mienblog

Blog Staff Universitas Brawijaya

Browsing Posts published by mienyantono

Biro Administrasi kemahasiswaan telah membuka pendaftaran program Mahasiswa Wirausaha 2014 pendaftraran dimulai 5 April – 22 April 2014 pendaftaran dimasing masing fakultas

PETUNJUK TEKNIS PELAKSANAAN

BANTUAN OPERASIONAL

PERGURUAN TINGGI NEGERI

BAB I

PENDAHULUAN

  1. A.  Latar Belakang

Dewasa ini, kemajuan pembangunan membutuhkan kualifikasi yang semakin tinggi sehingga kebutuhan akan pendidikan tinggi juga semakin meningkat. Meskipun pertumbuhan partisipasi pendidikan tinggi terus meningkat, namun secara relatif APK pendidikan tinggi di Indonesia masih jauh tertinggal dibanding negara-negara tetangga. Mahalnya biaya pendidikan tinggi masih dirasa memberatkan masyarakat. Salah satu upaya pemerintah dalam mengantisipasi mahalnya biaya pendidikan tinggi adalah menetapkan tidak ada kenaikan uang kuliah (SPP) dan menggunakan Uang Kuliah Tunggal (UKT) pada perguruan tinggi negeri yang mulai berlaku mulai tahun akademik 2012/2013.

Untuk mengatasi masalah tersebut serta untuk menjaga kelangsungan proses belajar mengajar di perguruan tinggi negeri sesuai dengan pelayanan minimal, pemerintah meluncurkan program Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BO-PTN) dengan memberikan bantuan dana penyelenggaraan kepada perguruan tinggi negeri. Program BO-PTN bertujuan untuk menutupi kekurangan biaya operasional di perguruan tinggi. Untuk memberikan panduan dalam penggunaan dana BO-PTN maka perlu disusun Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri.

 

  1. B.  Dasar Hukum
  2. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
  3. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi.
  4. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2010 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan.
  5. Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 91 Tahun 2011 tentang Perubahan Ketiga Atas Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara.
  6. Peraturan Presiden Nomor 24 tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas, dan Fungsi Kementerian Negara serta Susunan Organisasi, Tugas, dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 92 Tahun 2011 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas, dan Fungsi Kementerian Negara serta Susunan Organisasi, Tugas, dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara.
  7. Keputusan Presiden Nomor 84/P Tahun 2009 tentang Kabinet Indonesia Bersatu II sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Nomor 61/P Tahun 2011.
  8. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 4 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 58 Tahun 2012 tentang Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Yang Diselenggarakan Oleh Pemerintah.
  9. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 108 Tahun 2013 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 58 Tahun 2012 tentang Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Yang Diselenggarakan Oleh Pemerintah.
  10. Surat Keputusan Dirjen Pendidikan Tinggi Kemdikbud RI Nomor 15/DIKTI/Kep/2013 tentang Pengelolaan Bantuan Operasional PTN untuk Penelitian.

 

  1. C.  Manfaat BO-PTN

1. Manfaat Bagi Perguruan Tinggi:

  1. Menutupi kekurangan biaya operasional di perguruan tinggi
  2. Mendukung peningkatan mutu layanan di perguruan tinggi
  3. Memperlancar proses pembelajaran di perguruan tinggi

2. Manfaat Bagi Masyarakat / Orang Tua:

  1. Terbantunya beban pembiayaan operasional pendidikan tinggi bagi mahasiswa
  2. Terjaminnya keberlangsungan layanan perguruan tinggi bagi mahasiswa

 

  1. D.  Tujuan
  2. Tujuan pemberian BO-PTN adalah agar sebagian besar biaya operasional perguruan tinggi tidak menjadi beban mahasiswa yang daya belinya tidak cukup untuk membayar standar biaya operasional sesuai SPM. Bagi perguruan tinggi yang telah mencapai SPM, menjaga agar SPP (tuition) perguruan tinggi tidak naik, dan BO-PTN ini dapat digunakan untuk menutup kebutuhan akan biaya operasional perguruan tinggi.
  3. Tujuan disusunnya Petunjuk Teknis ini adalah memberikan petunjuk bagi pelaksana dan penanggungjawab BO-PTN dalam mengelola dana BO-PTN secara tepat guna.

 

  1. E.  Pengertian
  2. Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BO-PTN) merupakan bantuan biaya dari Pemerintah yang diberikan pada Perguruan Tinggi Negeri untuk membiayai kekurangan biaya operasional yang sesuai dengan standar pelayanan minimum.
  3. Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BO-PTN) diperuntukkan bagi biaya operasional pendidikan termasuk untuk penelitian, yang langsung atau tidak langsung dapat meningkatkan mutu lulusan namun terkendala jika seluruhnya dipungut kepada mahasiswa.

 

BAB II

KETENTUAN UMUM

 

  1. A.    Sasaran Program

Sasaran program BO-PTN adalah Perguruan Tinggi Negeri

 

  1. B.     Dasar Alokasi

Dasar yang digunakan untuk mengalokasikan BOPTN pada perguruan tinggi, mempertimbangkan kriteria berdasarkan informasi sebagai berikut:

 

  1. PNBP per mahasiswa (S1 dan Diploma)

Kriteria ini dapat menunjukkan tingkat pembebanan biaya operasional yang dibebankan kepada mahasiswa.

 

  1. Proporsi Bidik Misi terhadap jumlah mahasiswa

Pemberian kesempatan kepada masyarakat tidak mampu namun mempunyai potensi besar dalam bidang akademik untuk menikmati pendidikan tinggi telah menjadi tekad pemerintah. Salah satunya adalah ketentuan memberikan porsi 20 persen dari total mahasiswa suatu perguruan tinggi bagi mahasiswa tidak mampu untuk dibebaskan dari biaya pendidikan melalui pemberian beasiswa Bidik Misi. Biaya yang dikeluarkan perguruan tinggi untuk mewujudkan kebijakan tersebut tidaklah sedikit dan berimplikasi pada anggaran yang lainnya, sehingga tidak banyak perguruan tinggi yang telah merealisasikannya. Untuk mendorong perguruan tinggi menyukseskan kebijakan tersebut, maka menjadi rasional apabila besarnya BO-PTN didasarkan pada jumlah mahasiswa suatu perguruan tinggi yang diberi beasiswa Bidik Misi.

Jumlah mahasiswa Bidik Misi yang besar di satu perguruan tinggi dapat menunjukkan telah terjadinya proses berbagi sumberdaya dari biaya operasional pendidikan, mengingat SPP peserta Bidik Misi besarnya pasti/tetap sehingga kekurangannya dibiayai dari biaya mahasiswa lain yang membayar SPP lebih tinggi. Kriteria ini juga dapat digunakan sebagai pendekatan BO-PTN yang akan ditanggung oleh Pemerintah.

 

  1. Proporsi PNBP non tuition

Besarnya PNBP perguruan tinggi secara tidak langsung menunjukkan tingkat kemampuan perguruan tinggi dalam mengelola dan menyediakan layanan pendidikan tinggi yang bermanfaat bagi stakeholder. Bantuan berupa BOPT yang didasarkan pada persentase tertentu terhadap besarnya PNBP akan mendorong perguruan tinggi sesuai kapasitasnya masing-masing untuk mampu meningkatkan kinerjanya, sehingga kepercayaan stakeholder akan meningkat. 

