mienblog

Blog Staff Universitas Brawijaya

Browsing Posts published by mienyantono

Usaha dalam segala untuk mendapat sebuah hasil itu wajib. Ikhtiar merupakan upaya bebas untuk mencari jalan yang terbaik. Tetapi hasil dari usaha itu sendiri merupakan sebuah keputusan Allah secara mutlak. Perihal ini penting kiranya untuk diperhatikan.

Pertama, segala bentuk ikhtiar harus diniatkan semata karena menjalankan syariat. Kedua, hasil dari segala bentuk upaya mesti diserahkan hanya kepada Allah. Allah pasti memberikan yang layak bagi usaha hamba-Nya.

Kewajiban ikhtiar dan kepasrahan hati kepada Allah merupakan titik keseimbangan antara kemampuan dan keterbatasan manusia. Ajaran ahlussunah ini menempatkan manusia dalam kodratnya. Manusia didorong untuk memaksimalkan kemampuan pada dirinya di satu segi. Di lain segi, manusia juga dipaksa menyadari keterbatasan dirinya.

Dengan demikian, ia menjadi optimis dalam kehidupan. Di lain sisi, ia juga tidak menyombongkan diri atas segala kemampuannya. Dari situ, ia telah menjalankan kewajiban ikhtiar tanpa mengesampingkan kehadiran Allah dalam dirinya.

Karenanya, seorang hamba perlu menyandarkan kepasrahan dirinya kepada Allah SWT semata. Ia tidak boleh berharap dan takut kepada siapapun selain Allah SWT. Dalam kitab Fahtul Majid, Syekh Nawawi Banten mengutip cerita pelajaran dari Nabi Musa As.

Suatu hari, kata Syekh Nawawi, Nabi Musa As mengadukan derita sakit giginya kepada Allah. Lalu Allah memerintahkan untuk mengambil beberapa helai rumput di suatu tempat.

“Letakkan rumput itu pada gigimu yang nyeri,” kata Allah.

Seketika sakit giginya reda.

Setelah beberapa waktu berlalu, sakit giginya kembali kambuh. Tanpa mengadu kepada-Nya, Nabi Musa menuju padang rumput yang pernah didatangi beberapa masa silam. Lalu ia mengobati giginya dengan rumput seperti praktik yang pernah dilakukannya. Bukannya sembuh, sakit giginya semakin menjadi.

فقال إلهى ألست أمرتنى بهذا ودللتنى عليه فقال تعالى أنا الشافى وأنا المعافى وأنا الضار وأنا النافع قصدتنى فى المرة الأولى فأزلت مرضك والآن قصدت الحشيشة وما قصدتنى

“Nabi Musa As lalu bermunajat, ‘Tuhanku, bukankah Kau memerintahkanku dan menunjukkanku untuk ini?’ Lalu Allah Swt menjawab, ‘Akulah penyembuh. Akulah pemberi kebaikan. Akulah yang mendatangkan mudlarat. Aku pula yang mendatangkan kemaslahatan. Pada sakitmu yang pertama, kau mendatangi-Ku. Karenanya, Kusembuhkan penyakitmu. Tetapi kali ini, kau langsung mendatangi rumput itu, bukan mendatangi-Ku.’” Wallahu A’lam.

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Sumber NU Online

Kalau sekadar memakai senjata tajam mulai dari  parang, golok, anak panah, bambu runcing, senjata api, meriam dan sejenisnya, ini namanya bukan perang di jalan Allah, tetapi tawuran antardesa. Perang di jalan-Nya selain memerlukan itu semua, juga membutuhkan pikiran matang.

Perang di jalan Allah disebut jihad. Maksudnya perang akan disebut jihad sejauh praktik perang itu dimaksudkan untuk menegakkan agama Allah sebagai syiar. Perang seperti ini sangat dibutuhkan. Agama menganjurkan jihad. Karena, jihad merupakan ibadah.

Hanya saja seseorang yang maju ke medan perang memiliki pelbagai motif. Ada yang maju karena berani, jaga harga diri, atau karena riya. Lalu siapa di antara mereka yang masuk dalam kategori mujahid?

Ketika ditanya demikian, Rasulullah SAW menjawab dengan sabdanya seperti di bawah ini,

من قاتل لتكون كلمة الله هي العليا فهو في سبيل الله

“Siapa saja yang maju ke medan perang dengan niat agar agama Allah menjadi naik (syiar) maka ia telah berjuang di jalan Allah.”

Namun demikian, para ulama memberikan sejumlah catatan perihal peperangan, jihad, dan perjuangan di jalan Allah. Keputusan untuk perang di jalan Allah harus dilewati dengan sejumlah pertimbangan pikiran. Artinya ulama harus berkumpul terlebih dahulu untuk memutuskan bahwa umat Islam telah wajib untuk melakukan jihad di jalan Allah.

Salah satu contohnya ialah fatwa Resolusi Jihad NU pada November 1945. Fatwa Resolusi Jihad NU ini didasarkan pada pikiran matang ulama. Keputusan fatwa ini tidak didasarkan pada nafsu amarah.

Dalam kitab Dalilul Falihin (syarah Riyadlus Shalihin), M bin Alan Ash-shiddiqy menjelaskan hadis di atas sebagai berikut,

أن القتال في سبيل الله قتال منشؤه القوة العقلية لا القوة الغضبية أو الشهوانية

“Bahwa perang di jalan Allah adalah perang yang didasarkan pada kekuatan pikiran, bukan kekuatan amarah atau kekuatan nafsu.”

Dengan demikian umat Islam tidak boleh memutuskan sendiri perihal perang di jalan Allah. Mereka harus menunggu keputusan dan kebijaksanaan para kiai agar para kiai mengerahkan segala pikiran dan pertimbangannya atas kenyataan yang ada.

