Pendidikan merupakan kegiatan yang sangat penting dalam kemajuan manusia. Kegiatan ini pada dasarnya melibatkan beberapa pihak diantaranya untuk perguruan tingggi yaitu: pendidik (Dosen) dan peserta didik (Mahasiswa). Keterlibatan pihak tersebut merupakan keterlibatan hubungan antar manusia (human interaction) yang mempunyai potensi masing-masing sebagai  aset nasional sekaligus modal dasar pembangunan bangsa.Potensi yang ada tersebut harus dapat  dikembangkan serta dipupuk secara efektif melalui strategi pendidikan dan pembelajaran yang terarah serta terpadu, yang dikelola secara serasi dan seimbang. Oleh karena itu, strategi pendidikan perlu secara khusus memperhatikan pengembangan potensi intelektual maupun bakat khusus yang bersifat keterampilan termasuk  soft skills

Dunia pendidikan  terutama dunia kampus adalah lingkungan yang khas dari suatu masyarakat. Kampus adalah sebagai wahana yang mempunyai peranan penting dan strategies untuk menyiapkan generasi serta kader penerus bangsa dan Negara.

Di dalam dunia kampus sebagai dunia pendidikan tinggi, mahasiswa memperoleh pendidikan berupa pengetahuan yang khas dari suatu disiplin ilmu yang ditempuhnya., ketika seseorang menempuh pendidikan di perguruan tinggi maka kita kan menemukan bahwa mahasiswa suasana sekaligus mengemban tanggung jawab adapun tanggung jawab tersebut adalah tanggung jawab intelektual dan moral.

Berdasarkan masalah diatas, maka mahasiswa didalam pendidikan di kampus hendaklah diberikan pemahaman akan pentingnya mengasah minat dan bakat mereka ketika mereka kuliah, sehingga dengan memberikan arahan dan bimbingan dalam mengikuti setiap kegiatan non akademik di kampus dapat meningkatkan soft skills, misalnya  untuk meningkatkan thinking skills, learning skills dan living skills

  • Learning Skills adalah keterampilan yang digunakan agar mahasiswa selalu dapat mengembangkan diri melalui proses belajar yang berkelanjutan
  • Thinking Skills adalah keterampilan yang dibutuhkan pada saat mahasiswa berpikir untuk memecahkan masalah di kehidupan sehari-hari
  • Living skills adalah keterampilan yang dibutuhkan untuk beradaptasi dalam kehidupan sehari-hari.

Pada peningkatan learning skills, peserta didik mendapatkan teknik belajar, pemetaan pikiran, dan teknik membaca. Sedangkan thinking skills difokuskan pada peningkatan kemampuan menyelesaikan persoalan, pengambilan keputusan. Sementara living skills lebih ditekankan pada beberapa hal diantaranya manajemen diri, membangun impian, teknik berkomunikasi, mengelola konflik dan mengelola waktu.

Menurut Arthur W. Chickering (1969) digunakan pendekatan dan konsep pembinaan mahasiswa yang disebut  7 vectors of Development (SvoD). Adapun 7 Vectors of Development itu dibagi atas 7 tahapan dalam mengembangkan soft skills mahasiswa,3

Tahap 1 adalah DEVELOPING COMPETENCE, yaitu : Mahasiswa membutuhkan keterampilan dan keyakinan diri di bidang intelektual, fisik, dan hubungan interpersonal.

Tahap 2 adalah MANAGING EMOTIONS, yaitu : Mahasiswa membutuhkan kesadaran terhadap berbagai macam perasaan dan rangsangan melalui observasi diri secara terpisah, sehingga mampu mengontrol emosi serta menyatukan perasaan secara selaras.

Tahap 3 adalah MOVING THROUGH AUTONOMY TOWARD INTERPENDENCE, yaitu : mahasiswa membutuhkan kemampuan memotivasi dan mengatur diri sendiri serta mengurangi jaminan perhatian (ketertarikan) dan persetujuan dari orang lain. Kemampuan mengarahkan dirinya untuk mencapai tujuan atau sasaran yang hendak dicapai secara mandiri.

Tahap 4 adalah DEVELOPING MATURE INTERPERSONAL RELATIONSHIP yaitu: mahasiswa membutuhkan kemampuan untuk membangun sikap toleransi dan penerimaan antar sesama serta mematangkan potensi dirinya nenbangun hubungan yang harmonis.

Tahap 5  ESTABLISHING IDENTITY Yaitu : Mahasiswa ingin memperoleh secara akurat dan realistis tentang gambaran dirinya serta membangun citra dan harga dirinya untuk merasa mampu, percaya diri, serta memiliki nilai.

  Tahap 6  DEVELOPING PURPOSE, yaitu : mahasiswa membutuhkan kejelasan tujuan akhir yang hendak dicapai dari pendidikan yang diperolehnya

Tahap 7 DEVELOPING INTERGRITY yaitu : Mahasiswa membutuhkan kemampuan untuk mendefinisikan sistem nilai secara konsisten untuk membimbing aktivitas-aktivitas yang dilakukan sebagai manifestasi tanggung jawab sosial.

Di Universitas Brawijaya sebagai World Class Enteprenerial University telah dilakukan kegiatan untuk meningkatkan soft skills mahasiswa melalui pelatihan pelatihan seperti Potensi Diri dan Kreativitas,Team work Building, Public Speaking,Pengembangan jiwa Kewirausahaan dan Wawasan Kemandirian . Kegiatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan jiwa entrepreneurial, diantaranya berani mengambil resiko, berani bermimpi, pantang menyerah dan selalu bersemangat. Sebenarnya kegiatan pengembangan soft skills tidak akan optimal bila hanya dilakukan melalui pelatihan, seminar dan workshop. Pengembangan soft skills harus dipraktekkan berulang-ulang dan didampingi oleh mentor.Universitas Brawijaya telah terbentuk Unit Kegiatan Mahasiswa yang menunjang pengembangan soft skills seperti Unit Kegiatan Mahasiswa  Forum Studi Pengembangan dan Penalaran, Riset dan Karya Ilmiah Mahasiswa, Mahasiswa Wirausaha dll.