 

PNBP non tuition dimaksudkan sebagai jumlah anggaran perguruan tinggi yang diperoleh di luar mahasiswa (tuition maupun Sumbangan Institusi). Perguruan tinggi yang memiliki PNBP non tuition menggambarkan kinerja institusi yang baik sehingga telah memperoleh kepercayaan dari masyarakat melalui kerjasama dalam bentuk layanan jasa maupun penelitian.

 

  1. Indeks terhadap jenis/karakteristik Prodi

Dalam suatu perguruan tinggi dimungkinkan terdapat Program Studi yang langka, khas, diperlukan untuk kepentingan khusus, atau menjadi inti (core) bagi perguruan tinggi tersebut. Dengan pertimbangan itu Program Studi harus tetap dipertahankan keberadaannya, meskipun jumlah mahasiswanya sedikit. Kebijakan tetap menghidupkan Program Studi seperti itu berimplikasi pada besarnya biaya operasional yang harus ditanggung perguruan tinggi yang tidak proporsional dengan pemasukan. Bantuan biaya operasional untuk menutup kekurangan pembiayaan kegiatan pembelajaran secara normal pada program studi tertentu dalam hal ini sangat diperlukan. Selain itu, keperluan biaya untuk setiap program studi berbeda satu dengan lainnya. Untuk mempermudah pendekatan dapat  dibuat pengelompokan dengan pendekatan yang mengelompokkan program studi sbb:

1)   Prodi dengan metode pembelajaran berbasis klinik (seperti kedokteran, farmasi, dll.)

2)   Prodi dengan metode pembelajaran berbasis laboratorium, seperti teknik, sains, kedokteran pre-klinik.

3)   Prodi dengan metode pembelajaran berbasis laboratorium, studio, kuliah lapangan, seperti arsitektur, desain, hukum.

4)   Prodi lainnya

 

  1. Akreditasi Program Studi

 

  1. C.    Penggunaan Dana
    1. Dana BOPTN dapat digunakan untuk :

 

  1. Pelaksanaan Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

     Ketersediaan dana untuk kegiatan penelitian dan pengabdian pada masyarakat masih sangat terbatas, sehingga dana BOPT menjadi sangat penting sebagai penunjang dana penelitian dan pengabdian yang minim. Masalah ini berhubungan langsung dengan semakin banyaknya dosen melakukan penelitian. Besarnya anggaran penelitian akan memicu semangat dosen melakukan penelitian yang seringkali melibatkan mahasiswa. Belanja ini diberikan dalam bentuk bantuan langsung kepada dosen-dosen untuk melakukan penelitian sesuai dengan kompetensi/mandat PT.

Ketentuan pelaksanaan penelitian mengacu kepada Surat Keputusan Dirjen Pendidikan Tinggi Kemdikbud RI Nomor 15/DIKTI/Kep/2013 tentang Pengelolaan Bantuan Operasional PTN untuk Penelitian.

 

  1. Biaya Pemeliharaan

     Pemeliharaan gedung, bangunan, lingkungan dan sarana lain di perguruan tinggi tidak bisa dilakukan seandainya bila diinginkan keberadaanya senantiasa siap dengan kondisi layak pakai untuk digunakan mendukung kegiatan pendidikan tinggi. Dalam kondisi keterbatasan biaya pemeliharaan, maka dana BOPT untuk pemeliharaan gedung, bangunan, lingkungan dan sarana lain di perguruan tinggi sangat diperlukan untuk mewujudkan hal tersebut.

 

  1. Tambahan Bahan Praktikum/Kuliah

     Dalam proses pembelajaran banyak dibutuhkan bahan habis pakai, baik untuk kegiatan pembelajaran di kelas, laboratorium, administrasi pendidikan, serta kegiatan akademik dan non akademik. 

 

  1. Bahan Pustaka

     Pengadaan buku-buku teks, jurnal nasional dan internasional, CD ROM artikel ilmiah, CD ROM data riset, langganan jurnal digital, dan lain-lain harus dilakukan secara rutin dan terus-menerus untuk menjamin terjaga dan berkembangnya wawasan kekinian ilmu yang dipelajari sivitas akademika.

 

  1. Penjaminan Mutu

1)   Belanja ini bertujuan untuk mencapai akreditasi A (Nasional) dan akreditasi Internasional. Belanja ini digunakan termasuk untuk biaya penyusunan dokumen, konsultan ISO dan sertifikasi ISO ke lembaga Sertifikasi.

2)   Perguruan tinggi yang memiliki program studi vokasi atau diploma, agar kompetensi lulusannya mendapat pengakuan dari masyarakat pengguna, maka perlu melakukan sertifikasi kompetensi mahasiswa. Bantuan Operasional Perguruan Tinggi akan sangat membantu program sertifikasi kompetensi sehingga tercipta lulusan perguruan tinggi yang kapabel dengan keahlian tertentu yang sesuai dengan kualifikasi yang diinginkan pengguna tenaga kerja.

 

  1. Kegiatan Kemahasiswaan

1)   Dalam meningkatkan layanan organisasi kemahasiswaan masih diperlukan tambahan anggaran, karena banyak kegiatan mahasiswa baik yang berhubungan dengan kepemimpinan maupun yang berhubungan dengan olah raga. Kegiatan ini diperlukan sebagai sarana agar mahasiswa selalu terpacu untuk melakukan aktivitas positif di dalam kampus, sehingga mahasiswa mempunyai pengalaman dalam berorganisasi dan bersosialisasi.

2)   Dinamika kegiatan kemahasiswaan termasuk kewirausahaan bagi mahasiswa yang begitu beragam sangat penting untuk didorong dan difasilitasi. Biaya yang dikeluarkan untuk menopang kegiatan kemahasiswaan pada saat ini masih sangat terbatas, sehingga BOPT dalam hal ini sangat diharapkan untuk membantu pembiayaan tersebut.  

 

  1. Langganan Daya dan Jasa

     Kegiatan operasional perguruan tinggi yang sangat padat dengan kegiatan pengajaran, penelitian pengabdian masyarakat, administratif dan kegiatan penunjang lainnya memerlukan dukungan sumber daya listrik yang sangat besar. Demikian pula kebutuhan akses informasi pengetahuan sivitas akademika secara real time melalui internet dengan kapasitas dan kecepatan yang memadai sudah menjadi kebutuhan pokok yang harus dipenuhi. Langganan internet perlu diberikan bantuan karena banyak mahasiswa yang memerlukan informasi guna menunjang kegiatan belajar dalam hal mengerjakan tugas-tugas kuliah dan dalam menyelesaikan proyek akhirnya.

 

  1. Kegiatan Penunjang

     Kegiatan-kegiatan lain yang sangat beragam dalam perguruan tinggi seperti pengembangan kurikulum, pengembangan SDM, pengembangan metode belajar, seminar, lokakarya, dan lain-lain memainkan peranan sangat penting bagi keberhasilan perguruan tinggi dalam memberikan layanan pendidikan tinggi yang memuaskan.

 

  1. Pengembangan ICT dalam Pembelajaran

     Belanja ini digunakan untuk pemeliharaan hardware, pengembangan software dan sistem jaringan,  materi pembelajaran (handout, modul, animasi, audio visual) dan perangkat evaluasi (kuis, soal ujian, tugas mandiri, teleconference)

 

  1. Honor dosen dan tenaga kependidikan Non PNS

     Sebagai ujung tombak dalam layanan pendidikan tinggi, keberadaan pegawai sangat sentral. Jumlah pegawai perguruan tinggi baik yang sudah BLU maupun yang masih PTN sangat besar terutama dengan status honorer atau kontrak, karena adanya pembatasan perekrutan PNS dari pemerintah. Besarnya jumlah pegawai honorer atau kontrak membawa implikasi membengkaknya biaya gaji/honor.