Selagi para kiai belum mengeluarkan fatwa jihad, umat Islam tidak boleh memutuskan bahwa dirinya akan maju ke medan perang. Karena, keputusannya didasarkan pada amarah dan nafsu belaka.

Kalau saja salah dalam mengambil keputusan, mereka justru mengamuk dan kalap di tengah masyarakat yang damai, seperti anak-anak yang sedang tawuran. Bukannya kalimat Allah (Islam) menjadi harum, mereka justru mencemarkan nama Islam dari dalam. Wallahu A‘lam. (Alhafiz Kurniawan)

Sumber NU Online

Dalam upaya mendukung pengendalian inflasi akibat dampak fluktuasi harga cabai dan sejalan pula dengan program kewirausahaan, Bank Indonesia menyelenggarakan kompetisi nasional “Bertarung Inovasi Sambal Anak Negeri” bekerjasama dengan Kementerian Pertanian, Kementerian Koperasi dan UKM serta ritel modern. Pendaftaran calon peserta kompetisi ini dimulai sejak 20 September 2013 dan akan ditutup pada 16 Oktober 2013 (cap pos). Melalui kompetisi ini diharapkan fluktuasi harga cabai antar musim menjadi lebih terkendali dengan tersedianya pasokan cabai dalam bentuk yang sudah diolah dan sekaligus menumbuhkan perubahan pola di masyarakat dari mengkonsumsi cabai segar menjadi cabai olahan. Di samping itu, dari kompetisi ini diharapkan akan tumbuh inovasi produk cabe olahan dan entrepreneurship baru sehingga tercipta lapangan kerja.

Berdasarkan data Bank Indonesia, perilaku inflasi volatile food sejak tahun 2006, termasuk cabai, cenderung persisten dan lebih tinggi dari inflasi kelompok inti. Dari sisi penawaran, hal tersebut, terutama disebabkan oleh terganggunya pasokan akibat faktor musim/iklim atau terganggunya distribusi. Pada saat panen terjadi over supply, sehingga pasokan tidak terserap pasar, sebaliknya pada musim kering harganya meningkat. Dari sisi permintaan, perilaku masyarakat yang masih terbiasa mengkonsumsi cabai segar menyebabkan permintaan cabai di periode tertentu meningkat sehingga menyebabkan fluktuasi harga cabai.

Kompetisi ini digelar dalam beberapa tahapan: (1) Seleksi Administrasi; (2) Seleksi Produk; (3) Pelatihan Entrepreneurship kepada 20 (dua puluh) finalis; (4) seleksi final untuk memilih 3 pemenang. Proses seleksi akan melibatkan stakeholder terkait yaitu kementerian, akademisi, pakar kuliner, ritel/pasar modern dan instansi lainnya. Selanjutnya kepada 20 finalis akan memperoleh pelatihan entrepreneurship dan berpeluang menjadi pemasok jaringan ritel/pasar modern. Bagi 3 (tiga) pemenang akan memperoleh hadiah senilai total Rp. 50 juta dan peliputan di media nasional.

I. Syarat peserta

  1. WNI berusia minimal 18 tahun
  2. Produsen sambal berskala mikro, kecil dan menengah, serta bukan merupakan anak perusahaan besar 
  3. Berkeinginan mengembangkan usaha dan masuk ke jaringan ritel/pasar modern
  4. Bersedia mengikuti pelatihan di Jakarta apabila terpilih menjadi finalis
  5. Bersedia mengikuti seluruh ketentuan dan tahapan kompetisi

II. Syarat produk

  1. Sambal berbahan dasar utama cabai
  2. Sekurang-kurangnya memiliki izin PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga)
  3. Telah dipasarkan di tingkat lokal belum sampai ke jaringan nasional
  4. Telah dikemas dan mencantumkan tanggal kadaluarsa dan komposisi

III. Ketentuan Kompetisi

  1. Tahapan Kompetisi Bertarung Inovasi Sambal Anak Negeri adalah sbb.:

    1. Tahap 1, Seleksi Administrasi, formulir pendaftaran yang diterima akan diseleksi oleh pihak panitia untuk menentukan 100 (seratus) peserta terbaik.
    2. Tahap 2, Seleksi Produk, 100 (seratus) peserta terbaik akan dihubungi panitia untuk mengirimkan contoh produk dan dinilai untuk menentukan 20 (dua puluh) finalis.
    3. Tahap 3, Pelatihan Entrepreneurship, 20 (dua puluh) finalis akan diikutsertakan dalam pelatihan selama 5 (lima) hari di Jakarta (waktu dan tempat diinformasikan kemudian).
    4. Tahap 4, Seleksi Final: Presentasi Rencana Bisnis dan Inovasi Produk oleh para finalis di hari terakhir pelatihan untuk menentukan 3 (tiga) pemenang.
  2. Seluruh dokumen kompetisi (al. form pendaftaran, foto produk, foto atau video proses produksi, contoh produk, foto atau video kegiatan kompetisi) menjadi milik panitia dan dapat dipergunakan untuk kepentingan materi publikasi.
  3. Peserta tidak dipungut biaya untuk kompetisi ini.
  4. Dalam hal finalis adalah kelompok maka peserta pelatihan hanya diwakili oleh 1 (satu) orang
  5. Peserta wajib menanda tangani pernyataan dalam formulir pendaftaran sbb.: (1) Berkeinginan mengembangkan usaha dan masuk ke jaringan ritel/pasar modern, (2) Bersedia mengikuti pelatihan di Jakarta apabila terpilih menjadi finalis, (3) Bersedia mengikuti seluruh ketentuan dan tahapan kompetisi.
  6. Seluruh peserta wajib menjunjung tinggi asas sportivitas dan kejujuran.
  7. Keputusan Dewan Juri merupakan keputusan final dan tidak dapat di ganggu gugat.
  8. Hal-hal yang belum diatur dalam ketentuan ini akan dibuat ketentuan tambahan sesuai dengan kondisi yang berlaku.

