Sebagai pengusaha sukses, utamanya di bidang properti, Ciputra memiliki beberapa prinsip yang terus dipegang teguh selama ini baik di saat sukses atau terlebih lagi menghadapi kebangkrutan.

“Integritas yang terdiri dari: ABJ, dia harus Adil, dia harus Benar, dia harus Jujur. Tiga itu karakter harus anda pegang kalau mau berhasil,” ungkap Ciputra kepada merdeka.com, Jakarta, kemarin.

Karakter yang kuat, menurut Ciputra merupakan dasar kesuksesan seseorang pengusaha. Untuk bisa berhasil, seorang pengusaha harus menjadi ahli di bidangnya. “Yang kedua harus punya profesional yang tinggi, mempunyai ahli dalam bidang tersebut,” imbuh Ciputra.

Jiwa entrepreneurship, tidak luput dari perhatian Ciputra sebagai pengusaha. “Ketiga punya entrepreneurship. Seorang entrepreneur yang harus menciptakan, harus kreatif, inovasi dan berani mengambil keputusan. Kalau kita memiliki tiga tersebut, baru kita sukses,” ucap Ciputra.

Di usia yang sudah tidak muda lagi, seorang Ciputra masih terus berupaya meningkatkan ketiga hal tersebut. “Saya berusaha mengasah 3 hal itu. Saya berusaha meninggikan terus integritas saya, saya berusaha terus meninggikan profesional atau keahlian saya, saya berusaha menambah terus inovasi dan kreatifitas. Kalau itu kita pegang, biasanya akan sukses,” tegas Ciputra.

Sementara untuk menghadapi kegagalan, Ciputra tak luput untuk berbagi. Menurutnya, kegagalan pasti menghampiri di setiap usaha. “Kegagalan itu sebagai seorang entrepreneur, gagal itulah merupakan risiko, kegagalan merupakan sukses yang tertunda,” ucapnya.

Kendati demikian, seorang pengusaha atau entrepreneur, menurut Ciputra, harus sudah mempersiapkan diri dengan berbagai potensi kondisi tidak menyenangkan. “Kita harus membuat perhitungan yang tepat, berani ambil keputusan dengan risikonya. Saya pernah gagal pada tahun 1978, saya praktis sudah hampir bangkrut. Tapi karena Tuhan begitu baik, saya dapat lolos dari kebangkrutan dan sekarang menghadapi kebangkitan,” tutur Ciputra.

Menurutnya, seorang pengusaha memang harus berani ambil risiko, harus pernah gagal agar bisa maju. Risiko dan gagal merupakan ujian bagi seorang pengusaha dengan jiwa entrepreneur. “Seorang pengusaha yang tidak berani ambil risiko itu bukan entrepreneur, seorang pengusaha tidak pernah gagal (dia) tidak pernah maju, itu bukan entrepreneur,” tutup Ciputra.

[bmo] Sumber Merdeka.com