 

  1. Dosen Tamu

     Dalam meningkatkan mutu jurusan/program studi khususnya masalah kuliah tamu untuk dosen dan mahasiswa dapat dialokasikan untuk diberikan bantuan biaya, karena kegiatan ini berhubungan langsung dengan update pengetahuan sehingga sangat bermanfaat sekali bagi dosen dan mahasiswa dalam mempelajari pengetahuan yang ada di perguruan tinggi

 

  1. Pengadaan sarana prasarana sederhana

Belanja ini digunakan untuk pengadaan sarana dan prasarana dengan kriteria:

  1. Melanjutkan atau menyelesaikan pembangunan gedung penunjang kegiatan tridharma perguruan tinggi dengan nilai  maksimum Rp 5.000.000.000,- per unit, maksimum 2 unit
  2. Rehabilitasi atau pemeliharaan gedung  dengan nilai  maksimum Rp 5.000.000.000,- per paket, maksimum 2 paket
  3. Perbaikan atau pembenahan tata ruang/halaman/taman dengan total nilai  keseluruhan paket maksimum Rp 5.000.000.000,-
  4. Pembelian peralatan laboratorium dengan total nilai  keseluruan paket maksimum Rp 2.500.000.000,-
  5. Untuk  PTN dengan alokasi BOPTN sampai dengan Rp 50.000.000.000,- maka Total Nilai Sarpras Sederhana maksimum 20% dari Total Nilai BOPTN
  6. Untuk  PTN dengan alokasi BOPTN lebih besar Rp 50.000.000.000,-, tetapi lebih kecil Rp 100.000.000.000,-, maka Total Nilai Sarpras Sederhana maksimum 15 % dari Total Nilai BOPTN
  7. Untuk  PTN dengan alokasi BOPTN lebih besar Rp 100.000.000.000,- , maka Total Nilai Sarpras Sederhana maksimum 10% dari Total Nilai BOPTN

 

  1. Kegiatan lain yang merupakan prioritas dalam Renstra Perguruan Tinggi masing-masing.

 

  1. Dana BOPTN tidak dipergunakan untuk :
    1. Belanja modal dalam bentuk investasi fisik (gedung baru dan kendaraan dinas)
    2. Tambahan insentif mengajar untuk pegawai negeri sipil
    3. Kebutuhan operasional untuk manajemen

 

BAB III

IMPLEMENTASI DANA BO-PTN

 

Alur Implementasi Dana BO-PTN:

  1. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi menerima alokasi dana BO-PTN pada APBN;
  2. Tim Evaluasi menentukan alokasi dana BO-PTN Satker berdasarkan kriteria yang telah ditentukan;
  3. Perguruan tinggi menerima alokasi dana BO-PTN dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi;
  4. Perguruan tinggi menyusun kegiatan sesuai cakupan penggunaan dana BO-PTN dalam Petunjuk Teknis yang dituangkan dalam RKA-KL;
  5. Perguruan tinggi menyiapkan data dukung berupa TOR dan RAB atas kegiatan yang akan dilaksanakan;
  6. Perguruan tinggi melakukan penelitian RKA-KL dengan tim Inspektorat Jenderal dan Biro PKLN Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan;
  7. Biro PKLN Kemdikbud dan Ditjen Pendidikan Tinggi melakukan penelaahan dengan Direktorat Jenderal Anggaran;
  8. Apabila disetujui maka ditetapkan menjadi DIPA;
  9. Perguruan tinggi menggunakan dana BO-PTN sesuai dengan rencana kegiatan yang telah disusun;
  10. Perguruan tinggi menyampaikan laporan realisasi penggunaan dana BOPTN per output.

 

                                                                                    Jakarta, 3 Februari 2014

                                                                                    Sekretaris

                                                                                    Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi,                                                                     

 

                                                                                                                                                                        Patdono Suwignjo

                                                                                    NIP 195810071986011001
Lampiran.  Diagram Alur Implementasi Dana BOPTN     

 

 

NO

YES

Alokasi Dana BO-PTN Satker

PT menyusun kegiatan dalam RKA-KL beserta TOR & RAB

PT melaksanakan kegiatan

Laporan

Revisi RKA-KL

DIPA

Penelaahan di DJA

Alokasi Dana BO-PTN pada APBN

Tim Evaluasi

Kriteria

Penelitian RKA-KL dengan Tim Itjen dan Biro PKLN Kemdikbud

 

 

 


 

PROGRAM MAHASISWA WIRAUSAHA

(Enterpreneur Student Program)s

 

KONSEP PROGRAM

            Perguruan Tinggi pelaksana program melakukan sosialisasi kepada para mahasiswa, Civita academica dan UKM mitra sebagai calon pendamping dan lokasi magang, melakukan indentifikasi dan seleksi mahasiswa, pembekalan kewirausahaan, penyusunan rencana bisnis dan penempatan magang ke UKM bagi yang lolos seleksi. Salah satu kriteria seleksi untuk mendapatkan dukungan permodalan adalah kelayakan usaha bisnis yang diajukan.

            Dalam implementasi program, perguruan tinggi bekerjasama dengan para pengusaha (UKM). Pengusaha dilibatkan secara aktif untuk memberikan praktis wirausaha, mulai dari pendidikan dan pelatihan, magang maupun penyusuna rencana bisnis (Business Plan) dan pendampingan terpadu. Untuk menghin dari kompetisi UKM sebagai pendamping dengan calon Mahasiswa Wirausaha, jenis usaha yang dikembangkan oleh Mahasiswa harus bersifat komplementer dengan usaha yang sudah ada di UKM (misalnya membuka usaha dibidang pemasokan bahan baku, keagenan, pemasaran, frenchise,…). Skema program terangkum dalam gambar dibawah ini.

 

 
   

 

 

 

            Setelah peserta program menjalankan kegiatan magang di UKM, , peserta mendirikan dan menjalankan unit bisnis baru sesuai dengan rencana bisnisnya dan mendapatkan bimbingan usaha. Pelaksanaan pendampingan pasca magang dilakukan baik oleh UKM pendamping minimal maupun Perguruan Tinggi pelaksana selama kurang lebih 7 bulan. Setelah masa pendamping telah dihasilkan wirausaha baru dan unit/usaha baru.

 

Syarat yang mengikuti Program Mahasiswa Wirausaha :

  1. Mahasiswa S1 dan D3 Universitas Brawijaya.
  2. Telah menyelesaikan kuliah 3 semester atau minimal telah menempuh    60 sks.
  3. Bersedia untuk  :
    1. Mengikuti seleksi
    2. Menyusun rencana bisnis
    3. Mengikuti pelatihan 
    4. Melaksanakan magang di UKM/Laboratorium yang ditentukan oleh panitia dengan pertimbangan usulan mahasiswa atau pembimbing usaha (mentor)
    5. Mendirikan dan atau menjalankan usaha
    6. Bermitra dengan UKM
    7. Membuat laporan reguler mengenai perkembangan usaha
    8. Mengikuti seluruh kegiatan yang ditetapkan oleh panitia PMW

4. Usulan usaha secara individu besarnya maksimal dana sebesar                Rp 8.000.000,- (Delapan  Juta Rupiah), dengan ketentuan Bantuan Modal Bergulir.