IV. Hadiah

20 finalis:

  1. Mendapat pelatihan entrepreneurship selama 5 hari di Bank Indonesia-Jakarta*
  2. Berpeluang menjadi pemasok jaringan ritel/pasar modern
  3. Menerima piagam penghargaan dari Bank Indonesia

3 Pemenang:

  1. Memperoleh hadiah senilai total Rp. 50 juta
  2. Peliputan di media nasional

*) Biaya pelatihan, uang saku, transportasi dan akomodasi pelatihan ditanggung Bank Indonesia

Formulir pendaftaran dapat diperoleh di:

Formulir pendaftaran dikirim ke:
Panitia Bertarung Inovasi Sambal Anak Negeri
Gedung Kompas-Gramedia Unit 2 Lantai 4
ACT Department
Jl. Panjang No.8A Jakarta Barat
atau
Email ke: sambalanaknegeri@gmail.com

Batas waktu pengiriman formulir pendaftaran:
Paling lambat 16 Oktober 2013 (cap pos) 


Apakah Artikel ini memberikan informasi
berguna bagi anda?
Nilai halaman ini:  Jelek Bagus
Komentar: 
 
 
 

“Karakter Seperti Sebuah Pohon Dan Reputasinya Seperti Bayangannya. Bayangan Adalah Apa Yang Kami Pikir Itu, Pohon Adalah Hal Yang Nyata.”-Abraham Lincoln.

. Pendidikan karakter dalam kampus bertujuan membangun kualitas pribadi yang mampu berkontribusi secara luar biasa untuk kepentingan pengembangan ilmu pengetahuan dan tehnologi yangdidasari akhlak mulya. Kualitas karakter yang dibutuhkan meliputi kejujuran, menghormati, tanggung jawab, keadilan, kewajaran, kebenaran, melayani, merawat, integritas, disiplin, keberanian, bergaul, kebajikan, pengasih, sopan-santun, terpercaya, dan patuh pada etika dan standar moral positif.

Pengembangan karakter ini dirancang untuk tujuan membawa insane kampus bersama-sama kepada perilaku kerja yang penuh integritas, etis, dan loyal  menyentuh sifat, perilaku, kebiasaan-kebiasaan, dan moralitas . Hal ini akan menciptakan kesadaran moral dalam pengembangan karakter, menghasilkan sumber daya manusia yang sensitif terhadap nilai-nilai integritas, loyalitas, etis, dan moralitas. Kondisi ini akan menjadi hal ideal untuk membangun fondasi  yang kredibel dan berkualitas tinggi.

 karakter diri yang telah diperkaya dengan nilai integritas, kejujuran, kebaikan, motivasi, dan kebijaksanaan diri tertinggi merupakan lansan yang kokoh bagi perkembangan ilmu . Seseorang ingin menjadi pribadi berkarakter sukses, maka dia harus meletakkan setiap keinginan, harapan, obsesi, dan cita-citanya di dalam karakter  yang menegaskan kesuksesan secara bijak. Karakter diri yang telah diperkaya itu akan berjuang tanpa mengenal kata menyerah, untuk mendapatkan apa yang diinginkan di dalam hidupnya dengan visi yang jelas. Karakter diri juga akan belajar tentang apa yang baik, serta berkembang untuk meningkatkan semua potensi baik ke dalam diri.

 “Karakter Tidak Bisa Dikembangkan Dalam Kemudahan Dan Ketenangan. Hanya Melalui Percobaan Dan Penderitaan Jiwa Karakter Dapat Diperkuat, Visi Diperjelas, Ambisi Diilhami Dan Keberhasilan Dicapai.” -Helen Keller.

Setiap pribadi itu unik, jadi setiap pribadi harus memahami apa saja yang baik buat dirinya, tidak asal mengcopy karakter orang lain menjadi karakter dirinya, dan harus berpikir positif untuk menjadi yang terbaik yang ideal dengan diri sendiri. Salah satu cara untuk membangun karakter yang sesuai dengan jati diri Anda, adalah dengan mengidentifikasikan semua kekurangan dan ancaman diri, kemudian membangun karakter diri yang ideal melalui kekuatan fisik tubuh, mental diri, emosional diri, pergaulan sosial, dan pengembangan kekuatan spiritual dan motivasi.

Pengertian dan definisi wirausaha menurut para ahli. Sebelumnya ada baiknya penulis bahas pengertian  dari wirausaha itu sendiri.Wirausaha atau kewirausahaan adalah kemampuan untuk berdiri sendiri, berdaulat, merdeka lahir dan bathin, sumber peningkatan kepribadian, suatu proses dimana orang mengejar peluang, merupakan sifat mental dan sifat jiwa yang selalu aktif dituntut untuk mampu mengelola, menguasai, mengetahui dan berpengalaman untuk memacu kreatifitas.

 

Dan berikut Pengertian dan definisi kewirausahaan menurut Beberapa Para Ahli ;

1. Peter F Drucker

Kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda (ability to create the new and different) .

2. Menurut Arif F. Hadipranata, wirausaha adalah sosok pengambil risiko yang diperlukan untuk mengatur dan mengelola bisnis serta menerima keuntungan financial ataupun non uang.

3. Thomas W Zimmerer Kewirausahaan adalah penerapan kreativitas dan keinovasian untuk memecahkan permasalahan dan upaya memanfaatkan peluang-peluang yang dihadapi orang setiap hari.

4. Kathleen mengemukakan bahwa wirausaha adalah orang yang mengatur, menjalankan, dan menanggung risiko bagi pekerjaan-pekerjaan yang dilakukannya dalam dunia usaha. 

