas Karya Intelektual);
    7. PERS/Media;
    8. KIN.

 

 

  1. C.       TUGAS DAN TANGGUNGJAWAB DEWAN JURI :
  • Melaksanakan penilaian berdasarkan format penilaian dalam buku panduan;
  • Melakukan wawancara dalam presentasi untuk memberikan penilaian;
  • Menetapkan pemenang;
  • Menandatangani berita acara hasil penjurian;
  • Melaporkan hasil penilaian kepada penanggungjawab kegiatan.

 

BAB V

PENGHARGAAN

 

Setiap peserta Lomba Inovasi Bisnis Pemuda 2012 yang masuk nominator akan menerima penghargaan dari Menteri Negara Pemuda dan Olahraga, yaitu :

Penghargaan dalam bentuk uang tunai diserahkan kepada pemenang pertama, kedua, dan ketiga sesuai dengan nominal yang telah ditetapkan ditambah dengan sertifikat dan plakat. Bagi 7 (tujuh) nominator diberikan penghargaan dalam bentuk sertifikat dan dana peningkatan usaha sebesar yang telah ditetapkan oleh Kemenpora.

 

BAB VI

JADWAL DAN PENDAFTARAN

 

A.     JADWAL LOMBA INOVASI BISNIS PEMUDA

No

Uraian

Agst

Sept

Okt

Nov

1

Penyusunan Pedoman  +

2

Sosialisasi Lomba  +  +

3

Pendaftaran  +  +

4

Seleksi berkas  +  +

5

Penilaian  +

6

Penetapan Pemenang Lomba  +

7

Pemberian Penghargaan  +

8

Laporan pertanggungjawaban  +

B.       WAKTU DAN TEMPAT PENDAFTARAN

  1. Waktu Pendaftaran

Pendaftaran peserta tanggal 15 Agustus – 24 September 2012

 

 

  1. Tempat Pendaftaran

Asisten Deputi Peningkatan Kreativitas Pemuda

Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda

Kementerian Pemuda dan Olahraga

Jl. Gerbang Pemuda No. 3 Senayan – Jakarta Pusat

Telp/Fax : (021) 5738152

Website : www.kemenpora.go.id

Email : risdiamon@yahoo.com

Contact Person : Risdiamon, SE, MM :

0818 740 665

 

BAB VII

PENUTUP

 

Semoga Buku Pedoman Lomba Inovasi Bisnis Pemuda 2012 ini dapat menjadi acuan bagi penyelenggara dan peserta dalam penyelenggaraan Lomba Inovasi Bisnis Pemuda ini.