  1. Setiap mahasiswa berhak mengikuti 1 program usaha, bila diketahui mengikuti  lebih dari satu  program atau telah mengikuti PMW tahun sebelumya maka akan dibatalkan seluruhnya.
  2. Proposal yang diajukan dikirim ke Sekretariat Program Mahasiswa Wirausaha Gedung Rektorat lantai 3 di Bagian Kemahasiswaan fakultas masing,  proposal rangkap 3, dijilid rapi, warna sampul disesuaikan dengan warna bendera fakultas masing-masing, disertakan softcopy dalam bentuk CD.

 

Prioritas seleksi :

Berdasarkan pengalaman pelaksanaan kegiatan Program Mahasiswa Wirausaha sebelumnya, Maka Kegiatan Program Mahasiswa Wirausaha  adalah proses pendidikan kewirausahaan sehingga  dilakukan 3 tahap yaitu  Seleksi pertama berdasarkan minat mahasiswa di bidang ke wirausahaan  berdasar pada pengalaman yang terdapat di proposal yang diajukan, sedangkan seleksi kedua diprioritaskan berdasar pada :

  1. Proposal usaha yang diajukan.
  2. Pengalaman mahasiswa di dalam berwirausaha
  3. Usaha merupakan bisnis kreatif
  4. Hasil penelitian  dan inovasi teknologi (PKM, penelitian aplikasi, inovasi teknologi).
  5. Bebas dari penggunaan narkoba (Lampirkan bila ada surat keterangan yang berwenang).
  6. Usaha perorangan dan ada pembimbing usaha
  7. Bagi yang berkelompok anggota dilampirkan dalam CV saja
  8. Lokasi usaha di Malang Raya

Sedangkan seleksi ketiga berdasarkan hasil presentasi dan wawancara.

 

Batas Waktu Pengumpulan Proposal :

Pengumpulan proposal PMW dimulai tanggal 20 Maret 2014 sampai dengan tanggal 8 April 2014 difakultas masing masing, apabila melebihi dari tanggal tersebut maka tidak dilakukan proses seleksi selanjutnya.

 

 

 

 

Proposal Wirausaha Mahasiswa  :

(Maksimal 5 halaman)

 

Sampul Proposal, Warna Sampul Sesuai Warna Bendera Fakultas.

Lembar Pengesahan Proposal

Ringkasan Proposal

Daftar Isi Proposal

Daftar Tabel

Daftar Gambar

Daftar Lampiran

 

1. Karakteristik Keunikan Produk Barang dan Jasa Layanan

Mendiskripsikan ciri-ciri dan orisinalitas kreasi produk barang atau jasa layanan sebagai luaran usaha yang mendasarkan diri kepada IPTEKS. Jika telah ada barang atau jasa layanan sejenis, keunikan dan keunggulan produk perlu dikemukakan.

 

2. Analisis Kompetisi dan Peluang Pasar Produk Barang dan Jasa Layanan

Mendiskripsikan segmen pasar yang akan dibidik, serta resiko kompetisi dari produk barang atau jasa sejenis atau mirip dan memiliki sifat komplementer-substitutif terhadap usaha yang akan dilaksanakan.

 

3. Aspek Mekanisme Produksi Barang dan Jasa Layanan

Mendiskripsikan metode, cara atau rangkaian proses untuk menghasilkan produk yang akan ditawarkan pada usaha. Karakteristik proses produksi padat tenaga kerja, ramah lingkungan dan terorganisasikan dalam kelompok perlu dijelaskan. Lebih lanjut, faktor-faktor produksi yang telah ada dan siap dipakai di dalam proses perlu pula diutarakan.

 

4. Rencana Pemasaran Pasar Produk Barang dan Jasa Layanan

Mendiskripsikan target-target pemasaran, strategi memenangkan pasar,skala produksi yang direncanakan, biaya pokok produksi serta besaran margin usaha yang diharapkan.

 

5. Rencana Anggaran dan Laporan

Mendiskripsikan indikator-indikator kelayakan usaha rencana penggunaan anggaran serta pelaporan perkembangan usaha dan arus kas.

 

 

 

Lampiran-lampiran

 

Lampiran 1 :

 

LEMBAR  PENGESAHAN  PROPOSAL

PROGRAM  MAHASISWA  KEWIRAUSAHAAN

 

IDENTITAS

 

Judul Usaha                                                          :…………………………….

Nama Mahasiswa                                                 :……………………………..

NIM                                                                          :……………………………..

Fakultas                                                                  :……………………………..

Alamat Usaha                                                        :……………………………..

No Telephon/Fax                                                  :……………………………..

e-mail                                                                      :……………………………..

Jumlah Biaya yang diajukan                              :……………………………..

Nama Dosen Pembimbing                                 :………………………………

Nama UKM Pembina                                           :………………………………

 

 

 

                                                                                    ………………….., 2014

 

                                                                                    Ttd

 

 

 

                                                                                   (Nama Lengkap)

                                                                                    NIM.

 

 

Menyetujui :

Fakultas …………………….                                        Dosen Pembimbing

Pembantu Dekan III

 

 

 

(Nama Lengkap )                                                  (Nama Lengkap)

NIP.                                                                          NIP.

 

 

 

 

 

 

Lampiran 2. DAFTAR  RIWAYAT HIDUP

                    (Mahasiswa calon peserta program mahasiswa wirausaha)

 

 

 
   

 

1.         Nama                                                             :

2.         NIM                                                                 :

3.         Tempat dan tanggal lahir                           :

4.         Jenis kelamin                                               :

5.         Fakultas                                                         :

6.         Jurusan                                                         :

7.         Semester                                                       :

8.         Jumlah SKS yang pernah ditempuh       :

9.         Alamat Rumah asal                                                :

            Telpon                                                            :          

10.       Alamat Rumah di Malang                         :

            Telpon                                                            :

             HP                                                                 :

 

11.        Pengalaman

 

1. Pendidikan Formal

 

No

Jenjang Pendidikan

Nama Sekolah

Kota

Tahun

1

 

 

 

 

2

 

 

 

 

3

 

 

 

 

 

2. Pendidikan Non Formal

 

No

Nama Lembaga Pendidikan / Training /Course

Lama

 (Bln/th)

Tempat pendidikan  dan kota

Tahun

1

 

 

 

 

2

 

 

 

 

3

 

 

 

 

 

 

 

 

3. Pengalaman dan kegiatan kewirausahaan (Pendidikan dan Usaha)

1………………………………………………………………….

2. ………………………………………………………………..

3. ………………………………………………………………..

4. ………………………………………………………………..

 

   

12. Prestasi /Penghargaan

 

No

Nama  Penghargaan

Tahun

Lembaga pemberi Penghargaan

Kota

1

 

 

 

 

2

 

 

 

 

3

 

 

 

 

 

13. Pengalaman Organisasi :

1. …………………………………………………….

2. …………………………………………………….

 

14. Hal-hal yang perlu ditambahkan :

 

      ……………………………………………………………………………..

 

 

Daftar Riwayat Hidup ini saya buat dengan sebenar-benarnya

*Dilampirkan Foto copy Sertifikat

*Dilampirkan Transkrip nilai mulai semester satu sampai saat pengajuan   atau KHS Terakhir.