5. Andrew J Dubrin

Seseorang yang mendirikan dan menjalankan sebuah usaha yang inovatif (Entrepreneurship is a person who founds and operates an innovative business).

 

6.Robbin&Coulter
Entrepreneurship is the process whereby an individual or a group of individuals uses organized efforts and means to pursue opportunities to create value and grow by fulfilling wants and need through innovation and uniqueness, no matter what resources are currently controlled. (Kewirausahaan adalah proses dimana seorang individu atau kelompok individu menggunakan upaya terorganisir dan sarana untuk mencari peluang untuk menciptakan nilai dan tumbuh dengan memenuhi keinginan dan kebutuhan melalui inovasi dan keunikan, tidak peduli apa sumber daya yang saat ini dikendalikan. 

 

7. (Soeharto Prawiro, 1997).

Kewirausahaan adalah suatu nilai yang diperlukan untuk memulai suatu usaha (start-up phase) dan perkembangan usaha (venture growth).

 

8. (Acmad Sanusi, 1994)

Kewirausahaan adalah suatu nilai yang diwujudkan dalam perilaku yang dijadikan dasar sumber daya, tenaga penggerak, tujuan, siasat, kiat, proses, dan hasil bisnis.

 

9. Jean Baptista Say (1816)

Seorang wirausahawan adalah agen yang menyatukan berbagai alat-alat produksi dan menemukan nilai dari produksinya.

 

10. Frank Knight (1921)

Wirausahawan mencoba untuk memprediksi dan menyikapi perubahan pasar. Definisi ini menekankan pada peranan wirausahawan dalam menghadapi ketidakpastian pada dinamika pasar. Seorang worausahawan disyaratkan untuk melaksanakan fungsi-fungsi manajerial mendasar seperti pengarahan dan pengawasan.

 

11. Joseph Schumpeter (1934)

Wirausahawan adalah seorang inovator yang mengimplementasikan perubahan-perubahan di dalam pasar melalui kombinasi-kombinasi baru. Kombinasi baru tersebut bisa dalam bentuk:

(1) memperkenalkan produk baru atau dengan kualitas baru,

(2) memperkenalkan metoda produksi baru,

(3) membuka pasar yang baru (new market),

(4) Memperoleh sumber pasokan baru dari bahan atau komponen baru, atau

(5) menjalankan organisasi baru pada suatu industri. Schumpeter mengkaitkan wirausaha dengan konsep inovasi yang diterapkan dalam konteks bisnis serta mengkaitkannya dengan kombinasi sumber daya.

12.HarveyLeibenstein(1968,1979)
Kewirausahaan mencakup kegiatan-kegiatann yang dibutuhkan untuk menciptakan atau melaksanakan perusahaan pada saat semua pasar belum terbentuk atau belum teridentifikasi dengan jelas, atau komponen fungsi produksinya belum diketahui sepenuhnya

13. Penrose (1963)

Kegiatan kewirausahaan mencakup indentifikasi peluang-peluang di dalam sistem ekonomi. Kapasitas atau kemampuan manajerial berbeda dengan kapasitas kewirausahaan.

.

14. Israel Kirzner (1979)

Wirausahawan mengenali dan bertindak terhadap peluang pasar. Entrepreneurship Center at Miami University of Ohio: Kewirausahaan sebagai proses mengidentifikasi, mengembangkaan, dan membawa visi ke dalam kehidupan. Visi tersebut bisa berupa ide inovatif, peluang, cara yang lebih baik dalam menjalankan sesuatu.

 

13. Raymond, (1995)

Wirausaha adalah orang yang kreatif dan inovatif serta mampu mewujudkanya untuk meningkatkan kesejahteraan diri masyarakat dan lingkungan.

 

14. Kasmir (2006)

Wirausaha adalah orang yang berjiwa berani mengambil resiko untuk membuka usaha dalam berbagai kesempatan.

 

    1. Apa Program Penghargaan Mandiri Young Technopreneur 2013?
Penghargaan Mandiri Young Technopreneur 2013 adalah program pemberian penghargaan persembahan Bank Mandiri kepada kaum muda Indonesia yang memiliki inovasi teknologi tepat guna yang dapat diimplementasikan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan dapat dikembangkan menjadi wirausaha teknologi (teknopreneur) besar di masa depan.

 

    1. Apa tujuan pelaksanaan Program Penghargaan Mandiri Young Technopreneur 2013?
  1. Memberikan apresiasi bagi technopreneur muda yang telah menciptakan teknologi tepat guna untuk kepentingan masyarakat.
  2. Mencari bibit technopreneur muda yang dapat menjadi contoh dan turut berperan dalam pengembangan kewirausahaan di Indonesia.
  3. Mendorong generasi muda untuk terus menciptakan karya-karya inovasi teknologi untuk kemajuan bangsa Indonesia.

 

    1. Apa saja jenis bidang usaha yang dilombakan?
Berdasarkan besarnya manfaat yang akan diterima oleh masyarakat, pemberian penghargaan akan dilakukan untuk bidang berikut:
  1. TEKNOLOGI DIGITAL: Inovasi teknologi di bidang teknologi informasi dan komunikasi, teknologi elektronika dan robotik, dan teknologi turunannya.
  2. TEKNOLOGI NON DIGITAL: Inovasi teknologi di bidang energi baru dan terbarukan, pengolahan energi, energi efisiensi dan teknologi pendukungnya teknologi pengolahan air bersih atau air minum, distribusi air, dan teknologi turunannya, serta teknologi di bidang pertanian, peternakan, perikanan, dan pengolahan pangan.