*Bagi yang telah berpengalaman berwirausaha, lampirkan profil usaha yang didalamnya terdapat alamat usaha yang jelas karena akan dilakukan kunjungan pada proses seleksi

 

                                                                                    ………………………….2014

 

 

 

                                                                              ( Nama lengkap )

 

                                                                               NIM

 

 

 

 

 

 

Lampiran 3.  SURAT  PERNYATAAN KESEDIAAN  MENGIKUTI  PROGRAM

                      MAHASISWA WIRAUSAHA

 

Judul Kegiatan         :

 

Nama Mahasiswa    :

 

NIM                             :

FAKULTAS               :

JURUSAN                 :

 

Bersama ini saya menyataan bahwa bersedia mengikuti Program  Mahasiswa Kewirausahaan sesuai dengan aturan yang berlaku yaitu :

 

  1. Mengikuti seleksi
  2. Menyusun rencana bisnis
  3. Mengikuti pembekalan
  4. Melaksanakan magang di UKM
  5. Aktif dalam kegiatan cluster dan UKM Kewirausahaan bagi yang usaha baru dan mengembangkan  usaha bagi usaha yang telah ada
  6. Mendirikan dan menjalankan usaha
  7. Secara aktif berkonsultasi dengan pembimbing dan UKM tempat magang.
  8. Membuat laporan reguler mengenai perkembangan usaha dengan tepat waktu.
  9. Mengikuti Workshop dan Expo PMW.
  10. Lokasi usaha terletak di Malang Raya dan bila dikemudian hari terdapat menyalahi aturan tersebut, bersedia  di batalkan.

 

Surat pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya dan apabila tidak menjalankan bersedia diberikan sangsi sesuai dengan aturan yang berlaku yaitu tidak diproses lebih lanjut.

                                                                           

                                                                  ………………………………2014

                                                                        ( Nama Terang )

                                                                        NIM

*) Coret yang tidak perlu                    

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

kepad Presiden EM ketua DPM , Presiden BEM danKetua  DPM Fakultas, Ketua LO Kewirausahaan dan Ketua UKM dilingkungan Universitas Brawijaya untuk menghadiri acara sosilisasi PMW 2014 Hari Rabu, 2 April 2014 jam : 13.00  tempat gedung rektorat Lt8 acara sosilisasi PMW 

Percaya tidak, jika terkadang pelanggan membeli produk Anda bukan karena mereka ingin, tetapi karena ada dorongan emosional yang muncul setelah melihat produk Anda? Ada banyak faktor yang dapat membuat sifat emosional mereka muncul, seperti bentuk, warna, rasa, bau, ataupun mereknya. Itu menandakan jika semua aspek dalam produk yang Anda jual memiliki nilai emosional yang dapat diterima oleh pelanggan. Merek menjadi salah satu diantaranya. Betapa besar peranan merek dalam penjualan produk Anda. Lalu, bagaimana membuat pelanggan Anda mencintai dan terus mencari merek produk Anda? Berikut ini adalah ulasannya.

1. Pelayanan terbaik

Apalagi selain kualitas produk yang baik yang mampu membuat pelanggan mencari dan terus kembali mencari merek Anda selain pelayanan terbaik yang diterima. Buatlah mereka menjadi raja di setiap produk atau merek yang Anda tawarkan. Berikanlah pelayanan yang ramah dan profesional terhadap setiap pelanggan Anda. Layani mereka dengan kemampuan terbaik Anda. Tunjukkan jika memang merek Anda berhak untuk mereka cari lagi.

2. Terus koreksi kesalahan

Menghindari kesalah bukanlah hal yang selalu dianggap baik dalam menciptakan merek yang terbaik. Karena sebenarnya mengoreksi dan memperbaiki setiap kesalahan adalah yang diharapkan mampu menjadi pelajaran. Teruslah koreksi merek produk Anda. Pelajari setiap target pasar yang ingin Anda capai. Pastikan merek Anda mampu diterima dan bertahan cukup lama di pasaran. Koreksi setiap kesalahan dengan anggota tim Anda. Karena merekalah yang juga menjadi faktor merek Anda dapat beredar di pasaran.

3. Buatlah konten yang briliant

Membuat sebuah konten yang menggambarkan merek Anda memang sangat diharuskan. Terlebih ketika Anda mulai merambah dunia toko online yang tentunya memerlukan website toko online yang secara otomatis juga membutuhkan konten – konten yang menarik. Banyak yang menyarankan untuk toko online sebaiknya kita membuatnya sendiri atau meminta bantuan mereka yang ahli membuat sebuah website. Karena ketika kita membuat website toko online kita sendiri, kita bisa memberikan dan menambahkan berbagai konten yang kita inginkan. Berikan konten yang menarik dan juga menjual.

4. Membangkitkan emosi

7 dari 10 pelanggan akan membeli produk Anda karena didorong rasa emosional mereka ketika melihat produk yang Anda tawarkan. Menurut Zig Ziglar “Pelanggan tidak membeli dengan alasan yang logis, mereka membeli dengan emosional sebagai alasannya”. Berikan rasa emosional terhadap pelanggan salah satunya melalui website toko online Anda, konten didalamnya, warna yang Anda gunakan, dan lain sebagainya. Buat mereka ingin dan terus ingin kembali membeli produk Anda.

5. Kurangi janji & banyaklah memberi

Berikan yang terbaik untuk pelanggan Anda. Sebuah janji memang diperlukan untuk menarik perhatian dan juga simpati dari pelanggan Anda. Tetapi tidak untuk menjadi suatu kebudayaan yang tidak Anda terapkan. Berikan janji seperlunya saja dan fokuskan untuk mewujudkan janji tersebut. Pelanggan tidak akan kembali melirik merek atau produk Anda, ketika mereka tahu Anda hanya memberikan banyak janji tanpa menepatinya.

6. Mintalah feedback dan dengarkanlah

Apakah Anda tahu jika kita mendengarkan orang lain maka pengaruhnya akan sangat besar bagi diri kita sendiri? Begitulah yang sebaiknya diterapkan oleh setiap pemilik bisnis, ketika mereka ingin pelanggan kembali membeli produk mereka. Anda harus belajar menjadi seorang pendengar yang baik untuk pelanggan Anda. Mintalah feedback untuk produk ataupun layanan yang Anda berikan. Jangan malu untuk meminta dikritik dan saran untuk kelangsungan bisnis dan perkembangan merek Anda. Karena ketika kita mampu mendengar apa yang diinginkan pelanggan, mereka juga akan merasa dihargai dan tidak ragu untuk kembali.

 Jadikan setiap pelanggan Anda menjadi yang nomor satu dalam bisnis Anda. Dengan begitu Anda akan terus berusaha memberikan yang terbaik untuk mereka. ;-)

Sumber vivalog

Enterpreneur sukses seperti John D. Rockefeller, Henry Ford dan Oprah Winfrey tidak mencapai puncak kesuksesan mereka dengan mengikuti apa yang dikatakan masyarakat terhadap mereka. Kadang mereka yang ‘menyimpang’ atau divonis masyarakat sebagai orang yang tidak akan sukses, justru menemukan panggilan hidup mereka ketika memilih jadi enterpreneur. Maka, jangan minder dulu. Jika anda memiliki salah satu dari ciri-ciri berikut, anda bisa mempertimbangkan profesi sebagai enterpreneur :-)  

1. Benci status quo – Anda merasa bahwa tidak masuk akal bagi Anda bahwa sesuatu harus dikerjakan tanpa penjelasan kenapa anda harus mengerjakannya. Anda bukan orang yang sekedar mengikuti sebuah kelompok ataupun sekedar duduk diam saja.

2. Mudah bosan – Anda merasa mudah bosan, dan orang lain mulai melihat Anda sebagai masalah. Tapi tidak ada yang salah dengan Anda, kecuali karena Anda sering merasa bosan terhadap kegiatan yang tidak menantang kemampuan anda. Itulah kenapa Anda sering bolos dari sebagian besar kelas Anda. Contohnya Bill Gates.

3. Sering dipecat dari pekerjaan – Anda  terlalu kreatif sampai-sampai ketika bekerja untuk orang lain, Anda memiliki banyak sejarah mengenai kehilangan pekerjaan. Sekedar menjadi roda gigi di sebuah mesin menjadi hal yang menyesakkan bagi anda karena anda ingin menciptakan sesuatu yang dapat menginspirasi orang lain.

4. Dilabeli sebagai pemberontak – Anda tahu bahwa hal yang besar terletak di luar garis kenormalan dan berpikir bahwa kebijakan, hukum dan peraturan tidak berlaku untuk Anda. Anda dilabeli sebagai pemberontak dan pelanggar aturan.

5. Melawan kewenangan – Anda  memiliki catatan panjang sebagai orang yang selalu melawan otoritas dari orang tua, guru dan bos Anda. Anda tidak sepakat dengan norma-norma kelompok atau komunitas tempat anda tinggal.

6. Siap untuk mengembangkan kemampuan Anda – Anda selalu memikirkan bagaimana Anda bisa mengerjakan sesuatu dengan lebih baik. Selain itu, Anda senang menyatakan opini Anda tentang bagaimana melakukan hal-hal dengan lebih baik, bahkan ketika tidak diminta.

7. Kesulitan membuat bahan obrolan – Anda mengalami kesulitan berbasa-basi. Anda merasa hal ini buang-buang waktu dan membuat Anda tidak nyaman.

8. Di-bully di masa muda Anda – Anda banyak dikritik, diganggu dan diintimidasi ketika masih kecil atau di masa remaja anda. Hal ini menyebabkan Anda mendorong diri untuk unggul dan membuktikan kepada dunia bahwa Anda adalah keberadaan yang harus diperhitungkan.

9. Obsesif – Anda mungkin dilabeli obsesif / kompulsif karena ketika Anda memulai sesuatu, Anda kesulitan untuk melepaskannya. Jangan biarkan orang lain meyakinkan Anda bahwa ini adalah penyakit atau kekurangan. Howard Schultz mengembangkan Starbucks bahkan ketika keluarganya berusaha membujuknya untuk berhenti.

10. Takut kerja sendiri – Anda mungkin takut untuk keluar dari pekerjaan anda sekarang dan memulai semua sendirian. Ketakutan ini sangat umum, karena di masyarakat kita telah dikondisikan untuk berpikir bahwa kewirausahaan jauh lebih berisiko daripada “pekerjaan tetap”. Nyatanya tidak ada ketidakstabilan di antara keduanya.

11. Tidak bisa santai – Anda tidak bisa tidur di malam hari karena Anda tidak dapat mematikan ide anda. Sebuah gagasan bahkan dengan mudah akan memanifestasikan dirinya ke dalam mimpi Anda. Keesokan paginya Anda menemukan diri Anda masih dikonsumsi dengan ide tersebut yang kemudian mengalihkan perhatian Anda dari pekerjaan yang seharusnya Anda lakukan.

Sumber Vivalog

1. Muraqabah

Muraqabah berarti kewaspadaan konteplatif dan perenungan kontenplatif. Jadi muraqabah adalah konsetrasi penuh, waspada, dengan segenap kekuatan jiwa, pikiran dan imajinasi serta pemerikasaan yang denganya sang hamba dapat mengawasi dirinya sendiri dengan cermat. Dalam muraqabah manusia akan selalu merasa dimanapun dia berada maka dia akan selalu merasakan kehadiran Allah.

Dengan begitu melalui jalan muraqabah maka pecandu dapat disembuhka, karena dalam muraqabah pecandu dapat dibimbing untuk melakukan kontemplasi, sehingga dia dapat brkonsentrasi penuh untuk melakukan pemeriksaan terhadap dirinya dan apa yang dilakukannya. Dengan dibimbing mengunakan cara muraqabah ini maka pecandu akan dapat dipastikan secara beragsur-angsur akan dapat disembuhkan, karena dia dapat mengawasi dirinya. Karena pecandu selalu merasakan kehadiran Allah, maka ia akan selalu merasa bersalah atas dosa yang telah ia lakukan, sehingga ada keinginan untuk meninggalkan. Dari perasaannya ini dia akan semakin kuat keinginanya untuk sembuh.

2. Muhasabah

Muhasabah merupakan kata Arab yang berasal dari suatu akar yang mencakup konsep-konsep, sperti menata, perhitungan, mengundang untuk melakukan perhitungan, mengenapkan dan menetapkan seseorang untuk bertangung jawab. Jadi Muhasabah dapat juga diartikan sbagai menghitung, tata buku, dan dalam teologi dan tasawuf disebut sebagai pemeriksaan kesadaran. Implementasi muhasabah adalah tobat kepada Allah, tobat didahului oleh muhasabah.

Dengan jalan muhasabah maka pecandu akan dapat disembuhkan, karena dalam muhasabah ini pecandu akan dibimbing bagaimana cara memunculkan kesadarnya dalam dirinya bahwa apa yang dia lakukan yaitu menggunakan narkoba adalah suatu kesalahan besar. Dengan munculnya kesadaranya maka dia akan tahu bahwa betapa besarnya nikmat Allah yang dia dapatkan, sehingga dia secara bertahap dapat disembuhkan.

Kesadaran akan nikmat Allah yang maha luas akam membuat pecandu tersebut makin menyadari kesalahanya, sehingga ada usaha untuk tidak melakukannya lagi. Di dalam muhasabah ini pecandu harus juga dibantu denga doa dan dzikir untuk memberikan aura positif dengan asma Allah, dan merasakan diri kita rendah di hadapan Allah.

3. Tafakur

Tafakur berarti teringat, terkenang, refleksi atau perenungan tentang sesuatu. Tafakur berkaitan dengan nama-nama Allah, bukan zatnya karena akar seluruh wujud adalah nam-nama Allah yang maha indah.Tafakur juga dapat dikatakan merenugkan ciptaan Allah, kekuasaan-Nya yang nyata dan tersembunyi serta kebesarn-Nya diseluruh langit dan bumi. Tafakur mengenai nikmat Allah akan mendorong kita untuk selalu mensyukuri dan menyibukkan diri dengan ibadah dan amal soleh sebagai wujud cinta kita kepada Allah, sehingga tidak ada lagi pikiran untuk menggunakan narkoba.

Kita juga dianjurkan untuk tafakur supaya kita tidak lalai akan mendorong kita untuk selalu beribadah takut meninggalkan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Semakin menigkatnya ibadah kita kepada Allah maka semakin menyebuhkan kecanduan terhadap narkoba. Tafakur juga dapat meningkatkan sifat zuhud kepada dunia dan kecintaan kepada akhirat. Dengan zuhudnya kita kepada dunia makan kita akan semakin dekat dengan Allah, dan memulai dengan kehidupan spiritual yang baru. Tafakur juga dapat di gabung dengan doa, wirid, muhasabah, zikir, uzlah dan lain-lain.