 

    1. Apa kriteria peserta yang dapat mengikuti program ini?
  1. WNI berusia maksimal 40 tahun pada saat penjurian
  2. Peserta bisa perorangan, tim, atau perusahaan
  3. Memiliki inovasi teknologi tepat guna yang sudah diujicoba dan siap diimplementasi
  4. Usulan inovasi teknologi tepat guna yang diajukan bersifat orisinal dan Hak Kekayaan Intelektual-nya merupakan milik peserta
  5. Implementasi inovasi teknologi tersebut dapat memberikan dampak sosial dan mengakselerasi peningkatan kesejahteraan masyarakat
  6. Berpotensi dikembangkan menjadi industri berbasis inovasi teknologi
  7. Belum pernah mendapatkan penghargaan dari pihak manapun
  8. Memiliki rekening Tabungan Mandiri atas nama pribadi atau badan usaha

 

    1. Hadiah apa yang disediakan bagi pemenang penghargaan ini?
Setiap kategori akan dipilih 2 orang pemenang yaitu Pemenang Pertama dan Pemenang Kedua, sehingga total akan terpilih 4 (empat) orang pemenang, yaitu :
  1. Pemenang Pertama akan mendapatkan :
    1. Uang Pembinaan sebesar Rp.50 Juta
    2. Piala MYT
    3. Sertifikat
  2. Pemenang Kedua akan mendapatkan :
    1. Uang Pembinaan sebesar Rp. 40 Juta
    2. Piala MYT
    3. Sertifikat
  3. Project Capital (hibah) untuk mengimplementasikan inovasi teknologinya di masyarakat suatu kawasan, maksimal sebesar Rp 500 juta pada 1 orang pemenang terbaik.
  4. Seluruh pemenang dan finalis mendapatkan pelatihan dari lembaga pelatih bisnis yang profesional dan pendampingan dalam mengimplementasikan karyanya serta diikutkan dalam pameran serta dimasukkan dalam media massa yang tentunya akan membantu promosi usaha mereka.
    1. Bagaimanakah metode penilaian yang digunakan?
Dilaksanakan melalui beberapa tahap, yaitu :
  1. Screening inovasi teknologi
  2. Penjurian proposal administratif
  3. Validasi
  4. Penjurian final (presentasi langsung)

 

    1. Hal apa saja yang menjadi poin penilaian pada program ini?
  1. Aspek Sosial : Dampak sosial yang dihasilkan dari pemanfaatan inovasi teknologi tersebut, secara kualitatif dan kuantitatif.
  2. Aspek Inovasi : Originalitas dan kualitas inovasi, termasuk status kesiapannya sebagai sebuah produk teknologi.
  3. Aspek Bisnis : Potensi inovasi teknologi tersebut untuk dikembangkan menjadi sebuah bisnis teknologi.
  4. Aspek Implementasi : Kejelasan rencana implementasi inovasi tersebut, termasuk perencanaan target, waktu dan anggaran.

 

    1. Bagaimana jadwal pelaksanaan program ini?
  1. Update website : Agustus 2013
  2. Roadshow : September 2013
  3. Online Campaign: Agustus-November 2013
  4. Pendaftaran : Agustus-November 2013
  5. Screening Proposal : Desember 2013
  6. Penjurian Proposal dan Validasi : Desember 2013
  7. Penjurian Final : Januari 2014
  8. Pembekalan : Januari 2014
  9. Penganugerahan : 15 Januari 2014
 
    1. Biaya apa yang harus saya keluarkan untuk mengikuti program Penghargaan?
Peserta tidak dipungut biaya apapun dalam program ini

 

 

    1. Bagaimana cara mengikuti program Penghargaan MYT 2013?
Peserta dapat melakukan proses pendaftaran secara online melalui situs Bank Mandiri (www.bankmandiri.co.id) link mandiri csr-pkbl

 

    1. Siapa yang terlibat dalam program ini?
  1. Teknopreneur Indonesia (www.teknopreneur.com)
  2. Perguruan Tinggi dan Lembaga Riset
  3. Lembaga Pemerintah
  4. Media
  5. Dunia Industri

 

    1. Bagaimana jika saya memiliki pertanyaan lain seputar program Penghargaan ini?
  1. Menghubungi Nomor Hotline : 0813-112-933-13
  2. Email ke : myta@teknopreneur.com atau teknopreneur@wirausahamandiri.co.id

.

 

 

    1. Apa Program Penghargaan Wirausaha Muda Mandiri  2013?
Penganugerahan Wirausaha Muda Mandiri 2013 adalah program pemberian penganugerahan persembahan Bank Mandiri kepada wirausaha muda yang berprestasi. Program ini dimulai sejak tahun 2007, sebagai wujud kepedulian Bank Mandiri terhadap pengembangan UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) yang menjadi salah satu pilar perekonomian Indonesia.

 

    1. Apa tujuan pelaksanaan Program Penghargaan Wirausaha Muda Mandiri 2013?
  1. Memberikan apresiasi bagi generasi muda, khususnya mahasiswa dan alumni Perguruan Tinggi yang telah berani berwirausaha. 
  2. Mencari bibit pengusaha muda yang dapat menjadi contoh dan turut berperan dalam pengembangan kewirausahaan di Indonesia. 
  3. Memberikan penghargaan sesuai dengan bidang usaha yang dijalankan oleh wirausahawan muda
 
    1. Apakah ada pembagian kategori dari Program Penghargaan Wirausaha Muda Mandiri 2013?
Kategori peserta dibagi menjadi 1 yaitu :
  1. Kategori Mahasiswa Program Diploma dan Sarjana
  2. yaitu : Mahasiswa Diploma dan Sarjana dengan usia maksimum 25 tahun.