4. Dzikir

Dzikir berarti mengingat, menyebut, mengucapkan, mengagungkan dan menyucikan Allah dengan mengulang salah satu naman-Nya atau kalimat keagunganya. Dzikir adalah menyebut Allah dengan membaca tasbih (Subhanallaah), membaca tahlil (Laa ilaaha illallaah), membaca tahmid (Alhamdulillaah), membaca taqdis (Qudduusun), membaca takbir (Allaahu Akbar), membaca haugalah (Laa haula wala quwwata illaa billah), membaca hasabalah (Hasbiyallaah), membaca basmalah (Bismillaahirrahmaanirrahiim), membaca Al Qur’anul Karim dan membaca doa-doa yang mat’sur (yang diterima atau yang bersumber) dari Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam.

Dinamakan dzikir, mengerjakan segala tugas agama yang diwajibkan Allah dan menjauhi segala larangan yang sudah diperintahkan-Nya hamba untuk meninggalkannya. Karena itu membaca Al-Qur’an, mempelajari Al-Hadits, mempelajari ilmu-ilmu agama, melaksanakan shalat tathawwu’ dinamakan juga dzikir. Yang dikehendaki dengan sebutan lidah (berdzikir dengan lidah) ialah, menyebut kata-kata yang menunjuk kepada tasbih (mensucikan Allah), kepada tahmid (memuji Allah), kepada tamjid (memuliakan/membesarkan Allah). Adapun yang dimaksud dengan ingatan hati ialah, memikirkan dalil-dalil tentang adanya Allah, dalil-dalil sifat-Nya, dalil-dalil perintah dan larangan-Nya, untuk diketahui hukum-hukum dan rahasia-rahasia ang tersembunyi dalam penciptaan alam ini.

Yang dikehendaki dengan dzikir anggota, ialah mempergunakan segala anggota untuk melaksanakan ketaatan (dengan segala bentuk/manifestasinya). Itulah sebabnya maka shalat Juma’at di dalam Al-Qur’an dinamakan dzikrullah. Dzikir kepada Allah itu bukan hanya lafazh yang dilafazhkan dengan lidah saja, tetapi kesadaran yang terdapat di dalam hati dilafazhkan atau tidak dilafazkan dan merasa dengan Allah dan wujudNya. Kesadaran dan perasaan yang demikian menimbulkan kesan atau pengaruh yang membawa kepada ketaan pada batasnya yang paling dekat. Maka dengan dzikir itulah kita akan dapat mengembalikan kesadaran, maka sangatlah cocok untuk terapi pecandu narkoba karena dengan dzikir pecandu akan bias kembak kesadaranya. Dalam dzikir yang disebut-sebut adalah nama Allah dan kalimat yang baik akan membantu kesadaranya serta Allah-pun ikut membantu karena namanya selalu di sebut.

5. Doa

Doa berarti permintaan atau permohonan, yaitu manusia kepada Allah untuk mendapatkan kebaikan di dunia dan keselamatan di akhirat. Doa merupakan kesempatan manusia untuk mencurahkan hatinya kepada Allah, menyatakan kerinduan, ketakutan dan kebutuhan manusia kepada Allah.

Doa berperan dalam kesembuhan, karena Doa yang banyak diartikan sebagai dialog, penyerahan, dan permohonan tulus kepada Allah, penting dilakukan supaya terjadi sinergi yang melibatkan Allah, pecandu, penyembuh, dan ilmu pengetahuan demi kesembuhan total. Keadaan psikologis yang tidak normal akibat kecanduan narkoba merupakan faktor sangat penting untuk diatasi dalam proses penyembuhan.

6. Uzlah

Uzlah adalah mengasingkan diri, yaitu mengasingkan diri dari pergaulan dengan masyarakat yaitu menghindari maksiat dan kejahatan serta melatih jiwa dengan ibadah, zikir, doa, dan tafakur tentang kebesaran Allah dalam mendekatkan diri kepada-Nya. Uzlah dilakukan untuk memperoleh kejernihan tentang diri dan masyarakat sekitar, sehingga kita tidak terlibat dalam kehidupan sehari-hari. Dengan begitu kita akan mampu merenung tentang diri dan masyarakat secara jujur. Uzlah yang didefinisikan dengan “Al-Tafarruq ‘an al-Khalqi” (memisahkan diri dari mahluk lain), ketika pecandu ingin disembuhkan maka dia harus di pisahkan dari dunia narkoba agar dia tidak lagi menggunakan narkoba kembali.

Pemisahan diri ini bertujuan untuk untuk menjauhkan mata rantai narkoba tersebut agar tidak menggubakan kembali. Setelah kita membahas tentang definisi uzlah, dapatlah ditarik kesimpulan hubungannya dengan penyembuhan kecanduan narkoba. Dalam uzlah ini kita mengasingkan diri untuk mendekatkatkan diri kepada Allah, dengan berdzikir dan berdoa memohon kepada Allah. Semakin banyak kita memohon kepada Allah maka kecanduan yang di rasakan oleh pecandu akan hilang secara perlahan. Karena tubuh kita apabila semakin banyak kita menyebut kalimat yang baik maka akan ada respon positif dari tubuh kita agar bisa sembuh secara spiritual.

 

bagi mahasiswa yang lolos PKM didanai Dikti 2014 harap mengambil dana talangan PKM di gedung rektorat lantai III mulai 25 Pebruari 2014 dengan syarat yang mengambil harus ketua kelompok dan membawa fotocopy KTM

Dalam artikel sebelumnya telah dibahas tentang komponen-kompenen penting dalam membuat rencana bisnis, kali ini kami akan menampilkan contoh bagaimana membuat rencana bisnis untuk calon pengusaha secara singkat, sebuah ilustrasi bagaimana menuangkan sebuah ide yang kemudian coba diwujudkan dalam sebuah konsep rencana bisnis. Contoh ini hanya sebagai tahap awal, yang masih berisi gambaran umum dan belum masuk pada bagian-bagian teknis secara detail dan menyeluruh. Namun semoga dapat sedikit memberi masukan dalam segi kreatifitas yang dapat anda kembangkan untuk membuat rencana bisnis usaha anda sendiri.

Sebut saja si A, memiliki minat yang besar pada dunia internet. Dari kegemarannya surving tersebut menjadikannya seorang yang aktif dalam bermacam forum dan komunitas, serta terbiasa berbelanja online dan sedikit banyak memiliki pengetahuan dalam dunia e-commerce, bagaimana konsepnya, prosedur jual beli dan fitur-fitur keamanan yang dibutuhkan. Kemudian muncul idenya untuk membuat situs e-commerce. Setelah mengumpulkan data-data dan informasi yang dibutuhkan lalu mulailah si A membuat business plan untuk mewujudkan idenya. Berikut adalah konsep rencana bisnis yang cocok untuk si A:

1. Ulasan Deskripsi Bisnis
Mendirikan Marketplace, sebuah website online shopping yang memiliki fitur member yang dapat berjualan didalamnya. Dengan konsep ini, pemilik utama website tidak berperan langsung sebagai penjual namun membuka peluang pengusaha-pengusaha dan UKM untuk secara sistematis dapat menjual produknya masing-masing dalam satu wadah bersama. Beberapa contoh situs yang sejenis dengan konsepnya adalah etsy.com, tokopedia.com, tokobagus.com.
Peluang usaha ini sangat baik, mengingat potensi pasar yang besar dilihat dari perkembangan penetrasi pengguna internet di Indonesia yang telah mencapai 100 juta.
Peluang mendapatkan pasarpun baik, karena dari angka pengguna tersebut diatas dapat dipastikan sebagian besar adalah pengguna pemula yang dalam jangka waktu dekat atau menengah akan mulai mencoba membeli produk secara online, lalu selanjutnya tergerak untuk berbisnis online sesuai dengan perilaku pengguna yang umum terjadi dalam dunia internet.