  3. Kategori Mahasiswa Program Pascasarjana dan Alumni
  4. yaitu : Alumni atau Mahasiswa Pascasarjana dengan usia maksimum 35 tahun

 

    1. Apa saja jenis bidang usaha yang dilombakan untuk setiap kategori tersebut ?
    1. Wirausaha Industri & Jasa 
    2. Suatu usaha yang menghasilkan produk manufaktur, pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan, pertambangan, pengembang properti, perhutanan, tekstil serta usaha yang memberikan nilai tambah tanpa memproduksi barang antara lain toko, ritel, keagenan, distributor, konsultan, transportasi, perawatan kesehatan, pendidikan, penerbitan dan percetakan, laundry, travel biro, Event Organizer. 

    1. Wirausaha Boga 
    2. Suatu usaha yang memberikan nilai tambah dengan memproduksi dan atau memperdagangkan produk pangan antara lain industri pengolah makanan dan minuman, restoran, pemilik merk franchise makanan atau minuman, dan catering. 

  1. Wirausaha Kreatif 
  2. Wirausaha berbasis pada kreativitas sesuai kategori dari Kementerian Pariwisata dan Industri Kreatif yaitu : Periklanan; Arsitektur; Pasar Barang Seni; Kerajinan; Desain; Fesyen; Video, Film dan Fotografi; Permainan Interaktif; Musik; Seni Pertunjukan; Penerbitan dan Percetakan; Televisi dan Radio; serta Riset dan Pengembangan.

 

    1. Apa kriteria peserta yang dapat mengikuti program ini?
  1. Warga Negara Indonesia 
  2. Minimal D1 
  3. Berusia 18-35 tahun (pada akhir tahun 2013) sesuai dengan kategori 
  4. Memiliki rekening Tabungan Mandiri atas nama pribadi atau badan usaha 
  5. Memiliki usaha yang telah dijalankan minimal 1 tahun.
    1. Hadiah apa yang disediakan bagi pemenang program ini?
  1. Setiap bidang usaha akan dipilih 1 (satu) orang yaitu Pemenang Pertama untuk masing-masing kategori sehingga akan terpilih 6 orang Pemenang.
  2. Pemenang Pertama akan mendapatkan :
    1. Uang Pembinaan sebesar Rp.50.000.000,-
    2. Piala WMM
    3. Sertifikat

 

    1. Bagaimana metode penilaian yang digunakan?
    2. Dilaksanakan melalui beberapa tahap, yaitu :

 

  1. Penilaian Administratif 
  2. Survei Pertama 
  3. Survei Kedua & Ranking 
  4. Penjurian Wilayah (10 titik pelaksanaan) 
  5. Penjurian Final (Tingkat Nasional)
  • Hal apa saja yang menjadi poin penilaian pada program ini ?
  1. Aspek Kewirausahaan : bobot 40% (daya jual, inovasi, original ide, tahan banting, potensi tumbuh dan berkembang, kepemimpinan) 
  2. Aspek Pengelolaan Bisnis : bobot 30% (manajemen bisnis, tertib administrasi) 
  3. Aspek Sosial : bobot 20% (membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitarnya) 
  4. Aspek Personality : bobot 10% (kepribadian)

 

    1. Bagaimana susunan Tim Juri pada tahap Penjurian Wilayah dan penjurian FInal/Nasional?
Susunan Tim Juri di setiap Tahapan Penilaian terdiri dari : 
      1. Perbankan, diwakili oleh Bank Mandiri
      2. Media 
      3. Pengusaha Senior / Pakar 
      4. Kalangan Akademisi 
      5. Pemangku Kepentingan / Pemerintah

 

    1. Bagaimana jadwal pelaksanaan program ini? 
  1. Update website : Agustus 2013 
  2. Roadshow : September 2013 
  3. Online campaign : Agustus-November 2013 
  4. Pendaftaran : Agustus-November 2013 
  5. Survei lokasi : September-November 2013 
  6. Penjurian Wilayah : Desember 2013
  7. Pembinaan Finalis Wilayah sebelum dikirim ke Penjurian Nasional : Desember 2013
  8. Penjurian Nasional dan Pembinaan : Januari 2014 
  9. Penganugerahan Penghargaan : 15 Januari 2014

 

    1. Berapa jumlah titik untuk setiap tahapan seleksi wilayah? Di mana saja?
Seleksi Tahap Wilayah dilakukan di 10 titik pelaksanaan, yaitu :
  1. Wilayah Jabodetabek 
  2. Wilayah Sumatera Utara, NAD, Riau dan Kepulauan Riau 
  3. Wilayah Sumatera Selatan, Padang, Jambi, Bengkulu, Lampung & Bangka–Belitung 
  4. Wilayah Jawa Barat 
  5. Wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta
  6. Wilayah Jawa Timur 
  7. Wilayah Pulau Kalimantan 
  8. Wilayah Pulau Sulawesi dan Maluku 
  9. Wilayah Pulau Bali, NTB dan NTT 
  10. Wilayah Papua

 

    1. Di mana saya dapat memperoleh informasi?
Informasi lengkap mengenai Wirausaha Muda Mandiri dapat di peroleh di seluruh cabang Bank Mandiri atau mengakses : www.bankmandiri.co.id link mandiri csr-pkbl.
 
    1. Biaya apa yang harus saya keluarkan untuk mengikuti Program penghargaan?
Peserta tidak dipungut biaya apapun dalam program ini
 
    1. Bagaimana jika saya memiliki pertanyaan lain seputar Program penghargaan ini?
Silahkan menghubungi nomor 021-5245858; 52913528

Sepanjang hidupnya Rasulullah SAW senantiasa mengedepankan perdamaian di antara kaumnya, baik sebelum Beliau diangkat sebagai Nabi dan Rasul melalui pemberian wahyu yang pertama kali diterimanya di gua Hira, maupun kelak ketika Beliau telah berhasil memimpin puluhan ribu prajurit dan memiliki kemampuan untuk menghancurkan pasukan musuh.