2. Strategi Pemasaran
Strategi pasar yang akan dikembangkan adalah dengan cara bekerja sama dengan pengusaha kecil, dunia wirausaha dan home industri. Pengusaha kecil dan pelaku home industri diajak untuk belajar bisnis online dengan cara praktek langsung di lapangan. Dengan sistem kerjasama ini otomatis akan tercipta pasar pembeli khusus dengan memanfaatkan pasar yang telah dimiliki oleh masing-masing pengusaha tersebut dengan mempromosikan media onlinenya kepada komunitas pembeli masing-masing. Dengan kata lain, telah tercipta sebuah strategi differensiasi dan peluang usaha yang menjanjikan.

3. Analisa Pesaing
Jumlah situs penyedia layanan marketplace di Indonesia di Indonesia masih sedikit dan didominasi oleh perusahaan bermodal besar dan menjual produk-produk dengan merek ternama dan telah dikenal oleh sebagian besar masyarakat. Karena itu strategi yang diambil adalah dengan mengoptimalkan pengusaha-pengusaha kecil dan UKM dengan menjual produk-produk mereka, sehingga tidak terjadi persaingan langsung dengan pasar penyedia situs marketplace besar yang telah populer. Namun hanya mengambil konsep dan sistem yang sama, yaitu situs maketplace.

4. Rencana Desain dan Pengembangan
Untuk membuat desain dan rancangan usaha, pertama yang dibutuhkan adalah penyewaan server, hosting, nama domain dan desain layout website.
Rencana penyedia server, hosting dan penyediaan nama domain: Bekerja sama dengan siapa atau sewa dengan biaya berapa per tahun
Desain layout website: Pembelian template (Oscommerce, Jomlaa, atau sejenisnya)
Detail-detail fitur-fitur yang akan ditampilkan di website dibahas dalam bagian ini. Juga rencana pengembangannya.

5. Rencana Operasional dan Manajemen
Untuk awalnya, kebutuhan operasional dibutuhkan tenaga kerja minimal 3 orang ( Programmer web, Customer support online chat, Manajemen billing untuk input data dan cek pemasukan dana )
Tugas programmer dan desainer untuk customize, penambahan fitur dll.
Tugas customer support menangani pertanyaan calon member dan pembeli.
Petugas input data akan mendata member dan pembeli (order) dan menginformasikan pembelian ke member peserta.
Tugas dan wewenang lainnya akan dikondisikan sesuai kebutuhan di lapangan secara lebih spesifik.

6. Pembiayaan
Perkiraan biaya, gaji, pengeluaran bulanan dan detilnya dibahas khusus dalam Rancangan Anggaran dan Biaya.
Juga perhitungan ROI dsb, didapat dengan melakukan survey, penelitian dll agar menemukan perkiraan modal awal yang dibutuhkan.

7. Kesimpulan Usaha
Yang terakhir disusun adalah kesimpulan dari seluruh kerangka bisnis plan.
Anda dapat menampilkan jadwal waktu tiap komponen diatas akan dilakukan, perkiraan waktunya dan hal-hal penting lainnya yang akan mendukung segala aktifitas dalam memulai usaha.

contoh-rencana-bisnisTentu saja agar sebuah rencana bisnis bisa diwujudkan dalam aksi nyata, anda tidak dapat berjalan sendiri, membutuhkan banyak dukungan, baik Sumber daya manusia, investor dan tutor atau penasehat. Karena itu langkah selanjutnya adalah mulai merancang sebuah kolaborasi. Ajaklah teman atau orang lain yang memiliki visi yang sama untuk bergabung menjalankan bisnis tersebut bersama-sama. konsep kerjasama dan pembagian pekerjaan dapat dibicarakan bersama.

Carilah rekan yang memiliki keahlian berbeda (utamakan)  sehingga dengan keahlian masing-masing dapat memberikan masukan pemikiran untuk menghasilkan rencana bisnis yang lebih matang. Kemudian dibahas bersama-sama dan saling berbagi tugas.

  • sumber warta wirausaha

Taipan properti, Ciputra berbagi resep menjadi seorang entrepreneur sukses. Menurutnya, kunci menjadi seorang wirausaha sukses ialah produknya menjadi raja di negeri sendiri.

Pasalnya, saat ini melalui berbagai gempuran produk impor, karya anak-anak bangsa justru terpinggirkan karena kalah bersaing. “Harus menjadi leader dulu di dalam negeri baru bisa menjadi leader di luar negeri,” ujarnya saat acara ‘Launching Pembelajaran Online Tumbuh 100 kali’ di DBS Tower, Jakarta, Senin (17/2).

Dia menceritakan untuk menjadi salah satu pemimpin bisnis di dalam negeri, Ciputra terus berjuang dengan gigih memperkenalkan produk penjualannya selama 15 tahun. “Brand kita nantinya menjadi ingatan semua orang di dalam negeri maupun luar negeri. Sehingga menjadi icon produk juga di dalam negeri,” jelas dia.

Tak ingin setengah-setengah, Ciputra bahkan sampai memperkenalkan produknya pada presiden luar negeri. Ini dilakukan juga untuk menambah investasi dalam negeri. “Mereka agar mau investasi di Indonesia,” ungkapnya.

Sementara, Menteri Koperasi dan UKM Syarief Hasan, yang turut hadir dalam acara itu, mengungkapkan seorang pebisnis besar seperti Ciputra pasti berangkat dari usaha kecil terlebih dahulu. Usaha kecil inilah yang menjadi modal pemerintah membangun ekonomi.

Maka dari itu, lanjutnya, pemerintah terus mendorong pengembangan usaha kecil dan mikro (UKM) dalam mendorong penyerapan tenaga kerja di Indonesia. Selain itu, salah satu syarat majunya suatu negara ialah kepemilikan UKM sekitar 2 persen.

Dia mengatakan kecakapan membesarkan usaha sangat penting bagi Indonesia. “Jumlah usaha besar hanya sekitar 5.000 atau 0,08 persen dari keseluruhan usaha. Bukankah kebanyakan (atau semua) usaha besar sebelumnya adalah usaha mikro,” ujarnya.

Menurutnya, dengan pembelajaran wirausaha online yang diadakan oleh Grup Ciputra, dapat menjadi media pembelajaran kepada siapa saja. “Dapat diakses melalui Ciputra UCEO (Universitas Ciputra Entrepreneurship Online) secara gratis dan terbuka di seluruh dunia,” jelas dia.

UCEO sendiri telah mewawancara lima wirausaha yang pernah membesarkan usaha bisnis seperti Ciputra, Martha Tilaar, Dahlan Iskan, Sandiaga Uno dan Sudhamek. “Keyakinan kuat bahwa enterpreneurship harus disebarluaskan kepada sebanyak mungkin generasi muda demi menciptakan masa depan Indonesia yang lebih baik,” ungkapnya.

Sehingga nantinya dengan kecakapan enterpreneurship dapat menciptakan kerja bagi diri sendiri secara inovatif sekaligus solusi lapangan kerja bagi seluruh bangsa.

[bim]
Sumber merdeka.com