Suatu ketika, pada masa Rasulullah masih belia, terjadi pertikaian yang cukup panas antara dua klan yang bertetangga di dalam keluarga suku Qurays. Hingga ketika disepakati sebuah gelar perang antara dua klan yang saling berseteru ini. Maka pada hari yang telah ditentukan, Rasullullah berada persis di tengah-tengah gurun yang disepakati sebagai medan perang. 

Bagi Muhammad muda waktu itu, keadaaan benar-benara mendebarkan, karena ia hanya seorang diri di tengah-tengah kerumunan massa yang ingin saling menghancurkan dan saling membinasakan. 

Maka ketika kedua pihak telah saling besiap menikam musuhnya, Rasulullah segera meloncat menuju kudanya dan berpidato dengan lantang. ”Wahai kaumku, kalian adalah manusia-manusia bersaudara yang semestinya saling membantu dan saling mengasihi, lalu mengapakah kalian ingin saling menghancurkan?

Orang-orang yang telah berkerumun dengan penuh nafsu amarah tersebut benar-benar tercekat, mereka merasa seakan dilecehkan oleh seorang anak ingusan. Hingga salah satu jagoan di antara mereka kemudian berkata, ”Wahai Muhammad, apakah pedulimu pada peperangan kami? Lebih baik engkau pulang ke rumah dan biarkan kami menuntaskan urusan kami!

Dengan mendengar jawaban ini, tentu berarti Nabi mendapat angin, kaumnya telah mulai mendengarkan dirinya. Maka segera saja Rasulullah kembali berpidato lantang, ”Wahai kaumku, semestimnya kalianlah yang kembali pulang, karena pertikaian ini hanya akan menjadikan kalian semakin lemah dan rapuh. Maka bersatulah karena persatuan menjadikan kalian semakin kuat dan semakin aman dari gangguan kelompok lain.”

Mendengar hal ini, orang-orang yang telah bersiap untuk saling membunuh pun kembali menyarungkan senjatanya masing-masing, kemudian mereka bersalaman dan saling berpelukan serta kembali ke rumah masing-masing dengan penuh kedamaian.

egeri Baghdad sedang mengalami kekacauan. Umat Islam terpecah belah. Para tokoh Islam menjadikan khutbah Jum’at sebagai ajang untuk saling mengkafirkan. Di saat bersamaan, seorang Abdul Qadir Al-Jailani muda diamanati oleh gurunya, Syekh Abu Sa’ad Al-Muharrimi untuk meneruskan dan mengembangkan madrasah yang telah didirikannya.

Syekh Abdul Qadir Al-Jailani lalu berpikir bahwa perpecahan di antara umat Islam adalah akar masalah pertama yang harus segera disikapi, ilmu pengetahuan tidak pada posisinya yang benar jika hanya digunakan sebagai dalih untuk saling menyesatkan di antara sesama saudara.

Di tengah kegelisahannya atas keadaan umat Islam pada saat itu, Syekh Abdul Qadir Al-Jailani berniat untuk menemui setiap tokoh dari masing-masing kelompok, niat memersatukan umat Islam tersebut ia lakukan dengan sabar dan istiqomah, meskipun hampir dari setiap orang yang dikunjunginya justru menolak, mengusir, atau bahkan berbalik memusuhinya.

Syekh Abdul Qadir Al-Jailani tetap teguh kepada prinsipnya, bahwa perpecahan Islam di sekitarnya tidak bisa didiamkan, melalui madrasah yang sedang dikembangkannya, dia mulai melakukan penerimaan murid dengan tanpa melihat nama kelompok dan status agama.

Lama kelamaan para tokoh Islam yang secara rutin dan terus menerus ditemuinya mulai tampak suatu perubahan, nasihat-nasihatnya yang lembut dan santun membuat orang yang ditemuinya berbalik untuk berkunjung ke madrasah yang diasuhnya, padahal usia mereka 40 tahun lebih tua dari Syekh Abdul Qadir Al-Jailani.

Hasil yang mewujud itu belum memberikan kepuasan bagi sosok yang kelak dikenal sebagai Sultonul Awliya –raja para wali- ini, dikarenakan permusuhan antar sesama kelompok Islam pada saat itu masih berlangsung, hingga pada suatu ketika, beberapa tokoh Islam sengaja ia kumpulkan di sebuah majlis madrasah tersebut, kemudian dia berkata:

“Kalian ber-Tuhan satu, bernabi satu, berkitab satu, berkeyaknan satu, tapi kenapa dalam berkehidupan kalian bercerai-berai? Ini menunjukkan bahwa hati memang tak mudah menghadap kepada Tuhan,”

Sontak seluruh tamu saling merasa bersalah, kemudian saling meminta maaf, dan persatuan umat Islam yang dicita-citakan salah satu tokoh besar Islam ini benar-benar terwujud.

 

Sobih Adnan

Disarikan dari ceramah Syekh Fadhil Al-Jailani, keturunan Syekh Abdul Qadir Al-Jailani di Pesantren Kempek Cirebon, Jum’at 21 Juni 2013. (Red: Anam)

Sumber NU Online

Rasulullah SAW bersabda, “Ucapan terbaik adalah Kitab Allah. Petunjuk terbaik adalah petunjuk Muhammad. Perkara yang paling buruk adalah perkara yang diada-adakan. Setiap perkara yang diada-adakan adalah bid’ah. Setiap bid’ah adalah sesat. Dan setiap kesesatan tempatnya di neraka. (HR An-Nasa’i)

Pembahasan mengenai bid’ah mestinya sudah kita selesaikan sejak berabad-abad yang lalu hingga kita (umat Islam) lebih konsentrasi pada isu-isu kekinian yang lebih bermanfaat bagi masyarakat. Tapi apa mau dikata, isu bidah masih sensitif di tengah-tengah umat Islam saat ini.

 

Soal bid’ah masih ada relevansinya, terutama karena geliat gerakan Islam trans-nasional (atau Islam puritan) yang cenderung “mem-bid’ah-kan” perilaku ritual Islam lokal yang banyak dilakukan oleh kaum muslim Indonesia.

Kata “bidah” selama ini dipahami secara beragam dan hampir tidak ada kesepakatan definisi tentangnya. Bidah menjadi semacam “bola liar” yang bisa ditendang oleh siapa saja dan menabrak siapa saja. Sialnya, dalam hal ini semangat melontarkan tuduhan bidah didorong oleh makna “sesat” yang terkandung di dalamnya. Bidah adalah kesesatan dan kesesatan tempatnya di neraka, begitulah makna hadis di atas.

Inilah “spirit jahat “ yang ditangkap oleh sebagian muslim kemudian digunakan menuduh muslim yang lain. Saya katakan sebagai “spirit jahat” karena tuduhan bidah sama artinya dengan mengharapkan orang lain masuk neraka, berdasarkan hadis tadi.

Banyak ulama yang telah mendefinisikan “bidah”, namun sekian definisi yang ada terkesan rumit dan ideologis. Kita perlu memahami kata “bidah” secara lebih definitif-konvensional hingga tidak mudah digunakan sebagai “senjata” untuk menyerang. Saya mengajak orang untuk melek sejarah hingga dapat memilih definisi yang tidak menyesatkan. Jika tidak ada keberanian seperti ini, selamanya kita akan terjerumus dalam “jurang perebutan klaim keselamatan eskatologis” yang belum pasti kita dapatkan.

“Bidah” bagi saya adalah taqyîdu mâ athlaqahu Allahu wa rasûluh wa ithlâqu mâ qayyadahu Allahu wa rasûluh (membatasi sesuatu yang dibebaskan oleh Allah dan Rasul dan membebaskan sesuatu yang dibatasi oleh Allah dan Rasul). Sesuatu yang di batasi oleh Allah dan Rasul jumlahnya sangat sedikit. Contoh paling tegas adalah ibadah. Ibadah adalah kegiatan yang ditentukan (dibatasi) oleh Allah dan Rasul. Tidak seorang pun boleh mengadakan sebentuk ibadah yang petunjuk hukumnya tidak ada secara tegas. Karena, pada dasarnya hukum ibadah adalah haram, kecuali ada dalil yang menunjukkan kewajibannya (al-ashlu fî al-‘ibâdah harâm hattâ yadulla al-dalîl ‘alâ al-wujûb).

Shalat wajib adalah lima waktu. Ini ketentuan dari Allah dan Rasul. Maka, tidak boleh orang menentukan kewajiban shalat di luar shalat yang lima itu. Puasa wajib adalah di bulan Ramadhan. Ini ketentuan Allah dan Rasul. Maka, tidak boleh seorang pun menentukan kewajiban puasa di luar bulan Ramadhan. Dan contoh-contoh lain yang jumlahnya jauh lebih kecil daripada kebebasan yang Allah berikan.

Termasuk dalam kebebesan adalah tradisi. Dalam hal ini tradisi yang dilakukan oleh muslim lokal, seperti perayaan maulid nabi, tahlilan, tujuh bulanan (untuk mendoakan kehamilan), dan lain-lain merupakan tradisi yang tidak ada ketentuan hukumnya dalam agama. Agama tidak mewajibkan, tidak menyunahkan, dan tidak mengharamkan. Jika sesuatu tidak memiliki pijakan hukum secara pasti, maka sesuatu itu masuk dalam kategori kegiatan yang berstatus hukum mubâh (boleh): boleh dilakukan dan boleh ditinggalkan.

Tidak ada hukum yang mengikatnya hingga harus dilakukan atau ditinggalkan. Dalam hal ini saya setuju dengan prinsip landasan hukum yang menjadi pegangan Imam Syafii, al-ashlu fî al-asyâ’ al-ibâhah hattâ yadulla al-dalîl ‘alâ al-tahrîm (segala sesuatu pada dasarnya berhukum boleh, kecuali ada dalil yang mengharamkannya).

Tidak ada istilah “bidah hasanah (baik)” selama kata bidah yang dimaksud adalah bidah secara terminologis (istilâhi). Semua bidah, secara terminologis, adalah kesesatan. Inilah bidah yang dimaksud oleh hadis yang terkenal itu. Kategorisasi hasanah (baik) dan sayyi’ah/madzmûmah (buruk) lebih tepat diajektifkan pada kata sunnah. Jadi, ada sunnah hasanah dan sunnah sayyi’ah. Ini sesuai dengan hadis, Man sanna sunnatan hasanatan … wa man sanna sunnatan sayyi’atan … (HR. Muslim dan yang lain)

Kata bidah tidak bisa dan tidak boleh dituduhkan secara serampangan kepada orang lain yang melakukan ritual tertentu yang tidak ada petunjuk hukumnya dalam agama seperti yang telah saya sebutkan di atas. Lontaran bidah menunjukkan kerendahan pemahaman seseorang akan asal-usul hukum agama.

 

Selain itu “sikap angkuh” ini sangat membahayakan karena berpotensi menjadi sumber permusuhan antar umat. Siapa pun harus belajar akan kekayaan tradisi keilmuan Islam hingga tidak mudah menuduh orang lain sebagai pelaku bidah dan mengklaim dirinya sebagai pengemban sunnah yang paling sah: kesombongan yang tak terperikan!

 

Taufik Damas
Alumni Universitas Al-Azhar Kairo, mantan Pengurus PCINU Mesir

Sumber NU Online